
.
.
.
Perjalanan yang diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih 8 jam untuk penerbangan Dubai Indonesia, tidak membuat pasangan pengantin yang baru menikah itu lelah, mereka malah menikmati perjalanan tersebut.
Prita Adira Cahaya dan Aisyah yang belum pernah menaiki pesawat merasa sangat senang. Awalnya mereka begitu tegang saat pesawat mulai take off. Tapi karena ada suami mereka jadi ketegangan itu sedikit berkurang. Dan saat pesawat sudah berada di udara mereka begitu antusias melihat pemandangan yang belum pernah mereka alami. Dari atas terlihat awan seperti kapas beterbangan.
Kini mereka sudah tiba di bandara internasional Dubai. Mereka pun turun dari pesawat. Lampu malam begitu indah menghiasi negara ini.
"Welcome to Dubai," teriak Cahaya Adira Prita dan Aisyah. Sedangkan suami mereka hanya tersenyum melihat kebahagiaan istri mereka.
"Gimana? Senang gak?" tanya Ram pada Cahaya. Cahaya pun mengangguk dan memeluk suaminya.
"Terimakasih honey," ucap Cahaya sambil mengecup bibir Ram. Tidak peduli orang disekitar mereka memperhatikan.
"Kita langsung ke hotel sekarang," kata Ram. Lalu mereka memesan taksi untuk segera ke hotel.
Saat mereka tiba di hotel, mereka disambut ramah oleh pelayan hotel tersebut. Pelayan itu tau kalau mereka itu adalah orang pendatang yang ingin berbulan madu.
"Silahkan tuan," ucap pelayan hotel setelah mereka diantar kekamar mereka masing-masing. Sikembar memberikan tips pada pelayan itu tapi ditolak dengan halus.
"Maaf tuan, pihak hotel kami tidak menerima tips, Kami melayani anda dengan ikhlas," kata pelayan lelaki itu.
"Baiklah terimakasih," ucap Ram.
"Sama sama tuan, semoga senang dengan layanan hotel kami," ucap pelayan itu lalu pergi dari situ.
Mereka sengaja memilih kamar berdampingan agar tidak repot repot untuk mereka bila ingin keluar nanti.
"Capek gak?" tanya Roy pada Danita.
"Capek sih, tapi senang." jawab Danita sambil merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
"Aku mandi dulu ya," ucap Roy, Danita mengangguk.
"Mandi bareng yuk," ajak Roy, Danita mengangguk.
"Ehh, gak gak kamu aja dulu," kata Danita setelah sadar akan ajakkan Roy, Roy terkekeh geli kemudian masuk kedalam kamar mandi.
"Sayang ambilkan handuk dong," teriak Roy dari dalam kamar mandi.
"Iya sebentar," jawab Danita. Kemudian Danita menyerahkan handuk tersebut lewat pintu kamar mandi yang terbuka sedikit. Tapi nahas nya tangan Danita malah ditarik oleh Roy sehingga Danita terseret masuk kedalam kamar mandi.
"Aaaaaakk...!" teriak Danita sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
"Kenapa harus t*l*nj*ng sih," kata Danita. Tapi Roy dengan jahilnya malah mendekat kearah Danita.
"Jangan dekat dekat, jangan dekat," ucap Danita. Padahal Roy sudah memakai handuk.
"Sayang buka matamu," perintah Roy. Danita menggeleng lalu ia secepatnya keluar dari kamar mandi.
"Hiii, ternyata gede banget," ucap Danita sambil tersenyum. Tapi wajahnya sudah memerah membayangkan itu. Roy keluar dengan pakaian lengkap dan menghampiri Danita.
"Sana mandi, aku sudah selesai setelah itu kita kebawah cari makanan," kata Roy. Danita hanya menurut saja.
Setelah semuanya selesai, mereka pun keluar dari kamar masing-masing untuk turun kebawah mencari makanan.
Saat tiba di restoran mereka duduk bersama dalam satu meja. Ram hendak ke toilet dan berpamitan pada mereka. karena terburu-buru Ram tidak sengaja menabrak seorang wanita yang juga ingin ke toilet.
"Ah maaf nona, saya buru buru," kata Ram. Wanita itu terdiam dan menatap kagum pada Ram. Tapi Ram tidak menghiraukan tatapan wanita itu dan meneruskan langkahnya menuju toilet.
