Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 87.


__ADS_3

Esok harinya Damian sudah merasa baikan, dan tangannya tidak terasa sakit lagi.


Hanya saja dia belum diperbolehkan sesering mungkin untuk mempergunakan tangannya agar bisa cepat sembuh.


Pagi ini Damian berniat akan pergi kekantor, sudah tiga hari dia tidak masuk kekantor.


Banyak tugas kantor yang akan dia periksa, walaupun Jenson sudah mengurus masalah di kantor, tapi Damian harus memeriksanya lagi.


Pagi ini Damian berencana akan membawa Leticia ikut dengannya kekantor, dia tidak tenang meninggalkan Leticia di rumah.


"Sayang, ikutlah bersamaku kekantor, kita makan siang di luar saja nanti siang!" sahut Damian pada Leticia saat mereka sarapan pagi.


"Tidak Tuan, aku di rumah saja, aku tidak terbiasa berbaur dengan orang banyak" kata Leticia menolak.


"Tidak sayang, kau harus ikut denganku, Ayo ganti bajumu!" ujar Damian menarik tangan Leticia untuk pergi mengganti bajunya.


Dengan terpaksa Leticia pergi juga berganti pakaian, tidak perlu lama dia sudah kembali berganti pakaian.


Damian tertegun memandang istrinya tersebut, walaupun hanya pakaian sederhana, tapi Leticia tetap saja cantik.


"Ayo!" Damian menyodorkan lengannya agar dirangkul Leticia.


Leticia merangkul lengan Damian untuk keluar dari rumah menuju mobil yang sudah ditunggu Jenson dari tadi.


Leticia tidak menyangka kantor Damian begitu megah dan sangat tinggi.


Semua mata melihat kearah mereka berdua begitu memasuki lobby gedung dan menuju lift.

__ADS_1


"Siapa gadis itu, kelihatannya muda sekali, apakah keponakan Tuan Damian?" bisik-bisik mulai terdengar didalam gedung.


"Sejak kapan Tuan Damian suka jalan dengan seorang gadis muda?"


"Apa sekarang Tuan Damian sudah mengganti seleranya dengan gadis muda?"


"Cihh...Itu pasti gadis mata duitan, sekarang kan sudah tren yang namanya baby sugar, apa kalian tidak tahu, bisa saja itu baby sugarnya Tuan Damian, dia sudah bosan dengan wanita-wanita glamour itu yang terlalu banyak pengeluaran!" ada juga bisikan yang tidak menyukai dan mencemooh.


"Kau benar juga, Tuan Damian kan terkenal gonta-ganti wanita, sudah tidak heran lagi!"


Ada bisikan-bisikan tersebut yang terdengar oleh Leticia, dan sontak saja membuat dia tidak nyaman dengan lingkungan kantor Damian.


Damian menghampiri para wanita yang bergosip tersebut, dia juga tidak senang mendengar bisikan-bisikan yang menghina istrinya.


"Urus surat pengunduran diri ke HRD dan jangan pernah datang lagi kemari untuk menunjukkan diri!" kata Damian tajam kepada beberapa wanita tersebut.


"Ma..maaf kami Tuan, kami telah salah bicara..maaf Tuan, maafkan kami..jangan pecat kami Tuan!" sahut para wanita tersebut ketakutan seraya membungkukkan tubuh mereka meminta maaf.


"Siapapun yang menghina dan mencemooh istriku, tidak boleh lagi bekerja disini..cepat angkat kaki kalian dari sini, sekuriti usir mereka!!" teriak Damian pada petugas keamanan.


Astaga! ternyata gadis tersebut istri Tuan Damian! bisik hati mereka masing-masing semakin gemetar.


Mereka telah melakukan kesalahan, sungguh bodoh sembarangan bicara.


Mereka tanpa sengaja telah menindas istri Tuan Damian yang arogan, habislah sudah!


Baru saja melihat Boss mereka yang tidak masuk kantor beberapa hari, mereka sudah langsung kena pecat.

__ADS_1


Damian dan Leticia masuk kedalam lift khusus, setelah masuk kedalam lift Damian menekan nomor lantai paling atas.


"Siapapun yang menghinamu lagi sayang, aku akan lenyapkan mereka!" kata Damian mengelus kepala Leticia.


Ting!


Merekapun sampai diruang kantor Damian.


Leticia melihat ruang kantor Damian luas juga, dan ada beberapa karyawan yang sudah duduk bekerja menghadap komputer didepan mereka masing-masing.


Begitu melihat Damian muncul dari dalam lift, semua berdiri memberi salam pada Damian.


"Pagi Tuan!" sahut mereka serentak.


Damian tidak menjawab sapaan mereka, dia terus saja berjalan menuju sebuah pintu.


Membuka pintu tersebut dan membawa Leticia masuk kedalam.


Ternyata itu ruang kantor khusus Damian, dan ruang kantor tersebut luas juga.


"Duduklah di sofa sayang, santai saja..jangan sungkan, aku akan memesan camilan untukmu!" kata Damian membawa Leticia untuk duduk di sofa.


Leticia menurut saja apa yang dikatakan Damian, dia meletakkan bokongnya ke sofa.


Kemudian matanya melihat sekeliling kantor Damian, terlihat sangat rapi dan bersih.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2