Tujuh CEO Muda

Tujuh CEO Muda
Semakin terpesona.


__ADS_3

.


.


.


Sikembar pun naik keatas panggung, mereka serentak melambaikan tangan kepada orang yang hadir diruangan ini. Para cewek ABG menjerit histeris dengan ketampanan mereka bertujuh.


"Aaaaaakkh.. gue mau dong jadi pacarnya," ucap si A centil.


"Jangan mimpi deh, gak mungkin dia mau sama kamu," jawab si B yang memang tidak suka dengan cewek itu.


"Sirik amat sih Lo," ucap si A berkacak pinggang.


"Ye, muka pas pasan mau sama pangeran, kamu pikir kamu itu Cinderella," ucap si B sambil mencibir. Si A tidak terima lalu mencakar wajah si B.


Tidak mau kalah si B membalas mencakar menjambak rambut si A. Jeritan pun terdengar disudut ruangan itu. Membuat para tamu yang hadir menoleh kearah suara. Ada yang merekam dan ada yang meleraikan, tapi keduanya tidak mau mengalah. Malah yang meleraikan menjadi amukan keduanya.


"Akkhh," jerit orang yang meleraikan itu, karena telinganya digigit oleh si A. Tempat itupun seketika heboh dengan dua cewek yang adu jambak. Akhirnya mereka dikeluarkan dari ruangan itu.


Sampai diluar mereka masih cakar cakaran jambak jambakan.


Tapi tidak ada yang peduli, setelah tadi yang meleraikan terkena gigitan hingga berdarah. Dan orang itu segera dibawa kerumah sakit karena takut infeksi.


Acara kembali berlanjut, karena pengganggu sudah dikeluarkan jadi tidak ada yang menggangu lagi.


Sikembar dan triple A masih berada diatas panggung, sedangkan Darmendra setelah memberikan hadiah berupa trofi dan uang tunai sebesar 10 juta rupiah untuk juara 2, untuk juara 3 dan 4 masing-masing mendapatkan 7 juta dan 5 juta. Sedangkan untuk juara 1 15 juta. Kemudian skuter dari perusahaan SEVEN R CORP GROUP untuk masing-masing juara. Dan untuk yang tidak mendapatkan juara, mereka juga menerima uang masing-masing 1 juta.


Darmendra duduk disamping Diva yang sejak tadi tersenyum melihat suaminya diatas panggung.


"Bolehkan kalian melakukan persembahan?" tanya Pak Fredi pada sikembar. Sikembar pun mengangguk.


"Baiklah, untuk meriahkan lagi suasana, kita akan dihibur oleh mereka," ucap Pak Fredi.


"Terimakasih semuanya, kami juga dulu adalah pelajar di sekolah ini. Sekarang kami sudah sukses berkat kerja keras kami sendiri. Untuk adik adik yang masih sekolah, jangan malas untuk sekolah, karena sekolah itu jembatan ilmu untuk menuju kesuksesan. Belajarlah dengan tekun gapai mimpi kalian dan buat bangga orang tua kalian. Tidak ada kata terlambat untuk belajar selama kita punya kemauan." ucap Ram dengan lantang melalui mic.

__ADS_1


"Sekarang kita berhibur ya, dan kali ini yang akan menyanyi adalah adik kami kembar 3 yaitu Angelina Angelita dan Angelica, silahkan." ucap Raffa.


"Kok kita sih bang?" tanya Lina.


"Silahkan adek adek Abang yang cantik," ucap Ram. Kemudian sikembar mengambil alat musik masing-masing.


Tidak ada pilihan lain selain menurut saja, akhirnya triple A pun bernyanyi. Teman teman sekolah triple A terpana dengan suara ketiganya, sangat merdu terdengar. Mereka tidak pernah mendengar suara triple A bernyanyi, jadi wajar saja mereka syok dengan suara triple A.


Randy tersenyum melihat triple A diatas panggung, ia semakin terpesona dengan kehebatan triple A itu.


"Aku gak nyangka ternyata kamu memang multitalenta, aku semakin mengagumimu. Salahkan bila aku berharap ingin memilikimu?" Batin Randy.


Para ibu ibu dan bapak bapak yang hadir semuanya terdiam seolah terhipnotis dengan suara triple A.


