Tujuh CEO Muda

Tujuh CEO Muda
Membeli cincin pertunangan


__ADS_3

.


.


.


Sikembar keluar dari kamar, dan menuruni anak tangga. Kali ini mereka tidak rebutan lift. Dengan gaya cool mereka menapaki tangga satu persatu. Meskipun mereka hanya berpakaian casual tetapi ketampanan mereka memang tidak bisa diragukan lagi. Kalau dipoles make-up dipakaikan dress dan diberi wig mungkin cewek bisa insecure melihatnya. Gak perlu bulu mata palsu karena bulu mata mereka sudah lentik dan beralis tebal.


(sikembar : Ngaco author, masa kita dipakaikan begituan, emang kita cowok apaan?).


(author : Canda beb.. jangan esmosi, banyak kok es yang lain. Hehe)


"Mau kemana kalian?" tanya Vera.


"Mau jemput jodoh, Oma," jawab Ram.


"Tanyain pacar kalian, mau kemana? Kalau jawabnya tidak kemana mana berarti kalian jodoh," Darmendra.


"Ah masa sih Dad?" tanya Ren.


"Iya, karena jodoh tidak akan kemana?" Darmendra.


"Apa benar Mom?" tanya Ram.


"Daddy kalian bercanda, sudah jangan dengerin ocehan gak jelasnya itu," jawab Diva.


"Kita pergi dulu ya Oma Opa Mommy Daddy," pamit sikembar sambil mencium tangan mereka satu persatu.


"Hmmm, hati hati bawa mobilnya," pesan Diva.


"Yes Mom," jawab sikembar serentak sambil tangan mereka kekening sebagai hormat ala tentara. Kemudian mereka pun pergi dengan mobil masing-masing dan tujuan masing-masing.


"Kita bertemu di mall," ucap Ram saat ia masuk kedalam mobil. Saudaranya hanya menjawab dengan kode oke melalui tangan mereka.


Mobil berjalan perlahan menuju pintu gerbang mansion, setelah keluar dari mansion mobil mereka pun melaju seperti pembalap profesional.


Tiba dilampu merah, Ram menghentikan mobilnya. Dan seorang gadis kecil berusia sekitar 6 atau 7 tahun sedang jualan. Ram segera menepikan mobilnya dipinggir jalan.


"Beli bang?" tanya gadis kecil itu.


"Sini duduk dulu," ajak Ram memanggil gadis kecil itu untuk mendekat. Gadis kecil itu tersenyum, meskipun kehidupan pahit yang ia rasakan tapi tetap saja tersenyum.


"Adek tidak sekolah?" tanya Ram. Gadis kecil itu menggeleng.


"Kenapa?" tanya Ram lagi, gadis itu tertunduk. Setetes airmata jatuh saat ia menunduk. Dan itu terlihat oleh Ram, tapi Ram pura-pura tidak tahu.


"Gak ada biaya bang, untuk makan sehari hari aja susah," jawab gadis kecil itu.


"Nama adek siapa!" tanya Ram lagi.


"Syifa, bang. Abang jadi beli gak?" tanya Syifa.

__ADS_1


"Jadi dong, tapi Abang harus tau dulu kehidupan dek Syifa," jawab Ram


"Kok gitu bang?" tanya Syifa.


"Iya, siapa tau adek ini menipu Abang?" tanya Ram balik.


"Bang kami memang miskin, tapi saya tidak pernah menipu," ucap Syifa.


"Kami? Memang adek tinggal dimana? Dengan siapa?" tanya Ram.


"Saya tinggal dengan ibu, ayah sudah meninggal setahun yang lalu karena kecelakaan ditempat kerja. Dan gaji ayah tidak dibayar oleh bos tempat ayah bekerja," ucap Syifa mulai menangis.


"Boleh Abang kerumah adek?" tanya Ram, Syifa pun mengangguk.


"Sini Abang bawa barang nya, pasti berat ya?" tanya Ram.


"Tapi nanti Abang beli kan?" tanya gadis kecil itu. Ram mengangguk.


"Lapar gak?" tanya Ram, saat mereka melewati warung tenda. Syifa pun mengangguk.


"Mari, kita beli makanan dulu," ajak Ram. Syifa hanya mengikuti saja.


"Mang nasi bungkus 4, dengan ayam goreng dan telur balado masing-masing 4 porsi. Dipisah ya mang nasi dengan lauknya," ucap Ram.


"Baik tuan, mohon ditunggu sebentar," jawab penjual nasi tersebut. Sekitar 15 menit nasi sudah siap dan Ram langsung membayarnya.


