
.
.
.
Sementara Ram sudah tiba di gedung seberang hotel. Tinggi gedung tersebut mencapai 29 tingkat. Ram mengeluarkan sarung tangan ciptaannya, dan menekan tombol yang ada di sepatunya, Ram merangkak naik keatas bangunan tersebut seperti cicak.
"Tidak sia sia aku menciptakan alat ini," gumam Ram, Ram terus naik keatas bangunan tersebut.
Tidak berapa lama Ram pun tiba di rooftop, Ram mengendap-endap menuju orang yang sedang membelakanginya. Orang itu sibuk dengan senapan sniper nya jadi ia tidak menyadari kehadiran Ram. Saat Ram semakin mendekat dan orang itupun menoleh.
Namun terlambat, Ram dengan cepat melayangkan tendangan kearah orang itu tepat mengenai telinganya. Orang itu terlempar beberapa meter. Kemudian orang itu bangkit dan hendak menyerang Ram. Tapi Ram bukan orang yang lemah yang tidak tau gerak gerik lawan. Orang itu mengeluarkan pistol dan segera menembakkan nya kearah Ram.
Ram memiringkan tubuhnya menghindari peluru tersebut. Orang itu hendak menembak Ram lagi, tapi dengan cepat Ram menendang tangan orang itu hingga pistolnya terlempar.
"Aku tidak ingin bermain main lagi," seringai Ram. Ram menendang orang itu tapi ia sempat menghindar, Ram memutar tubuhnya dan menendang lagi. Tapi kaki Ram ditangkis olehnya.
"Boleh juga orang ini," batin Ram. Ram menyerang terus menerus, ternyata orang itu cukup tangguh dan ia bisa mengimbangi Serangan dari Ram.
Kemudian orang itu yang menyerang Ram dengan cara meninju, tapi Ram dengan cepat menangkap tangan orang itu dan menangkap topeng yang kenakan oleh orang itu, seketika topeng itu terlepas dan rambut panjang orang itu juga tergerai.
"Ternyata kau seorang wanita," kata Ram. Ram benar benar tidak menduga kalau yang dilawan nya adalah seorang wanita. Karena dari postur tubuhnya seperti seorang laki-laki.
"Ya, aku memang seorang wanita, lalu kenapa?" tanyanya.
"Dan kau telah mematahkan tangan dan kaki kelompok kami, mereka adalah pasukan terkuat ke 20 dari pasukan kami," kata wanita itu lagi.
"Bukankah kalian yang lebih dulu mencari masalah dengan kami? Dan kami sebelumnya tidak ada urusan dengan the dragon." tanya Ram. Wanita itu terdiam, apa yang dikatakan oleh Ram ada benarnya.
"Tapi kau sudah membuat ketua kami murka, dan itu membuat ia sendiri yang turun tangan untuk menghabisi semua pengunjung di hotel itu," tunjuk wanita itu kearah hotel.
"Baik, jangan salahkan kami bila kelompok mafia the dragon musnah," kata Ram. Wanita itu menyeringai meremehkan.
"Sekuat apa kalian? Sehingga ingin memusnahkan kelompok mafia kami?" tanya wanita itu.
"Sebentar lagi kau akan tahu, dan perlu kau ketahui kelompok mafia bloods, kami yang musnahkan," jawab Ram. Wanita itu sedikit terkejut, tapi ia berusaha untuk menutupinya.
"Hahaha, mana mungkin? Kelompok itu sudah musnah beberapa tahun lalu. Mana mungkin kalian yang memusnahkannya? Paling paling kalian waktu itu masih kecil, jangan mimpi," tanya wanita itu.
__ADS_1
Ram tidak lagi menjawab, karena ia pikir akan membuang buang waktu kalau harus meladeni wanita ini. Sementara masih ada yang ingin ia selamatkan di hotel tersebut. Diam diam Ram mengambil pulpen dari saku celananya dan syuut, jarum melesak mengenai leher wanita itu. Karena wanita itu juga kurang berhati-hati. Sehingga ia tidak dapat menghindar.
"Ka..kau..!" wanita itu tidak dapat meneruskan kata katanya dan seketika itu juga wanita itu pingsan.
Ram pun pergi meninggalkan tempat itu, ia turun melalui lift tidak lagi melalui dinding bangunan tersebut.
Sementara di dalam restoran hotel masih terjadi pertempuran antara musuh dengan sikembar.
"Cari orang itu," teriak ketua mafia the dragon.
"baik tuan," jawab anak buahnya. Ketua mafia the dragon heran, mengapa anak buahnya rata rata pingsan. Dan lalu iapun mengeceknya.
"S*al, ternyata mereka lebih cerdik daripada kita," umpat ketua mafia tersebut.
"Lapor tuan, anak buah kita tinggal sedikit lagi. Yang lain sudah tumbang semua," kata bawahannya itu.
