
.
.
.
"Maaf kami terlambat," ucap Anisa, Diva segera bangkit dan menyambut tamunya itu.
"Gak apa-apa, kita juga baru mulai makan. Kirain gak datang?" tanya Diva.
"Datang dong, masa ponakan sendiri tunangan tidak datang," jawab Anisa.
Hanya Anisa dan suaminya yang datang, sedangkan Jhon dan keluarganya sedang diluar negeri menemui orang tua mereka. Robert dan keluarganya juga keluar negeri karena anaknya sakit.
"Maaf bro telat banyak kerjaan dikantor jadi lupa kalau malam ini sikembar tunangan. Untung Anisa mengingatkan," ucap Aldo pada Darmendra.
"Gak apa-apa, anakmu gak ikut?" tanya Darmendra.
"Tidak, lagi sibuk main game online mana bisa diganggu kalau sudah begitu." jawab Aldo.
"Selamat ya ponakan aunty, ternyata sudah dewasa dan sebentar lagi menikah," ucap Anisa.
"Kapan menikahnya?" tanya Anisa lagi.
"Sebulan lagi," jawab Darmendra Diva serentak.
Setelah itu mereka pun makan dengan khidmat tanpa ada yang bersuara. Setelah selesai makan mereka mengobrol ringan hingga tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 23:30 lalu mereka semua pamit undur diri. Yang tadi dijemput sekarang diantar kembali oleh sopir dan pengawal. Hanya orang tua Nadine dan orang tua Danita yang bawa mobil sendiri. Triple A jangan ditanya setelah makan ia langsung masuk kamar.
Sedangkan para gadis menginap di mansion, dan sekarang tidur bersama triple A.
"Sekarang kita sudah resmi bertunangan," ucap Ren saat mereka tengah berkumpul dikamar Ray.
Seperti biasa kalau ada yang ingin dibahas pasti tempatnya dikamar Ray. Kecuali kalau mereka ada diluar mansion barulah mereka diskusi ditempat lain.
"Aku bahagia, akhirnya akan menikah dengan seorang gadis yang aku cintai," ucap Ram.
"Aku juga tidak menduga, berawal dari koper tertukar ternyata itulah takdirku," ucap Ray pula. Sekarang Ray tidak lagi dingin seperti dulu, banyak perubahan yang terjadi pada dirinya setelah mengenal cinta. Ternyata cinta bisa merubah segalanya.
"Kita tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku yakin semua itu adalah takdir. Seperti halnya aku gara gara ditonjok ternyata jadi kekasih," ucap Ren. Seketika mereka tertawa seorang Ren yang tangguh bisa juga lengah.
"Kenapa? Emang iyakan?" tanya Ren.
"Iya iya, kami gak nyangka aja gara gara ditonjok bisa jadi jodoh," ucap Ram.
__ADS_1
"Sudahlah, aku mau tidur ngantuk," kata Ren sambil berbaring diatas ranjang.
"Ehh kenapa tidur disini? Sana balik kekamar mu, percuma Daddy memberikan kamar untuk kita masing-masing satu," tanya Ray.
"Duh, Abang tampan ini sekarang sudah cerewet melebihi Ram dan Daddy," ucap Ren santai.
"Emang Daddy cerewet?" tanya Ram.
"Iya sama kaya kamu," ucap saudara saudaranya serentak.
"Ah sudahlah, aku mau balik kekamar aja besok harus bangun awal," kata Ram sambil bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kamar Ray. Dan diikuti oleh yang lain juga.
Dikamar Diva dan Darmendra...
Darmendra berbaring sambil memeluk istrinya, Diva mengecup kening Darmendra kemudian bibir lalu Diva tersenyum.
"Apa yang hubby pikirkan?" tanya Diva, Darmendra menggeleng.
"Tapi wajah hubby tidak bisa berbohong," ucap Diva lagi.
"Tadi sewaktu kita di makam Mona, apa kamu juga melihat asap putih?" tanya Darmendra.
"Lihat, kenapa?" tanya Diva balik.
"pertanda apa itu?" tanya Darmendra.
"Sudah ayo tidur," ajak Diva.
"Satu ronde sayang," bisik Darmendra ditelinga Diva, Diva mengangguk.
