
Janet menghabiskan sarapannya, dan meminum susu hangat sekali teguk.
Seumur hidupnya baru pagi ini Janet merasakan dilayani, dia merasa canggung karena biasanya dia yang melayani.
"Bagaimana? enak tidak?" tanya Donald melihat sarapan Janet habis mengkilap.
"Enak, terimakasih sudah membuatkan sarapan untukku!"
"Hari ini aku ada syuting..apakah kau mau ikut untuk sekedar melihat-lihat?" tanya Donald, entah kenapa dia ingin sekali memperkenalkan kepada umum tentang hubungan mereka.
"Tidak, aku dirumah saja!" dengan cepat Janet menolak, dia belum bisa jalan dengan Donald didepan umum.
Nanti latar belakangnya dengan cepat akan diselidiki oleh para fans Donald, dan itu bisa membuat pekerjaan Donald dalam dunia hiburan akan terancam.
Lebih baik dia jangan menunjukkan dirinya dekat dengan Donald, agar karir Donald tetap seperti biasanya, menjadi milik para fansnya.
"Kenapa? apakah kau takut akan di bully? jangan takut..aku akan berhenti menjadi aktor kalau dirimu dihujat para idolaku, aku lebih mementingkan dirimu daripada karirku!" kata Donald mengelus tangan Janet.
"Lalu..kedepannya kau tidak akan ada pekerjaan, bukankah ini impianmu dari semenjak remaja?" tanya Janet.
__ADS_1
"Aku akan ikut membantu kak Damian, kursi Direktur masih kosong..aku bisa meminta kak Damian memberikan kursi itu padaku!" kata Donald menjelaskan keinginannya untuk keluar dari pekerjaannya sebagai aktor.
Mendengar penjelasan Donald itu, Janet tidak bisa berkata apapun lagi.
Ternyata Donald punya cadangan pekerjaan lainnya kalau sudah bosan didunia akting.
Tanpa ada ketukan dipintu kamar, perlahan pintu kamar terbuka, dan muncullah wajah Annabelle dari balik pintu kamar Janet.
Melihat Annabelle masuk ke kamarnya, dengan reflek Janet bangkit dari duduknya, lalu berdiri dengan sopan menghadap kepada Annabelle.
Janet merasa malu ditemukan Annabelle berduaan dengan Donald dikamarnya, Janet menundukkan wajahnya dan menanti apa yang akan dikatakan Annabelle.
"Pagi Nyonya, maaf aku kesiangan bangun..lain kali tidak akan kulakukan!" sahut Janet pelan.
"I..iya, sangat nyenyak!" dengan cepat Janet mengangguk.
"Baguslah kalau begitu, kau datang untuk tinggal sementara disini bukan ingin ku pekerjakan..kau bukan seorang pembantu lagi, jadi jangan sungkan padaku, aku calon Mama mertuamu...mulai sekarang biasakan memanggilku dengan sebutan 'Mama' ya, kau sudah masuk kedalam keluarga Jhonson, jangan mengerjakan apapun selagi tinggal disini!" kata Annabelle meraih tangan Janet, lalu menggenggam tangan Janet.
Perlahan wajah Janet menatap Annabelle, ia merasa tidak percaya Nyonya Besarnya sekarang menjadi Mama mertuanya.
__ADS_1
Annabelle tersenyum memandang Janet, dan dengan malu-malu sudut bibir Janet perlahan mulai tersenyum membalas senyuman Annabelle.
"Ya..seperti itu, jangan sungkan..aku senang putraku ternyata pandai memilih calon istri masa depannya, mulai sekarang biasakanlah menjadi seorang wanita yang mendominasi dan elegant, layaknya seperti wanita bangsawan..kau layak mendapatkan kehidupan yang lebih baik, menantuku!" kata Annabelle seraya meremas tangan Janet dalam genggamannya.
"I.. iya Ma!" jawab Janet kaku, dia merasa tidak percaya memanggil Nyonya Besarnya dengan panggilan 'Mama'.
Janet mengerjapkan matanya tidak percaya, barusan bibirnya telah berganti memanggil Annabelle dengan sebutan 'Mama'.
"Bagus!" Annabelle menepuk tangan Janet.
Donald yang melihat kedua wanita yang dicintainya tersenyum senang, Donald tidak menyangka mempunyai Ibu yang murah hati, mau menerima wanita yang menjadi pilihannya.
Donald melihat banyak Ibu teman-temannya tidak menyukai pilihan putra mereka, dan akan menentang dengan keras pilihan istri masa depan putra mereka.
Untunglah dia tidak memiliki Ibu yang seperti itu, dengan langkah panjang, Donald memeluk Ibunya itu dari belakang.
"Terimakasih Ma..sudah mau menerima Janet, dan mengajarinya menjadi wanita yang elegant!" kata Donald memeluk Ibunya dengan erat, dan mencium bahu Ibunya.
"Anak bodoh! tentu saja Mama tahu kualitas yang akan menjadi menantu masa depan Mama..harus yang bersih tidak bernoda, dan tidak penggila harta!" Annabelle mengelus kepala putra bungsunya tersebut sembari tersenyum.
__ADS_1
Janet hanya diam saja melihat keakraban kedua Ibu dan putra tersebut, diam-diam Janet tersenyum senang melihat begitu baiknya calon Ibu mertuanya menyukai pilihan calon istri putranya.
Bersambung.....