
Damian duduk di tepi tempat tidurnya yang porak poranda, dia terlihat kecapekan akibat membanting dan melemparkan semu barang yang ada di kamarnya tersebut.
Dia tampak merenung dengan mata tanpa berkedip.
Dia seorang Ceo yang dihormati dan disegani, tidak pernah ada bawahan dan rekan bisnisnya yang berani menentang bahkan melawan perkataannya.
Damian selalu menjadi yang nomor satu lebih unggul dalam segala hal.
Kekayaannya yang berlimpah, saham perusahaannya yang selalu melonjak naik.
Wanita manapun akan berbondong-bondong menempel padanya tanpa perlu dia berupaya untuk merayu dan menggoda mereka.
Tapi dengan Leticia sangat berbeda, dia yang harus berupaya mendekatkan diri pada gadis mungil tersebut.
Kali ini Damian lagi-lagi gagal dalam mendapatkan hati Leticia.
Dia ingat Leticia sudah lima bulan menikah dengannya, dan selama itu dia memang lebih banyak bersikap kasar dan selalu berteriak pada Leticia.
Waktu itu dia hanya menerima Leticia menikah dengannya, tanpa menyelidiki latar belakang Leticia seperti apa kehidupan istrinya itu sebenarnya.
Damian menghela nafasnya dengan berat.
__ADS_1
Damian merogoh saku celananya, dan mengeluarkan ponselnya.
Damian menekan satu nama dilayar ponselnya.
"Aku ingin kau selidiki latar belakang istriku dan kehidupan dimasa lalunya" kata Damian begitu ponselnya terhubung dengan orang diseberang sana.
"Dan satu lagi, carikan orang yang ahli dalam merenovasi kamar, aku ingin kamarku direnovasi besok, mewah dan cocok untuk pasangan suami-istri. Dan semua isi kamar diganti dengan yang baru!" kata Damian menambahkan perintah pada orang diseberang sana.
Setelah selesai memberi perintah Damian menyambar jaketnya.
Malam ini dia akan menginap di hotel.
Akhirnya mereka bertemu di bar.
Jenson menyodorkan hasil penyelidikannya pada Damian.
"Nona Leticia anak adopsi yang diambil dari panti asuhan dari sejak umur tiga tahun, dia menjadi anak pancingan karena sudah lima tahun menikah Ibu angkatnya tidak kunjung hamil, setelah satu tahun diadopsi, Ibu angkatnya akhirnya hamil dan melahirkan anak perempuan!"
"Tapi setelah orang-tua angkatnya memiliki anak kandung sendiri, Nona Leticia jadi diabaikan, dan selalu mendapat penganiayaan dari keluarga angkatnya, mereka tidak perduli lagi dengan Nona Leticia!"
"Nona Leticia dijadikan pembantu dan disekolahkan sampai SMP saja, karena alasan biaya akhirnya Nona Leticia tidak bisa masuk SMA, setiap hari kehidupannya hanya disekitar rumahnya saja, menjadi pembantu keluarga angkatnya, dia kerap kali dikurung di gudang belakang rumah kalau tidak sengaja membuat kesalahan!" kata Jenson panjang lebar tentang siapa Leticia sebenarnya.
__ADS_1
Mendengar penjelasan Jenson dari awal sudah membuat wajah Damian menggelap menahan emosi.
Dan dia teringat apa yang telah dilakukannya juga pada Leticia selama masuk ke rumahnya, membuat jantungnya seperti ditusuk jarum, sakit sekali!
Damian teringat malam sewaktu melihat Leticia mengigau dalam tidurnya, jadi karena penyiksaan yang setiap hari dialaminya membuat dia jadi sering bermimpi ditengah malam.
Jantung Damian semakin sakit saja, tanpa sadar dia meremas dadanya, menekan rasa sakit di dadanya yang terasa ngilu.
"Apa yang telah kulakukan!" gumamnya depresi, Damian mengacak-acak rambutnya merasa bersalah.
"Dan setelah Nona Leticia keluar dari rumah orang tua angkatnya, dia telah dikeluarkan dari kartu keluarga orang tua angkatnya, dan kalau ada masalah apapun tidak boleh lagi menginjakkan kaki kesana!"
Damian meneguk anggurnya dengan sekali teguk, dia sangat kesal mengetahui masalah kehidupan Leticia yang sangat miris.
Ditambah lagi dia juga menambahkan penderitaan Leticia.
Damian meletakkan gelas kosong kemeja bar dengan kencang, dia sangat marah.
Marah pada dirinya, marah pada orang tua angkat Leticia, marah karena dia terlambat mengetahui betapa menderitanya Leticia.
Bersambung.....
__ADS_1