Akhirnya Ram keluar dari toilet setelah selesai dengan kegiatannya. Ternyata wanita itu menunggu didepan pintu toilet tersebut.
"Hai...!" sapa wanita itu. Ram melihat sekilas lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan toilet.
"Tampan sekali, dan sepertinya orang kaya. Huh, akan saya dapatkan dia bagaimanapun caranya," seringai wanita itu.
Ram sudah kembali bergabung dengan mereka. Dari kejauhan sepasang mata sedang mengintai mereka. Diam diam wanita itu memotret mereka. Dan setelah itu berjalan menghampiri mereka.
"Hai boleh gabung?" tanya wanita itu.
"Orang Indonesia?" tanyanya lagi. Namun mereka tidak ada yang menjawab. Mereka hanya heran kenapa wanita ini sok kenal banget.
"Iya, kami juga dari Indonesia datang kesini untuk berbulan madu," jawab Nadine setelah beberapa saat mereka diam.
"Boleh gabung?" tanya Sabrina lagi.
"Maaf, meja kami sudah penuh," ucap Ram.
"Hmmm, gak apa-apa biar saya cari tempat lain saja," kata Sabrina.
"Ya itu lebih baik daripada jadi pengganggu," ucap Ram. Sabrina pergi dengan perasaan kesal menemui baby sugar nya. Tapi dalam benaknya timbul rencana jahat untuk mendapatkan Ram.
(kisah sikembar kita pending dulu ya, nanti kita lanjut saat mereka unboxing).
...****************...
Hari ini triple A mulai masuk sekolah, Darmendra yang mengantarkan mereka keruangan Kepala sekolah.
"Selamat pagi Pak," sapa Darmendra saat mereka sudah diruangan kepala sekolah.
"Pagi," jawab Pak Udin sambil menoleh kearah suara.
__ADS_1
"Oh tuan Darmendra silahkan," ucap Pak Udin lagi setelah tahu siapa yang datang?
"Saya mau mendaftarkan ulang anak saya yang sebelumnya mendaftar lewat online." ucap Darmendra.
"Ya ya, saya tahu," kata Pak Udin.
"Seperti biasa pak, mereka akan langsung masuk kelas 12," kata Darmendra. Pak Udin manggut-manggut.
"Baiklah, mari saya antar keruang kelas 12," jawab Pak Udin.
"Apa tidak perlu di tes Pak?" tanya Darmendra.
"Anak tuan kan?" tanya Pak Udin, Darmendra pun mengangguk.
"Saya rasa tidak perlu dites lagi, karena saya sudah yakin anak tuan adalah anak jenius," ucap Pak Udin.
"Benar Pak, mereka memang jenius seperti Abang Abangnya dulu," jawab Darmendra. Kemudian mereka pun diantar ke kelas 12.
"Selamat pagi Bu Tessa," sapa Pak Udin.
"Selamat pagi Pak, ada apa ya?" tanya Bu Tessa.
"Ini ada siswi baru kembar tiga ingin masuk kekelas 12 ini," kata Pak Udin.
"Oh iya Pak, suruh mereka masuk," ucap Bu Tessa.
Darmendra setelah menemui kepala sekolah iapun pamit karena hendak ke kantor. Bu Tessa pun melihat ketiga siswi tersebut.
"Kalian silahkan perkenalkan diri masing-masing," ucap Pak Udin. Triple A pun mengangguk.
"Kalau begitu saya pamit Bu, permisi," ucap pak Udin.
"Anak anak, mereka adalah murid baru, silahkan perkenalkan diri masing-masing," kata Bu Tessa.
"Halo semua, kenalkan aku Angelica," kata Lica memperkenalkan diri.
"Aku Anggelina," ucap Lina.
"Aku Angelita," ucap Lita.
"Baiklah, sekarang kalian boleh duduk." kata Bu Tessa. Triple A berjalan menuju bangku mereka, dan saat ia melewati salah satu siswa yang terkenal badboy, kaki Lina dijegal tapi Lina yang punya insting kuat tentunya ia sudah tau. Dengan sengaja ia menginjak kaki siswa tersebut hingga berbunyi kreek. kemudian Lina berpura-pura tersungkur kelantai.
"Aaakh," teriak siswa tersebut, sedangkan Lina masih dilantai dengan posisi terduduk.
"Ada apa?" tanya Bu Tessa.
.
__ADS_1
.
.