Akhirnya terjadilah pendakian antara suami istri tersebut hingga keduanya mencapai puncak. Ternyata bukan satu kali tetapi berkali kali. Sehingga keduanya kelelahan dan tertidur sambil berpelukan.
Pagi hari...
Para gadis sudah berada di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi, pelayan mansion juga menyiapkan sarapan hanya untuk mereka saja, karena untuk tuan rumah sudah ada para gadis yang menyiapkan.
Sikembar sudah bersiap siap untuk berangkat ke kantor, mereka sudah terlihat rapi dengan pakaian formal mereka. Mereka akan mengantarkan tunangan mereka dulu kekampus setelah itu baru mereka pergi kekantor.
Sedangkan Diva dan Darmendra masih terlelap, karena keduanya terlalu letih setelah melakukan pendakian semalam, bahkan sampai beberapa kali.
Para gadis sudah selesai masak, Vera dan Jordan berjalan kearah meja makan dan hidungnya mencium aroma masakan yang lezat. Ternyata dimeja makan sudah tertata hidangan tersebut.
Para gadis sedang mandi karena baru selesai masak dan menata hidangan makanan tersebut, tidak perlu lama mereka sudah selesai mandi dan berganti pakaian, mereka juga tidak mau tunangan mereka menunggu lama.
__ADS_1
Sikembar sudah berada dimeja makan, hanya tinggal menunggu para gadis. Sedangkan triple A juga belum bangun karena mereka masih libur, tidak berapa lama para gadis pun turun kebawah dan langsung ke meja makan.
"Maaf lama menunggu," ucap Aisyah.
"Gak apa-apa Sayang, yuk sekarang kita sarapan," ajak Ren. Para gadis melayani pasangan masing-masing Vera melayani suaminya.
"Mommy sama Daddy mana?" tanya Cahaya. Mereka baru sadar kalau Diva dan Darmendra belum keluar kamar.
"Mungkin Mommy sama Daddy capek dari kemarin ngurusin untuk acara pertunangan kita," jawab Ram. mereka pun manggut-manggut.
"Kasihan Mommy," ucap Nadine.
"Gak apa-apa, Mommy terlalu senang sehingga ia yang turun tangan," kata Ray.
Mereka pun makan dengan diam, hanya dentingan sendok dan garpu beradu dengan piring saja. Setelah selesai makan mereka pun pamit kepada Oma dan Opanya, mereka tidak ingin menggangu Mommy dan Daddy nya jadi mereka hanya pamit kepada Oma dan Opanya.
Diva menggeliatkan tubuhnya tapi sangat sulit karena dililit oleh tangan kekar Darmendra. Diva membuka matanya dan menatap suaminya yang masih terlihat gagah dan tampan, mengingat hal semalam bahwa suami masih seperti dulu stamina membuat Diva bersemu merah.
"Ternyata kamu masih gagah hubby, meskipun sudah berumur kepala 5," gumam Diva sambil mengelus rahang suaminya.
Diva tersentak saat teringat kalau ia bangun terlambat dan melihat kearah dinding yang ternyata sudah pukul 9 pagi.
"Astaga," ucap Diva, Darmendra yang mendengar itu langsung bangun.
"Ada apa sayang!" tanya Darmendra.
"Hubby bangun, sudah siang loh, kamu tidak kekantor?" tanya Diva.
"Kantor aku liburkan selama 3 hari untuk memberikan cuti kepada karyawan," jawab Darmendra.
"Hubby mereka?" tanya Diva.
"Siapa maksudmu sayang?" tanya Darmendra.
"Hubby bangun, mereka pasti menunggu kita untuk sarapan," ucap Diva.
"Lihat sudah jam berapa? Mereka sudah pasti berangkat ke kampus dan sikembar sudah ke kantor," tanya Darmendra.
"Kamu sih, katanya satu kali tapi malah berkali kali. Ujung ujungnya kita kesiangan," jawab Diva mengerucutkan bibirnya. Darmendra tidak tahan kalau Diva sudah seperti itu, ia langsung menc*um bibir merah Diva dan m*l*m*tnya.
Diva pun terbuai oleh Darmendra dan tanpa sadar membalasnya. Diva tidak bisa menolak sentuhan suaminya hingga terjadilah pendakian dipagi hari ini.
.
__ADS_1
.
.