
Damian perlahan mengangkat tubuh istrinya, lalu kemudian membopongnya.
"Sayangku..kenapa selalu spontan sih, bikin aku malu saja!" ujar Letisia menepuk dada Damian karena tiba-tiba membopongnya.
Damian hanya nyengir saja mendengar istrinya mengomel tidak senang dengan tindakannya, dia malah mengecup kening istrinya gemas melihat wajah imut itu cemberut.
"Ayo kita tidur, sudah malam..besok pagi aku akan mengurus Papa angkatmu yang tidak bertanggung jawab dengan tindakannya itu!" kata Damian sembari melangkah keluar dari dalam ruang kerjanya.
Dengan langkah tenang Damian membawa istrinya menaiki tangga.
Sementara Letisia karena takut jatuh, memeluk erat leher Damian.
Damian mendorong pintu kamar dengan kakinya, dan menutup kembali dengan punggungnya.
Membawa istrinya masuk kedalam walk in closet untuk berganti baju tidur.
Meletakkan Letisia dengan lembut ke lantai, lalu membantunya untuk berganti baju tidur.
Satu kecupan didaratkan Damian dibahu telanjang istrinya, lalu menghirup aroma tubuh istrinya.
Tangan Damian melingkar ke pinggang Letisia, memeluk tubuh mungil istrinya dengan gemas.
"Sayang..kau begitu imut, aku jadi ingin merasakanmu." Gumam Damian ditelinga Letisia dengan lembut.
Tangannya perlahan mengelus perut rata Letisia yang tidak memakai pakaian lagi, karena baju itu sudah dilepaskan Damian, dan teronggok dilantai walk in closet.
__ADS_1
Bibir Damian kemudian mengecup leher Letisia dengan lembut, lalu memberikan lagi kecupan-kecupan yang lembut di seputar leher Letisia.
Tangan Damian perlahan naik mengelus dada indah istrinya yang tidak memakai bra lagi, meremasnya dengan lembut.
"Sayangku.." desis Letisia merasa terbuai dengan apa yang dilakukan Damian.
"Iya sayang.." gumam Damian juga sembari terus mengecup leher Letisia, dan tangannya masih terus menyentuh dada Letisia yang lembut.
Perlahan Damian membalikkan tubuh istrinya, lalu mencium bibir penuh istrinya yang kecil.
Mengulum bibir itu dengan lembut dan perlahan, meresapi setiap inci bibir Letisia.
Tubuh polos Letisia ditarik Damian semakin rapat ketubuhnya, lalu mengelus punggung Letisia dengan perlahan.
Letisia mengalungkan tangannya ke leher suaminya itu, dia merasa kakinya lemas dengan ciuman lembut Damian, terasa begitu nyaman dan membuat perut Letisia seakan berpendar.
Damian begitu senang merasakan kalau istrinya sudah mulai pandai membalas ciumannya, terasa begitu menyenangkan.
Tangan Damian meremas bokong istrinya dengan lembut, lalu menekannya ke selangkangannya yang sudah mulai mengeras.
Menekannya disana, dan itu sukses membuat tubuh Letisia semakin lemas tidak bertenaga.
Damian mundur kebelakang, lalu perlahan duduk disofa tunggal walk in closet.
Lalu menaikkan tubuh istrinya ke atas pangkuannya.
__ADS_1
Damian kemudian membuka pakaiannya sembari masih tetap mencium bibir Letisia, mereka menikmati rasa cinta mereka dengan perlahan dan dengan penuh kelembutan.
Tidak dengan tergesa-gesa, atau ingin cepat merasakan ke intinya.
Letisia membantu suaminya membuka pakaian, melepaskan pakaian itu dari tubuh suaminya.
Lalu melemparkannya ke lantai, lalu kemudian membuka resleting celana Damian.
Damian begitu bahagia istrinya berinisiatif membuka pakaian dan celananya, ciumannya semakin di perdalamnya mengulum bibir ranum Letisia yang begitu lembut.
Dia tidak ingin menyudahi untuk mencium bibir itu, dia ingin menikmatinya lebih lama.
Masih dengan posisi duduk, Damian mengangkat sedikit bokongnya untuk menarik keluar celananya.
Dan, meloloskan celana itu dengan dibantu tangan kecil istrinya.
Sekarang mereka hanya memakai pakaian dalam saja menutupi daerah sensitif mereka.
Damian semakin menarik bokong Letisia merapat ke tubuhnya, dan merasakan daerah sensitif Letisia menekan ereksi nya yang mulai mengeras.
Ini sangat menyenangkan, dulu Damian belum pernah merasakan begitu sangat nikmat bercengkrama dengan salah satu wanita satu malamnya.
Ini baru yang pertama Damian rasakan bersama dengan istri kecilnya yang imut, ungkapan rasa cinta yang begitu nikmat.
Damian ingin berlama-lama merasakannya.
__ADS_1
Bersambung.....