Tujuh CEO Muda

Tujuh CEO Muda
Menangis


__ADS_3

.


.


.


Sementara di kantor polisi, Devan yang sudah sadar dari pingsannya meraung keras menangis kala mendapati dirinya berada dalam tahanan, keduanya orang tuanya yang mendengar kabar itu pun segera pergi ke kantor polisi.


"Pi cepat sedikit bawa mobilnya, Mami sudah tidak sabar bertemu dengan anak kita," ucap Rusita pada Rustam suaminya.


"Sabar mi ini juga sudah cepat," kata Rustam.


"Ada apa dengan anak kita Pi? Mengapa dia dipenjara?" tanya Rusita.


"Papi juga tidak tahu mi, jangan buat papi tambah pusing dengan kelakuan anak itu," ucap Rustam.


Keduanya tiba di kantor polisi, Rustam memarkirkan mobilnya, Rusita segera turun dan setengah berlari memasuki kantor polisi tersebut, kemudian Rustam menyusul dibelakang.


"Aaaaa, lepaskan aku..apa salahku? Kenapa aku dipenjara?" tanya Devan sambil menangis berteriak teriak seperti keset*nan.


Sepuluh preman yang juga dipenjara merasa pusing mendengar teriakkan dan tangisan bos nya itu.


Rustam menghadap komandan polisi untuk menanyakan kronologi kejadiannya. Sedangkan Rusita sudah menangis mendengar putra semata wayangnya menangis dan menjerit minta dilepaskan.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan putra saya Pak?" tanya Rustam.


"Begini Pak, putra bapak menyewa kelompok preman untuk mencelakai tuan muda Henderson? Bapak pun tahu sendiri kalau keluarga itu tidak bisa untuk disinggung, tapi anak Bapak dengan beraninya menyewa para preman untuk menghabisi tuan muda Henderson," ucap komandan polisi menjelaskan.


Mendengar putranya menyinggung keluarga Henderson, Rustam merosot kelantai yang tadinya sedang duduk dikursi. Sedangkan Rusita istrinya semakin menangis. Mereka tahu keluarga itu kalau sudah disinggung tidak main-main. Dan yang lebih dikhawatirkan Rustam adalah apabila Darmendra mencabut investasi diperusahaan miliknya maka bisa dipastikan perusahaan itu akan bangkrut. Kenapa bisa bangkrut? Karena investor terbesar di perusahaan miliknya adalah perusahaan J H company. Apalagi Darmendra menarik semua investasi tersebut maka investor yang lain juga ikut menarik diri.


"Lalu bagaimana Pak?" tanya Rusita sambil menangis.


"Maaf Pak Rustam, kami tidak bisa berbuat apa-apa karena kesalahan putra anda sudah terbukti," ucap komandan.

__ADS_1


"Boleh kami menemui putra kami Pak?" tanya Rustam.


"Boleh, silahkan...!" jawab komandan.


Rustam dan Rusita pun menemui putranya. Devan menangis dibalik jeruji besi, saat sipir penjara datang, Devan makin berteriak minta dilepaskan. Sipir penjara membukakan pintu penjara tersebut, dan Devan dipersilahkan untuk keluar menemui orang tuanya.


"Mami...!" panggil Devan dan langsung memeluk Maminya itu.


"Papi tidak bisa berbuat apa-apa Nak, karena yang kau usik itu tuan muda Henderson," ucap Rustam pasrah akan nasib anaknya.


"Pi tolong aku Pi, keluarkan aku, aku tidak mau dipenjara," rengek Devan. Devan anak tunggal dan dia sudah biasa hidup dimanja oleh kedua orang tuanya dan dengan kemewahan yang mereka miliki Devan menjadi anak yang tidak bisa hidup mandiri. Berbeda dengan sikembar, meskipun mereka hidup dalam kemewahan tapi tidak membuat mereka lupa diri, bahkan sejak kecil mereka sudah bisa hidup mandiri.


"Papi akan datangi keluarga Henderson dan meminta maaf kepada mereka, dan papi rela bersujud dihadapan mereka," ucap Rustam, hal itu semakin membuat Rusita menangis.


Rusita tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia juga akan ikut bersama suaminya untuk menemui keluarga Henderson.


