
Wajah Damian langsung berubah melihat wanita tersebut yang mencoba menarik perhatiannya.
Dulu dia pasti akan menyambut wanita yang menunjukkan ketertarikan padanya, dan akan menyambut rangkulan para wanita tersebut.
Tapi sekarang rasa itu tidak tahu entah kenapa bisa hilang begitu saja, yang ada hanya merasa tidak suka melihat tingkah para wanita tersebut yang begitu genit.
Dan juga merasa takut, kalau istrinya Leticia semakin tidak menyukainya melihat dia ramah, dan menyambut para wanita tersebut menempel padanya.
Damian lagi tahap mengejar Letisia, dia tidak ingin usahanya gagal untuk mendapatkan simpati dari Leticia.
Damian mengerutkan keningnya mencoba mengingat siapa wanita itu, yang sama sekali tidak diingatnya.
"Kau siapa? sepertinya aku tidak kenal denganmu!" kata Damian menyipitkan matanya melihat wanita tersebut.
"Tentu saja kau lupa, begitu banyak wanita yang pernah tidur denganmu, wajar saja kau tidak bisa mengingat mereka satu persatu!" sahut pria teman Damian tersebut terkekeh.
Wajah Damian berubah mendengar perkataan pria itu, entah kenapa dia merasa sangat kesal diledek pria tersebut.
Dulu Damian tidak kesal kalau diledekin seperti itu, dia malah bangga dan tertawa senang.
Dan akan mengangkat gelasnya tinggi-tinggi untuk bersulang pada orang yang mengatakan tersebut.
Tapi sekarang ledekan itu terasa sangat menjengkelkan didengar telinganya, dan juga terdengar menjijikkan.
"Kalau tidak ada hal yang penting untuk dibicarakan, kami pergi dulu!" kata Damian, lalu berbalik.
__ADS_1
"Mainan baru ya!" sahut pria tersebut tersenyum.
Mendadak langkah Damian berhenti, dan Leticia juga ikutan menghentikan langkahnya seperti Damian.
Damian memandang wajah pria tersebut dengan tatapan tajam, dia tidak senang mendengar perkataan pria tadi.
Istrinya bukan mainan seperti wanita-wanita murahan tersebut, istrinya sangat spesial.
Walau dia akui terlambat mengetahui kalau istrinya ternyata sangat istimewa.
Damian ingat pria tersebut adalah salah satu rekan bisnisnya yang hampir sama gilanya dengannya dalam soal bermain wanita.
"Jaga ucapanmu, jangan asal bicara!" sahut Damian dingin dan ada tajam dalam nada suaranya.
Pria tersebut merasakan aura yang menakutkan dari Damian.
Damian melanjutkan langkahnya membawa Leticia keluar dari restoran.
Tidak berapa lama mereka pun sampai di bioskop, dan Damian pun memesan tiket masuk.
Baru kali ini Leticia masuk kedalam bioskop, ternyata bioskop sangat besar dan gelap.
Walau sepenuhnya tidak gelap, tapi menurut Leticia suasananya gelap.
Dan saat film akan diputar, tiba-tiba lampu mati dan bioskop semakin gelap.
__ADS_1
Tanpa sadar Leticia menggenggam tangan Damian dengan erat, dia merasa takut ditempat asing luas dan gelap.
Damian membalas genggaman tangan Leticia, dia tahu pasti Leticia takut dengan kegelapan ditempat asing.
"Jangan takut, film nya akan dimulai!" kata Damian mengelus tangan Leticia.
Benar saja, film pun kemudian ditayangkan.
Leticia baru kali ini melihat layar tivi yang sangat besar, dan terasa puas melihatnya.
Damian tersenyum senang melihat Leticia begitu fokus melihat layar bioskop, dia terlihat sangat menikmati alur cerita film tersebut.
"Bagaimana filmnya, apakah kau suka?" tanya Damian saat mereka berjalan menuju mobil.
"Iya, lumayan" angguk Leticia.
Tiba-tiba sebuah mobil melaju dari depan dengan kencang.
"Awas!" teriak Damian pada Leticia reflek menariknya ke pinggir.
Mereka tersungkur ketanah.
Damian melindungi Leticia dengan tubuhnya agar tidak terjerembab mengenai tanah.
Alhasil Damian yang terluka, tangannya yang menahan kepala Leticia terbentur ketanah.
__ADS_1
Damian menahan rasa sakit ditangannya yang terasa begitu perih.
Bersambung....