Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 91.


__ADS_3

Karena Damian tidak mau melepaskan rangkulan tangannya dari pinggang Letisia, terpaksalah Letisia mengalah membiarkan Damian tetap seperti itu.


Letisia membuka pintu ruang kantor Damian, dan Damian tetap tidak melepas rangkulannya di pinggang Letisia.


"Sayang!" sebuah suara wanita asing tiba-tiba terdengar didalam ruang kantor Damian.


Sontak membuat Damian dan Letisia menoleh kearah sumber suara itu.


Tampak seorang wanita yang sangat cantik dengan tubuh yang tinggi bak model, berdiri di dekat tembok tembus pandang kantor Damian.


Damian membeku di tempatnya memandang wanita tersebut, dan matanya tidak berkedip melihat wanita cantik itu.


Letisia merasakan ada yang beda dengan reaksi tubuh Damian melihat wanita itu, dan tatapan matanya yang tidak biasa saat melihat wanita-wanita yang biasa mengejarnya.


Perasaan Letisia mengatakan kalau wanita itu spesial bagi Damian.


Atau?


Jangan-jangan wanita ini yang dibicarakan beberapa karyawan Damian saat di pantry tadi! pikir Letisia menebak-nebak.


Kalau memang benar, panjang umur dia..baru saja dibicarakan orangnya sudah muncul! pikir Letisia lagi.


"Sayang!" panggil wanita itu lagi seraya berjalan mendekat pada Damian dan Letisia.

__ADS_1


Perasaan Letisia semakin kuat kalau wanita itu memang bukanlah wanita biasa yang mengejar Damian.


Damian tidak marah atau berteriak mendengar wanita itu memanggilnya dengan panggilan 'sayang'.


Perlahan Letisia melepaskan tangan Damian dengan pelan dari pinggangnya.


Dan berhasil, tangan Damian secara otomatis melepas rangkulan tangannya pada pinggang Letisia.


Letisia bernafas lega begitu tangan Damian lepas dari pinggangnya.


Perlahan Letisia mundur, membiarkan dua insan yang tengah dilanda rindu tersebut.


Pasti karena mereka sudah lama tidak bertemu, rindunya pasti sudah menggunung setinggi gunung Everest.


Letisia berjalan kesofa mengambil ponselnya dari meja dan tas kecilnya.


Letisia semakin yakin kalau wanita super cantik tersebut memanglah wanita yang tadi dibicarakan oleh karyawan Damian.


Letisia melihat Damian diam saja tidak bergerak melihat wanita itu semakin mendekatinya.


Letisia tersenyum merasa puas dengan dirinya, tidak cepat percaya dengan kata-kata cinta dari Damian.


Umur boleh muda, tapi pikiran harus dewasa dan tidak mudah tergoda! bisik hati Letisia puas, merasa bangga dengan dirinya yang sampai saat ini bisa menjaga dirinya dengan baik.

__ADS_1


Letisia perlahan dengan pelan meninggalkan ruang kantor Damian, membiarkan dua cinta lama yang kembali menyatu.


Letisia bernafas lega setelah keluar dari ruang kantor Damian, dengan wajah cerah dia melangkah dengan santai menuju lift.


Sekarang dia sudah tahu caranya naik lift, beberapa kali memperhatikan Damian menekan apa saja saat akan masuk dan turun lift.


Letisia ingin berjalan-jalan sendiri hari ini, menikmati momen bebasnya untuk cuci mata.


Banyak pasang mata melihat Letisia yang berjalan sendirian keluar dari gedung kantor Damian.


"Bukankah itu istri Tuan Damian, kenapa dia sekarang malah jalan sendiri keluar dari kantor Tuan Damian?" bisik-bisik terdengar lagi.


"Apa kau tidak tahu, barusan tunangan Tuan Damian muncul setelah sekian tahun menghilang!"


"Hah! benarkah?!"


"Iya!"


"Pantas saja istrinya pergi begitu saja, ternyata cinta Tuan Damian masih milik tunangannya..walaupun sudah dihianati sudah sekian lama!"


"Cinta sejati tidak akan kemana, kalau masih cinta mau berapa lama juga tidak bertemu pasti masih akan tetap cinta!"


"Iya, benar!"

__ADS_1


Letisia terlihat tersenyum saja keluar lobby gedung kantor Damian, dia tidak perduli dengan tatapan para karyawan Damian padanya.


Bersambung.....


__ADS_2