"Kamu bersabarlah, papi dan mami akan menemui tuan muda Henderson dan meminta maaf kepadanya." ucap Rusita.


Waktu berkunjung sudah habis, Devan kembali berteriak saat digiring lagi ke sel tahanan. Sedangkan Rusita hanya bisa menangis.


flashback...


Nadine pulang sekolah dengan mengendarai sepeda motornya, dulu Nadine lebih suka memakai motor daripada pakai mobil. Saat diperjalanan Nadine tidak sengaja melihat Devan yang mobilnya mogok, karena kasihan Nadine pun memberikan tumpangan dan mengantarkan Devan sampai rumahnya, waktu itu mereka baik baik saja, meskipun bukan pacaran tapi mereka cukup dekat.


Setibanya di rumah Devan Rusita kebetulan melihat Devan diantar seorang gadis.


Devan mengajak Nadine masuk, tapi Nadine menolak karena tatapan Rusita kurang bersahabat. Rusita memandang Nadine dari atas sampai bawah kemudian ia melihat motor butut yang digunakan oleh Nadine.


"Devan cepat masuk, bersihkan tubuhmu dari virus," ucap Rusita sinis.


"Virus apa sih mi?" tanya Devan.


"Kamu pasti terkena virus karena numpang motor jelek kaya gitu," ucap Rusita.

__ADS_1


Nadine hanya diam saja, Nadine sebenarnya juga orang kaya kedua orang tuanya punya usaha sendiri sendiri. Tapi Nadine lebih suka hidup sederhana.


"Mi jangan ngomong begitu, Nadine itu teman aku mi," ucap Devan.


"Kamu masuk dan bersihkan tubuhmu," kata Rusita. Devan hanya menurut saja, sebab kalau dia melawan maka fasilitasnya akan dicabut.


"Dan kamu, jangan dekat dekat lagi dengan anakku, aku tidak ingin anakku ketularan miskin sepertimu," ucap Rusita.


"Terimakasih Tante," jawab Nadine dan segera pergi dari rumah itu.


Sejak saat itu sikap Nadine berubah, bahkan untuk menegur Devan saja dia enggan. Kata kata dari ibu Devan cukup membekas dibenaknya. Devan yang memang menaruh hati kepada Nadine merasa tidak terima karena Nadine tiba tiba berubah. Dan Devan selalu berusaha mengejar cinta Nadine walaupun Nadine menolaknya.


Flashback end...


Kini Rustam dan istrinya sudah tiba didepan gerbang mansion keluarga Henderson. Satpam yang berjaga pun menanyakan keperluan apa datang kemari? Rustam pun menjelaskan bahwa ia akan menemui tuan muda. Satpam menelpon Darmendra, dan Darmendra mengizinkan Rustam masuk. karena Darmendra juga tidak tahu kejadian yang menimpa anak anaknya.


Satpam mempersilahkan masuk dan membuka pintu gerbang agar mobil bisa lewat. Rustam dan istrinya begitu kagum dengan mansion keluarga Henderson. Diam diam Rusita bermimpi ingin punya mansion seperti ini. Rustam sudah tiba didepan pintu mansion tersebut, pelayan membukakan pintu dan mempersilahkan tamunya masuk.


"Silahkan tuan dan nyonya, tuan sudah menunggu diruang tamu," ucap Marni dengan ramah. Rustam dan istrinya mengikuti Marni pelayan di mansion ini. Lagi lagi Rusita dibuat kagum dengan isi didalam mansion tersebut. matanya menelisik kesegala arah melihat barang barang mewah tertata rapi di mansion ini.


"Indah sekali," gumam Rusita tanpa sadar.


Tiba diruang tamu, Rustam dan Rusita dipersilahkan untuk duduk.


"Ada perlu apa tuan Rustam datang kemari?" tanya Darmendra. Diva mendekat kearah suaminya, Rusita begitu takjub melihat kecantikan Diva, meskipun sudah berumur kepala 4 tapi Diva masih terlihat seperti umur 30 tahun.


"Sebenarnya kedatangan kami kemari untuk bertemu tuan muda Henderson," jawab Rustam. membuat kening Darmendra mengernyit.


"Sayang panggil sikembar," perintah Darmendra, Diva pun mengangguk.


"Sikembar?" tanya Rustam.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2