"Br*ngs*k, cepat cari orang itu," teriak ketua dengan marah. Kemudian ia menelpon kekasihnya yang berada di bangunan seberang. Berkali kali tapi tidak ada jawaban.
"Kemana dia?" Batin ketua. kemudian ia mencoba berkali kali menelpon tapi tetap tidak ada jawaban.
"Percuma kau menelponnya, sekarang dia sudah Sekarat," ucap Ram yang tiba tiba sudah berada di belakang ketua. Ketua itu menoleh dan tertawa.
"Hahaha, akhirnya kau muncul juga, kau mau menyerahkan nyawamu?" tanya ketua. Ram hanya tersenyum.
"Bagaimana? Apa kamu sudah membereskan sniper itu?" tanya Ren.
"Sudah, ternyata tidak sekuat namanya," ejek Ram. ketua pun emosi mendengar ejekkan Ram, selama ini belum pernah ada yang meremehkan kekuatan mereka. (mafia the dragon).
"Siapa sebenarnya kalian?" tanya ketua.
"Kami? Hanya orang yang tidak penting untuk kamu ketahui," jawab Ray.
Sekarang mereka semua sudah berkumpul, para anak buah mafia the dragon sudah mereka kalahkan satu persatu.
"Sudah beres semuanya" tanya Ram. mereka semua pun mengangguk.
Ketua mengeluarkan pistol dari saku jasnya, dan menodongkan kearah Ray, Ray santai saja tanpa takut sedikitpun.
"Silahkan tembak," tantang Ray. Ketua mafia itu menyeringai dan....
__ADS_1
Dor...
Satu tembakan melesat kearah Ray, namun Ray dengan gesit menghindar dari peluru tersebut. ketua itu ingin menembak sekali lagi, tapi belum sempat ia menarik pelatuk nya Nadine sudah menendang tangan ketua mafia tersebut. Sehingga pistol itu terlempar. Cahaya dengan cepat mengambil pistol tersebut dan membuangnya.
Kedua anak buahnya yang tersisa hendak melarikan diri, tapi baru beberapa langkah ia berlari sudah tersungkur kelantai. Ternyata Cahaya sudah lebih dulu menembaknya, dan satunya lagi ditembak oleh Aisyah.
"Semua anak buahmu sudah terkapar," ucap Ram.
"Sekarang tinggal giliranmu," kata Ren.
"Bersiaplah untuk menjemput ajalmu," ucap Ray. Sedangkan para istri mereka sudah duduk santai dikursi. Para pengunjung yang tadi bersembunyi kini sudah memberanikan diri untuk keluar. Karena merasa sudah aman, mereka pun keluar dengan perlahan lahan.
Sikembar menghajar ketua mafia itu hanya dengan tangan kosong, ketua benar benar kualahan karena dikeroyok oleh sikembar. Tidak perlu waktu lama sikembar sudah melumpuhkan ketua mafia tersebut.
Kemudian polisi pun datang, karena tadi manager hotel tersebut menghubungi polisi. Karena gerakan mereka kurang cepat jadi setelah kekacauan usai barulah mereka datang.
"panggil ambulans," perintah Ray pada manager hotel tersebut. Dan manager itupun segera menghubungi Ambulans karena ada beberapa korban yang terluka. Beruntung tidak sampai tewas.
Tidak berapa lama beberapa ambulans pun datang, korban segera dilarikan kerumah sakit. Dan manager hotel menghampiri mereka, serta komandan polisi juga.
"Terimakasih telah memberantas klan mafia tersebut," ucap komandan polisi.
"Tidak perlu berterimakasih tuan, kebetulan kami ada disini dan melawan mereka semampu kami," jawab Ram.
"Hmmm, aku akui keberanian kalian, sekali lagi terimakasih," ucap komandan polisi. Lalu ia pun pergi dari tempat itu.
"terimakasih anak muda, kalian menyelamatkan banyak nyawa," ucap manager hotel tersebut. Mereka semua pun mengangguk.
.
Mungkin ada yang bertanya tanya, mengapa sih ceritanya merembet ke mafia?
Jawabnya, karena memang dari awal Ram diculik mereka sudah berurusan dengan mafia. Yang kedua, dihadirkan klan mafia dalam cerita ini adalah hanya sebagai pelengkap untuk menambah konflik mereka. karena aku tidak terlalu suka untuk menghadirkan pelakor dan pebinor jadi aku hadirkan klan mafia.
Ibarat kita memasak rendang, sikembar adalah dagingnya, untuk masakan rendang daging itu supaya enak harus dilengkapi dengan bumbu dan rempah rempahnya. Nah klan mafia itu adalah sebagai rempah dan bumbunya.
Mohon maaf ya, kalau tidak suka boleh di skip.
.
__ADS_1
.
.