
.
.
.
Diva dengan cepat menyelesaikan memasaknya, karena ia harus segera melayani suaminya yang hendak mandi, entahlah semenjak menikah dengan Diva, Darmendra selalu minta dilayani baik dari mandi bahkan sampai berpakaian sekalipun harus disiapkan. Beruntung Diva mempunyai anak anak yang mandiri diusia dini. Seperti sikembar dari usia 4 tahun mereka sudah enggan untuk dilayani, karena mereka anak yang jenius jadi ia mengerti kesulitan Mommy nya. Bahkan secara diam diam mereka membantu pekerjaan Mommy nya.
Tapi Diva tau kalau sikembar lah yang mengerjakan pekerjaan nya, hanya saja ia pura pura tidak tahu.
Diva memerintahkan kepada pelayan untuk menata makanan yang sudah dimasak oleh Diva, sementara dirinya akan menyiapkan air untuk mandi suaminya dan pakaian ganti untuk suaminya.
"Sayang, kamu sudah mandi?" tanya Darmendra.
"Sudah hubby, sekarang hubby mandi dulu ya airnya sudah disiapkan." jawab Diva.
"Sayang, apa kamu tidak ingin mandi lagi? Kamu baru habis masak loh?" tanya Darmendra.
"Hubby, kalau lagi pingin bilang aja, jangan pake alasan begitu udah basi tau gak!" jawab Diva. Darmendra hanya nyengir saja.
"Iya sih, aku lagi pengen," ucap Darmendra to the point.
"Semalam kan udah hubby, tadi pagi sebelum berangkat kerja juga udah, masih kurang?" tanya Diva.
"Yang tadi sudah lewat sayang, sekarang lain lagi." jawab Darmendra.
"Sudah mandi sana, nanti baru aku kasih double bila perlu treble," ucap Diva.
"Sungguh? Promise?" tanya Darmendra kegirangan seperti anak kecil yang dibelikan gula kapas dipasar malam.
Diva hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya saat masuk kedalam kamar mandi dengan riangnya.
"Semakin tua semakin menjadi jadi, bukannya ingat umur," gumam Diva sambil menyiapkan pakaian ganti untuk Darmendra.
"Apakah ini yang disebut puber kedua?" tanyanya pada diri sendiri sambil tersenyum.
Tidak berapa lama Darmendra sudah keluar dari kamar mandi dan hanya berbalut handuk sebatas pinggang. Meskipun sudah berumur tapi bentuk tubuhnya masih sangat bagus, tidak kalah dengan anak muda umur 20an. Karena Darmendra kini semakin sering berolahraga, ia ingin tetap sehat demi untuk mengelola perusahaan miliknya sebelum ia wariskan kepada putri putrinya. Sikembar sudah jelas tidak ingin harta warisan tersebut, karena kekayaan mereka juga sudah banyak. Seandainya mereka punya anak banyak pun tidak akan kekurangan harta.
Kini mereka sudah berkumpul dimeja makan, tapi baru saja beberapa suap nasi mereka makan terdengar suara berisik diruang keluarga. Ternyata sikembar sudah datang bersama istri istri mereka.
__ADS_1
"Nyonya, tuan muda sudah datang," ucap Marni kepada Diva, mereka semua saling pandang lalu Diva bangkit dari duduknya dan menghentikan makannya.
"Untung aku masak banyak," gumam Diva sambil berjalan kearah ruang keluarga.
"Mommy...!" panggil menantunya serentak. Diva pun langsung memeluk mereka satu persatu.
"Katanya pulang malam ini, tapi kok sudah sampai?" tanya Diva.
"Gak jadi Mom, tuh mereka merengek minta cepat pulang. Alasannya mau ngasih oleh oleh," ucap Ram.
"kita makan dulu, kebetulan kami sedang makan." ajak Diva. Merekapun ke meja makan untuk makan malam.
"Kakak...!" panggil triple A serentak. Lalu bangkit dan memeluk kakak iparnya itu. Mereka pun makan malam bersama.
Setelah selesai makan malam mereka berkumpul diruang keluarga, sikembar memanggil pelayan dan penjaga mansion ini. Tak lupa juga Agus sopir mereka. Cahaya, Prita, Nadine, Keyla, Danita, Aisyah dan Adira membagikan oleh oleh yang mereka beli sewaktu di Dubai. Betapa senangnya mereka mendapat oleh oleh.
