
Damian memandang Leticia yang berdiri dua meter darinya.
"Cepat kesini!" panggil Damian tidak sabaran, dia merasa kesal melihat Leticia tidak ingin dekat-dekat dengannya.
Leticia tetap tidak mau mendekat, dia mau mematuhi perintah Damian tapi untuk disuruh mendekat pada pria arogan itu, dia tidak mau.
"Apa kau tidak dengar apa yang kukatakan?" tanya Damian dengan kesalnya.
"Aku dengar Tuan..katakan saja apa yang akan ku kerjakan!" kata Leticia dengan sopan, masih tidak ingin bergerak untuk mendekat.
Sudahlah! pikir Damian, dia sepertinya masih takut padaku.
Damian kembali melanjutkan langkahnya masuk kedalam rumah.
Dia akan menyuruh Leticia menyiapkan baju, dan ingin menanyakan warna apa yang cocok untuk dekorasi kamarnya.
Sudah waktunya dia merubah desain kamarnya, dan membuang tempat tidurnya yang entah kenapa terasa tidak nyaman lagi.
Dia ingin merubah segalanya yang ada di kamarnya sesuai selera Leticia.
Dia ingin menyerahkan tugas itu pada Leticia untuk mendekorasinya.
Sesampainya di tangga Leticia berhenti, dia langsung ragu mengikuti Damian naik keatas.
Pasti tujuannya masuk ke kamar.
Damian yang telah berada di lantai atas menoleh kebelakang.
Melihat Leticia masih dibawah, tidak berani naik ke atas.
"Cepat! kenapa malah berhenti di sana!" kata Damian kesal.
__ADS_1
Leticia tetap tidak bergeming.
Damian sangat kesal, dia membenci keadaan ini.
Dulu pertama kali Leticia datang masuk ke Mansion nya, dia tidak peduli dengan sikap Leticia yang seperti ini.
Karena itu sangat disukainya agar gadis kecil yang masuk ke kehidupannya tahu siapa dirinya sebenarnya.
Bahwa dia bukanlah tipe gadis yang disukainya, gadis muda yang tidak sesuai kriterianya.
Tapi sekarang entah kenapa dia tidak suka dengan sikap Leticia yang seperti itu, dan menjaga jarak dengannya.
Banyak wanita dengan suka rela melemparkan dirinya kedalam pelukannya tanpa rasa malu.
Dan bahkan ada yang rela diperlakukan oleh Damian dengan kasar.
Tapi tidak dengan Leticia, dia tidak ada berkeinginan untuk mendekat pada Damian.
Dia ingin Leticia seperti para gadis umumnya, yang mencoba mencari perhatian pada dirinya.
Tapi yang ada hanya sikap dingin, tidak ada sedikitpun untuk berbaikan dengannya.
Ini benar-benar sangat menjengkelkan.
Damian tidak suka.
Dia ingin Leticia bersikap manja padanya.
Dibawah sana tampak Leticia masih tetap berdiri ditempatnya.
Damian menghela nafas menenangkan perasaan kesalnya.
__ADS_1
"Cepat naik! sediakan pakaianku!" kata Damian berusaha setenang mungkin.
Lalu masuk ke dalam kamarnya.
Membuka pakaiannya sembarangan ke lantai, kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Beberapa saat Leticia diam dilantai bawah dengan perasaan yang tidak tenang, kakinya begitu enggan melangkah naik ke lantai atas.
Leticia perlahan membuka pintu kamar Damian.
Mengintip nya sebentar, begitu Damian tidak terlihat lagi di dalam kamar, Leticia pun akhirnya berani untuk masuk ke dalam kamar.
Leticia melihat pakaian Damian berserakan di lantai, berarti pria tersebut sudah masuk ke dalam kamar mandi.
Leticia dengan cepat memunguti pakaian Damian yang berserakan di lantai.
Dia harus super cepat, jangan sampai Damian keluar dari kamar mandi.
Setelah Leticia memunguti pakaian Damian, dia pun bergegas mengambil pakaian baru Damian dari dalam walk in closet.
Menaruhnya ditempat tidur, lalu menaruh pakaian kotor Damian di keranjang pakaian kotor.
Klekk!
Sial!
Damian sudah keburu selesai mandi, pintu kamar mandi terbuka.
Damian keluar dari kamar mandi, hanya memakai handuk menutupi daerah sensitifnya.
Kenapa cepat sekali dia mandi! pikir Leticia kesal, dia belum keluar dari kamar Damian.
__ADS_1
Bersambung....