
Hendra dan istrinya menjadi gelisah, karena mengenai Letisia diungkit pada kasus tabrak lari yang direncanakan mereka.
Pengacara penuntut menunjukkan sebuah foto anak perempuan dengan keadaan yang mengenaskan, terlihat begitu berantakan dengan pakaian yang kotor dan wajah yang terlihat kotor juga, rambutnya terlihat acak-acakan.
Dikursi Penuntut, Damian meremas tangan Letisia, perasaannya begitu geram melihat foto yang diperlihatkan di proyektor.
"Anda kenal dengan anak perempuan didalam foto itu?" tanya Pengacara penuntut.
"Ya!"
"Siapa anak perempuan imut yang mengenaskan itu, sepertinya baru selesai di aniaya!" tanya Pengacara penuntut.
Lelaki yang menjadi saksi dan sekaligus pelaku tabrak lari tersebut, terlihat menelan ludahnya dengan berat.
"Putri angkat Tuan Hendra!"
"Jadi itu foto anak perempuan yang diadopsi Tuan Hendra..kenapa anda bisa kenal dengan anak perempuan itu, apakah anda sudah mengenal korban sedari kecil?"
"Ya!"
"Dan, apakah tujuan Tuan Hendra mengadopsi anak perempuan itu, ternyata hanya untuk suatu tujuan tertentu saja?" tanya Pengacara penuntut lebih lanjut.
"Iya!"
"Tidak..bukan!!" teriak istri Hendra.
Seorang petugas menekan bahu wanita itu agar diam ditempatnya, dan tidak diperbolehkan untuk bicara.
"Sekarang Tuan Damian adalah wali putri adopsi Tuan Hendra, sebagai wali..beliau menuntut keluarga Hendra Augustine, karena memperlakukan kehidupan putri angkat mereka tidak selayaknya seperti anak pada umumnya..mereka menganiaya dan menindas putri yang mereka adopsi!"
"Tidak! itu tidak benar...kami memberi kasih sayang padanya, kami tidak pernah menindasnya!!" teriak istri Hendra.
__ADS_1
"Iya..dan foto itu adalah palsu, siapa saja bisa mengedit foto seperti itu!!" teriak Hendra, dia tidak bisa diam, tidak tahan melihat bukti penindasan yang mereka lakukan pada Letisia.
Hendra menyadari ada yang lain, arah dari kasus tabrak lari yang mereka lakukan, mengarah ke masalah Letisia.
"Kalau menurut Tuan Hendra seperti itu, saya akan membawa seseorang yang mengambil foto tersebut!"
Pintu ruang sidang terbuka lagi, dan masuklah seorang wanita sekitar tiga puluhan lebih memasuki ruang sidang.
Mata Hendra dan istrinya terpaku tidak percaya melihat wanita itu, pelayan yang telah mereka pecat.
Letisia juga sama terkejutnya, dia ingat wanita itu selalu menolong Letisia kalau ditindas kedua orang tuanya.
Diam-diam selalu memberi Letisia makanan kedalam gudang dibelakang rumah, saat Letisia dikurung karena membuat kesalahan.
Wanita itu dipersilahkan duduk disamping pelaku tabrak lari.
Dan, Pengacara penuntut mulai mengajukan pertanyaan pada wanita itu.
"Ya, saya mengambil foto itu!" jawab wanita itu.
"Apakah anda yakin? bukan yang anda edit sendiri?"
"Tidak! itu saya ambil diam-diam untuk barang bukti..sudah lama saya ingin memberikan foto itu pada seseorang yang bisa menolong gadis kecil dalam foto tersebut!"
"Kenapa anda ingin menolong gadis kecil itu?" tanya pengacara penuntut untuk merangsang emosi wanita itu, agar menceritakan apa saja yang dialami Letisia.
"Setelah Tuan Hendra dan istrinya memiliki putri kandung, mereka tidak pernah lagi menyukai putri adopsi mereka, mereka kerap menindas dan menganiaya putri angkat mereka kalau membuat kesalahan..dan seraya putri kandung mereka bertumbuh besar, ikut juga menindas kakak angkatnya..dan saya tidak tega melihat apa yang dialami gadis kecil itu, dan mengambil fotonya untuk barang bukti, sampai dia remaja tidak pernah mendapat perlakuan yang baik..dan sampai akhirnya membuang gadis tersebut untuk melunasi hutang mereka yang begitu banyak!"
Hendra dan istrinya diam membeku di tempat duduknya tidak bisa berteriak lagi. Mereka menunduk dalam-dalam, tatapan para pengunjung sidang yang mengikuti jalannya sidang menatap ke arah mereka sambil berbisik-bisik.
"Dan karena Tuan Damian menuntut mereka untuk melunasi hutang mereka kembali, karena mengetahui ternyata niat mereka menyerahkan putri angkat mereka ingin menyingkirkan putri adopsi mereka...mereka tidak terima dan berupaya untuk mencelakai Tuan Damian agar mereka tidak perlu lagi membayar hutang mereka!" sahut Pengacara penuntut pada Hakim ketua.
__ADS_1
Hendra dan istrinya hanya bisa diam saja saat mantan pelayan mereka tersebut, memberikan bukti-bukti foto Letisia lainnya yang menguatkan kesaksiannya.
Dan bukti rekaman cctv saat Hendra melakukan transaksi dengan pelaku tabrak lari, rekaman cctv saat Damian ditabrak pelaku.
Yang terakhir, yang tidak disangka Hendra dan istrinya, rekaman cctv saat tadi sewaktu Letisia memasuki ruang persidangan, Hendra dan istrinya melakukan tindakan kekerasan pada Letisia.
Tubuh kedua suami-istri itu lemas melihat bukti-bukti yang tidak bisa mereka bantah lagi, semuanya sangat jelas dan terbukti nyata mereka yang melakukan.
Dan, Hakim ketua pun membacakan hukuman yang akan diterima Hendra sebagai otak dalang kejahatan yang direncanakan untuk mencelakai Damian.
Lima tahun penjara dan melunasi hutangnya sebelum masuk ke ruang sel tahanan.
Istri Hendra langsung histeris mendengar putusan hakim, mereka tidak punya uang sebanyak itu.
Dan tanpa mereka duga, Hakim mengambil keputusan agar mereka menjual Mansion mereka, untuk melunasi hutang mereka.
Istri Hendra kembali histeris, dia tidak menduga mereka menjadi miskin, dan tidak memiliki apa-apa lagi.
Sontak membuat dia menghambur berlari menuju kearah Letisia, dan menjerit dengan kencangnya ingin memukul Letisia.
"Ini semua gara-gara kau..aku menyesal telah mengadopsi mu, kau pembawa sial..sungguh sial, aku sangat membencimu, kau tidak layak bahagia...kau membuat rumah tangga kami hancur, kau dasar anak haram..anak yang tidak diinginkan...aku akan membunuhmu!!"
Petugas dengan sigap menangkap istri Hendra yang histeris dengan kalapnya, dia meronta ingin meraih Letisia.
Damian mendekap istrinya kedalam pelukannya, dia tidak akan membiarkan siapapun menyentuh istrinya.
Dia akan melindungi istrinya, dan juga akan membalas berkali lipat siapapun yang mencoba menyakiti istrinya.
Istri Hendra dibawa paksa untuk meninggalkan ruang sidang oleh petugas.
Letisia merasa lega hanya kedua orang tua angkatnya yang dihadirkan didalam ruang dipersidangan, kalau adik angkatnya Cindy dihadirkan juga, ruang sidang pasti akan lebih riuh lagi oleh teriakannya.
__ADS_1
Bersambung.......