"Aku terlalu meremehkan kalian," gumam Zeline sambil tersenyum. Ia tidak pernah lagi mengganggu triple A, dan ia juga sudah ikhlas melepas Randy. karena Randy memang tidak pernah menyukainya apalagi mencintainya.


Setelah selesai bernyanyi, triple A segera turun dari atas panggung. Kemudian barulah sikembar yang bernyanyi. Suasana semakin meriah dengan alunan musik dari sikembar. Mereka semua menjerit senang dengan penampilan sikembar diatas panggung, apalagi para cewek cewek.


"Nyonya, saya ada anak perempuan yang masih kuliah, kalau boleh satu saja untuk anak saya, nyonya." ucap ibu A yang ada dikursi dibelakang Diva. Diva menoleh kearah ibu itu dan tersenyum.


"Yah sayang sekali ya, ternyata sudah mau menikah," ucap ibu itu kecewa.


"Aku yakin anak ibu nanti akan menemukan yang lebih baik dari anak anakku," ucap Diva.


"Saya ada anak lelaki, kalau boleh untuk anak perempuan nyonya," kata ibu satunya lagi.


"Maaf ibu ibu, kalau soal jodoh menjodohkan aku tidak mau, biarkan anak anakku nanti dengan pasangannya sendiri dengan pilihannya sendiri. Tidak peduli dari keluarga apa? Yang penting orang itu baik dan bertanggung jawab." ucap Diva.


"Benar nyonya, saya juga sependapat dengan nyonya," jawab ibu si C.


"Lagi pula mereka itu masih kecil, aku tidak mau mengekang kebebasan mereka, selama mereka baik baik saja dan bisa menjaga diri aku tidak keberatan," kata Diva.


Sedangkan sikembar masih bernyanyi diatas panggung, ini sudah yang ketiga lagu mereka bernyanyi. Setelah itu mereka akan istirahat. makanan dan minuman sudah tersedia semuanya, sikembar memesan melalui katering.


Sikembar pun akhirnya selesai bernyanyi, acara dilanjutkan dengan makan siang, semua orang masing-masing mengambil makanan dan minuman yang mereka sukai.

__ADS_1


"Bagaimana kalau pernikahan mereka nanti ya?" tanya ibu A tadi.


"Tentu lebih meriah daripada ini," jawab ibu si C.


"Siapa gadis yang beruntung mendapatkan bibit unggul seperti mereka? Ucap ibu si A


"Yang pasti gadis itu lebih cantik dari anak kamu," jawab ibu si C.


"Sudah, sudah mari makan," kata ibu si B menengahi, ia takut nanti jadi perdebatan.


Randy dan Zaidan menghampiri Diva, dan menyapanya.


"Hai Tante," sapa Randy. Diva menoleh.


"Hai, kalian. Selamat ya dapat juara," ucap Diva tulus.


"Terimakasih Tante, walau cuma juara 2," jawab Randy.


"Itu sudah bagus loh, teruskan belajar agar nanti bisa sukses," ucap Diva.


"Aamiin," jawab Randy dan Zaidan serentak.


Orang tua Randy hanya memperhatikan dari kejauhan, ia penasaran mengapa anaknya bisa terlihat akrab dengan keluarga terkaya itu? Tapi orang tua Randy tidak berani mendekat.


Setelah makan siang acara benar benar selesai, semua yang hadir sudah bersiap siap untuk pulang. Biasanya kalau acara perpisahan sekolah pasti hanya dihadiri oleh para siswa siswi saja, tapi semenjak sikembar ada semua berubah, atas usulan dari sikembar dulu, agar keluarga juga hadir. Dengan tujuan untuk mendekatkan kekeluargaan. Jadi disana bisa terlihat orang tua yang peduli dengan anaknya dan tidak peduli.


Akhirnya setiap perpisahan sekolah harus mengundang orang tua dan keluarga murid. Ternyata usulan dari sikembar dulu membawa dampak positif bagi orang tua dan anak.


Pak Fredi tidak menyangka kalau pemikiran sikembar mengalahkan orang dewasa ketika itu. Hingga sekarang usulan itu menjadi rutinitas setiap tahunnya. Dan mungkin hingga nanti.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2