"Ini nasi untuk makan nanti," ucap Ram sambil menyerahkan nasi itu ke Syifa. Betapa senangnya gadis kecil itu mendapatkan makanan yang enak menurutnya.


"Hmmm, sama sama," jawab Ram.


kemudian mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah gadis kecil itu. Sesampainya dirumah itu, Ram tersentuh hatinya, rumah kecil dan sudah bolong bolong dibeberapa tempat.


"Ini rumahnya?" tanya Ram, Syifa mengangguk. Kemudian ia memanggil ibunya.


Seorang wanita berusia sekitar 30an keluar dari rumah tersebut, dikenangnya terdapat tempelan koyo, sepertinya wanita itu sedang sakit.


"Cari siapa ya?" tanya wanita itu.


"Oh, saya sedang mengantar anak ibu pulang," jawab Ram.


"Bu ini ada nasi, Abang itu yang beli," ucap Syifa dan menyerahkan nasi bungkus kepada ibunya.


"Terimakasih banyak Nak, kebetulan dari kemarin kami belum makan apa-apa, hanya minum air putih saja," ucap wanita itu.


Ram mengeluarkan amplop berisi uang lalu menyerahkan pada wanita itu, sambil berkata.


"Ini Bu terimalah, bisa untuk menyekolahkan anak ibu dan buka usaha kecil-kecilan," ucap Ram.


"Maaf nak, tapi ini...?" wanita itu belum habis bicara sudah dipotong oleh Ram.


"Ambillah Bu, maaf saya tidak bisa berlama-lama, saya harus menjemput calon istri saya," ucap Ram lalu pergi meninggalkan tempat itu. Wanita itu terperangah melihat begitu banyak uang.

__ADS_1


"Bu ini uangnya banyak sekali," ucap Syifa.


"Iya nak, orang itu sungguh baik. Mau memberikan uang kepada orang yang tidak ia kenal," ucap wanita itu.


"Iya Bu, semoga Allah membalas kebaikannya ya Bu, dan aku bisa sekolah," ucap Syifa.


Sedangkan Ram sudah berada didalam mobil dan siap meluncur menuju kampus kekasihnya.


"Aku harus cepat sampai, Agar Cahaya tidak terlalu lama menunggu," gumam Ram.


Dengan kecepatan tinggi Ram mengemudi mobilnya, hingga dalam beberapa menit saja ia sudah tiba didepan kampus tempat Cahaya. Ternyata Cahaya sudah menunggu didepan kampus.


"Maaf telat," ucap Ram.


"Gak apa-apa, aku juga baru beberapa menit disini," kata Cahaya.


"Adira mana?" tanya Ram.


"Sudah dibawa kabur sama pacarnya," jawab Cahaya.


"Yuk masuk," Ram membukakan pintu mobil untuk Cahaya. Para mahasiswi histeris melihat perlakuan Ram pada Cahaya. Mereka iri karena Cahaya bisa mendapatkan pria yang berkualitas premium.


Kemudian Ram mengitari mobil kekursi kemudi, Cahaya tersenyum manis melihat hal itu. Ram menjalankan mobilnya keluar dari kawasan kampus tersebut. Dan dengan kecepatan tinggi mengendarai mobilnya menuju ke mall. Karena disana para saudara saudaranya sudah menunggu.


Tidak butuh waktu lama, keduanya sudah tiba ditempat yang dituju. Ram memarkirkan mobilnya ditempat parkir khusus mall tersebut.


"Kenapa kesini!" tanya Cahaya sedikit heran.


"Oh iya, aku lupa bilang kalau kita mau beli cincin pertunangan." jawab Ram. Cahaya seketika tersenyum, wajahnya berubah memerah.


Lalu keduanya pun turun dari mobil dan berjalan bergandengan tangan masuk kedalam mall tersebut.


"mereka sudah menunggu didepan toko perhiasan," kata Ram. Dan Cahaya cuma mengangguk.


"Kok lama?" tanya Ren saat Ram sudah didekat mereka.


"Maaf tadi ada sedikit kendala dijalan," jawab Ram.


"Tapi kamu gak apa-apa kan?" tanya Rasya. Ram menggeleng.


"Ya sudah, yuk masuk." ajak Roy.


Merekapun masuk ketoko perhiasan tersebut, dan mereka disambut ramah oleh pelayan toko. karena mereka tahu siapa sikembar itu? Salah melayani maka pekerjaan mereka taruhannya. Bukan sikembar yang memecat mereka, tapi bos pemilik toko perhiasan tersebut.


"Selamat datang tuan dan nona, silahkan..!" ucap pelayan toko tersebut.


"Kami mau membeli cincin pertunangan," kata Ram.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2