"Jangan dilihat harganya," ucap Cahaya. Ya kalau dilihat harganya mereka pasti berpikir ulang untuk menerima oleh oleh tersebut. Mereka mengucapkan terimakasih berkali kali karena mendapat oleh oleh yang cukup mahal harganya.
"Kalian pasti capek setelah melakukan perjalanan jauh," ucap Vera.
"Iya Oma, tapi senang, ini pengalaman pertamaku naik pesawat," kata Cahaya dengan antusias. Vera tersenyum melihat cucu menantunya bahagia.
Setelah bercerita pengalaman mereka berbulan madu, mereka pun masuk kedalam kamar masing-masing.
Keesokan harinya...
Sikembar tiba tiba merasa lesu. Bukan cuma satu orang, tapi bertujuh sekaligus. Dan penciuman mereka juga sensitif. Saat dimeja makan mereka menjauhkan nasi yang ada didalam piring mereka.
"Kenapa?" tanya Diva yang merasa heran dengan sikap putra putranya itu.
"Gak selera Mom, mencium baunya saja bikin eneg," jawab Ram. Ternyata saudaranya yang lain juga begitu.
"Kenapa kalian ikut ikutan?" tanya Ram.
"Siapa juga yang ikut ikutan? Aku memang tidak ada selera untuk makan nasi," jawab Ren.
"Ada apa honey?" tanya Cahaya pada Ram suaminya. Begitu juga dengan Aisyah dan yang lainnya, mereka heran dengan perubahan sikap suami mereka.
"Kalau tidak makan nasi mau makan apa sarapannya?" tanya Aisyah.
__ADS_1
"Aku pengen makan mentimun sayang, diberi irisan cabe rawit dan bawang merah terus gula secukupnya dan garam secukupnya jangan lupa tambahkan cuka yang terbuat dari buah rambai," jawab Ren.
"Hah...!" ucap Diva heran.
"Sebentar aku telpon ayah, mungkin ada cuka yang terbuat dari buah rambai." kata Aisyah.
Lalu Aisyah pun menelpon ayahnya, dan tidak berapa lama ia tersenyum senang karena ternyata cuka itu ada.
"Gimana sayang, ada?" tanya Ren.
"Ada hubby, sebentar lagi ayah akan mengantarkannya kemari," jawab Aisyah. Sementara triple A sudah berangkat ke sekolah karena mereka takut terlambat.
"Ada apa dengan kalian?" tanya Darmendra.
Karena sikembar satu pun tidak ada yang mau makan nasi. membuat Diva, Vera, Jordan dan Darmendra keheranan.
"Sayang aku juga mau yang seperti Ren," ucap Ram merengek seperti anak kecil minta jajan. Semakin membuat mereka terheran heran.
Darmendra pun pamit karena ia ingin kekantor. Kebetulan ia juga sudah selesai sarapan.
Cahaya mengiris mentimun sedangkan Aisyah mengiris cabe rawit dan bawang merah.
"Jangan pakai bawang putih, sayang," pinta Ren. Aisyah mengangguk.
Tidak berapa lama kemudian Sofian datang membawa cuka tersebut. Lalu Aisyah pun mengolahnya. Setelah jadi sikembar malah berebut untuk memakannya. Sekali lagi Vera, Diva dan Jordan dibuat heran. Sikembar tidak makan nasi dan apapun hanya memakan mentimun yang diolah dengan cuka, dan itu membuat mereka sumbringah senang.
"Sebenarnya ada apa dengan kalian?" tanya Vera, Sikembar menggeleng serentak.
"Gak tau Oma, bangun tidur rasanya badanku lesu banget, tapi setelah makan ini rasanya segar," jawab Ren. Dan yang lainnya juga mengatakan hal yang sama. Bahkan mencium bau telur dadar saja membuat mereka eneg. hanya minum kopi dan makan mentimun untuk sarapan mereka sudah membuat mereka kenyang.
"Sekarang aku sudah lega, dan aku ingin kekantor," kata Ren.
Sedangkan Sofian sudah mengobrol dengan Jordan diruang tamu. Sikembar pun pamit untuk kekantor kepada Oma, Mommy, Jordan dan Sofian. Dan tidak lupa pada istri mereka masing-masing tentunya.
.
.
.
__ADS_1