
Letisia memandang Damian dengan tatapan bermusuhan, dia sangat kesal dengan sikap Damian yang menurut Letisia seperti anak kecil.
Selalu saja bertindak sebelum bertanya, membuat Letisia ingin mempertimbangkan perasaannya pada Damian.
" Maaf " akhirnya keluar kata maaf dari bibir Damian, dia terlalu cemburu sampai tidak bertanya lebih dulu pada Letisia.
Dan dia telah menyakiti Letisia dengan menarik tangannya dengan kasar.
Damian melihat pergelangan tangan Letisia yang kecil memerah karena cengkraman nya yang kuat.
Damian menelan ludahnya merasa sangat menyesal, seharusnya sikap kasarnya harus lebih bisa di kontrolnya kalau bersama dengan Letisia.
" Anda sungguh keterlaluan Tuan, kapan aku bisa dekat dengan seorang pria...satu harian kita bersama, dan juga tidur dikamar yang sama, dan tidak keluar dari Mansion sama sekali...juga tidak pernah mengkotak-katik ponsel, aku terlalu fokus mengurus anda...kenapa anda bisa curiga padaku?!" tanya Letisia dengan nada yang tajam dan dingin.
" Maaf...maafkan aku sayang, aku terlalu cemburu...mendengar seorang pria mencari istriku, aku tidak suka dan tidak ingin kehilangan mu, maafkan aku " ucap Damian dengan nada yang penuh penyesalan.
Perlahan dia mendekati Letisia yang berdiri tidak jauh dari sofa.
Lalu meraih tangan Letisia, dan perlahan menarik Letisia kedalam pelukannya.
__ADS_1
" Maafkan aku sayang, tolong jangan tatap aku dengan pandangan dingin seperti itu, hatiku sakit melihatnya, aku salah...aku langsung marah tanpa bertanya dulu..maafkan aku " ucap Damian memeluk Letisia dengan erat, hatinya yang tadi terasa sakit sekarang telah terobati dengan memeluk erat tubuh Letisia.
Dan tanpa diduga Damian, tangan Letisia tiba-tiba membalas pelukannya.
Dan, itu membuat Damian menangis bahagia.
Damian semakin erat memeluk Letisia, dan membenamkan wajahnya kebalik leher Letisia.
Letisia merasa sifat Damian sangat sulit untuk diubahnya, kalau sudah ada yang mengusik perasaannya, dia langsung saja bereaksi tanpa sadar menumpahkan emosinya.
Damian harus bisa untuk membuang sifatnya tersebut, kalau tidak, mereka akan selalu tersakiti satu sama lain karena sifat Damian.
" Anda harus merubah sifat Anda Tuan, itu tidak baik...bisa saja suatu hari aku tidak tahan, dan meninggalkan anda " kata Letisia sembari melepaskan pelukannya.
" Tidak sayang, jangan pernah tinggalkan aku...aku berjanji akan mengubah sikapku padamu, aku tadi memang keterlaluan...lelaki itu sepertinya yang mengejarmu, istriku memang cantik...hingga ada pria lain yang mencoba untuk mendekatimu, aku yang seharusnya marah padanya, bukan kepadamu" kata Damian perlahan seraya mengelus lembut pipi Letisia.
Damian kembali menarik Letisia kedalam dekapannya, dan mengecup puncak kepala Letisia.
Akhirnya mereka kembali berbaikan.
__ADS_1
Infus Damian telah habis, dan sepertinya Damian tidak memerlukan infus lagi.
Dokter pribadi Damian tidak lama kemudian datang untuk memeriksa luka ditangan Damian.
Setelah gips dan perban dibuka, Dokter pun mengatakan kalau luka Damian sudah mulai mengering.
Hanya saja belum boleh dipergunakan untuk sementara dulu, agar bisa cepat sembuh.
" Terimakasih Dok" kata Damian setelah luka perban nya dibuka.
Jeson mengantar Dokter sampai pintu Mansion, dan kembali lagi masuk kekamar sementara Damian.
" Maaf Tuan...ini ada seseorang datang tadi mengantar pakaian Nyonya tertinggal, dia mengatakan pakaian Nyonya tertinggal dimobilnya " sahut Jeson menyerahkan satu tas berisi pakaian Letisia.
Letisia melihat tas yang disodorkan Jeson tersebut, dan Letisia jadi mengerti kenapa ada seorang pria mencarinya.
Itu Jerry, tasnya tertinggal didalam mobil Jerry waktu Damian meninju wajah Jerry karena salah paham.
Bersambung.....
__ADS_1