Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 64.


__ADS_3

Damian terduduk di tepi tempat tidur pasien dengan lunglai, dia terlihat seperti seorang yang tidak ada semangat hidup lagi.


Dia menunduk dengan lesu, pikirannya memikirkan Leticia.


Dimana Leticia sekarang, apakah Leticia benar melarikan diri darinya, atau apakah Leticia tersesat dan ada orang mesum mengganggunya.


Memikirkan itu Damian semakin marah, ditariknya sekali sentak infusnya.


Menyambar mantelnya dari kursi, dia sendiri yang akan mencari Leticia.


Perasaannya tidak tenang, dia merasa orang suruhannya sangat lamban sekali mencari keberadaan Leticia.


Ini sudah malam, pasti Leticia belum makan malam, dan dia sendirian diluar sana.


Hanya dengan memakai pakaian pasien dan mantel Damian pergi keluar dari rumah sakit untuk mencari Leticia.


Di pintu masuk rumah sakit Damian bertemu dengan Jenson.


"Tuan, anda mau kemana?" tanya Jenson melihat Bos nya tersebut keluar hanya memakai pakaian pasien.


"Mencari Leticia!" sahut Damian sembari terus saja jalan.


Jenson mengejar Damian.


"Aku sudah menyuruh beberapa orang mencari Nyonya, dan mereka belum menemukan Nyonya!" kata Jenson mengikuti Damian dari belakang.


"Ambil mobil, aku yang akan mencari Leticia, cepat!" teriak Damian.


"Baik Tuan!"


Jenson bergegas berlari mengambil mobil.

__ADS_1


Damian terlihat tidak sabaran menunggu Jenson mengambil mobil, dia berdiri begitu gelisah.


Dia sangat takut Leticia mengalami sesuatu, dan mungkin juga sudah tersesat karena tidak tahu rute jalan pulang.


Dan paling sialnya Damian tidak mengetahui nomor ponsel Leticia.


Selama ini dia merasa tidak perlu untuk mengetahui nomor ponsel Leticia, karena Leticia selalu saja di rumah dan tidak bisa pergi kemanapun.


Sekarang Damian merasa menyesal, dia akan membelikan ponsel baru nanti untuk Leticia kalau sudah ketemu.


Jadi dia bisa menghubungi Leticia kapanpun.


Perlahan mobil Damian datang menghampiri tempat dia berdiri.


Dengan cepat Damian membuka pintu penumpang disebelah sopir, dia tidak ingin duduk dibelakang.


Damian ingin melihat di setiap jalan agar dapat melihat Leticia.


Jenson dengan pelan dan perlahan membawa mobil, untuk melihat kalau-kalau Leticia ada diantara orang-orang yang berlalu-lalang di jalan dan sekitar pelataran Mall dan toko.


Mata Damian nanar melihat gadis seumuran Leticia berjalan dan berdiri di sepanjang jalan.


Lama mereka berkeliling mencari Leticia.


Ponsel Jenson yang berbunyi dengan cepat diangkat Jenson, dan mendengarkan laporan seseorang dari seberang sana.


"Mereka belum menemukan Nyonya juga Tuan!" lapor Jenson.


Damian merasa semakin khawatir, pikirannya sangat kalut.


Dimana sekarang istrinya, Damian begitu takut ditinggalkan Leticia.

__ADS_1


Tanpa sengaja mata Damian melihat kearah sebuah Restoran kelas menengah ke atas, matanya seperti tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Leticia berjalan dengan seorang lelaki keluar dari Restoran tersebut, mereka terlihat begitu akrab dan tersenyum satu sama lain.


Kepala Damian rasanya mau meledak sangat marah melihat pemandangan itu.


Darahnya mendidih, wajahnya menggelap dengan tatapan yang begitu tajam seakan ingin membunuh seseorang.


"Berhenti Jenson!" bentak Damian dengan keras.


Jenson terkejut mendengar bentakan Bosnya tersebut, dan dengan cepat Jenson pun menghentikan mobil.


Damian membuka pintu dengan cepat, dan menutupnya kembali dengan bantingan yang keras.


Sampai membuat Jenson tersentak ditempatnya karena terkejut.


Dan kemudian Damian berlari dengan kencang menuju kearah Leticia dan lelaki yang berjalan dengan istrinya tersebut.


Leticia adalah miliknya, siapapun tidak boleh mengambilnya. Itu yang ada dipikiran Damian.


Damian tidak perduli lagi dengan penampilannya yang hanya memakai pakaian pasien.


Belum sempat lelaki tersebut membukakan pintu mobil untuk Leticia, tangan Damian sudah menangkap tangannya.


Dan menariknya menghadap kearahnya, lalu....


Bukkk!!


Damian melayangkan tinjunya ke wajah lelaki tersebut.


Sontak membuat Leticia menjerit terkejut melihat kejadian itu.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2