Tujuh CEO Muda

Tujuh CEO Muda
Kebutik


__ADS_3

.


.


.


Mereka pun mulai makan...


"Setelah ini kita kebutik ya sayang," kata Ram kepada Cahaya.


"Hmmm," ucap Cahaya sambil mengangguk karena ia sedang menggigit ceker ayam.


"Enak gak?" tanya Rasya pada Adira, Adira mencicipi sop iga kambing.


"Enak banget, belum pernah aku makan sop kaya gini," jawab Adira.


"Aku juga mau coba sop nya," kata Cahaya. Kemudian Ram mendekatkan mangkok berisi sop iga kambing tersebut.


"Hmmm, ternyata benar sangat enak," ucap Cahaya.


Hingga dalam sekejap sop iga kambing sudah berpindah keperutnya, kemudian ia melanjutkan makan ceker ayam yang masih tersisa didalam mangkok tersebut.


"Sayang, kalau aku gendut gimana?" tanya Cahaya.


"Kenapa? kamu takut gendut? Takut aku mencari yang lebih s*ksi?" tanya Ram, dan Cahaya mengangguk.


"Nanti setelah menikah pun kamu akan ku buat gendut," kata Ram enteng. Cahaya bersemu merah mendengar hal itu, berbeda dengan Adira yang malah tersenyum.


"Kenapa?" tanya Rasya, Adira menggeleng.


"Mau juga dibuat gendut?" tanya Rasya sambil berbisik.


"Apaan sih, gak jelas banget," jawab Adira menoleh kearah lain menyembunyikan perasaannya yang entahlah. Yang pasti wajahnya sudah memerah.


"Kenapa wajahmu merah?" tanya Rasya.


"Ini kuah seblak cekernya pedas banget," jawab Adira, padahal wajahnya memerah bukan karena kuah seblak. Melainkan karena malu digoda oleh Rasya.


Setelah selesai makan Ram segera membayar, dan pemilik rumah makan tersebut merasa sangat senang karena Ram membayar dengan lebih dari harga sebenarnya.


"Mari kita pergi," ajak Ram, mereka semua pergi dari tempat itu dan akan segera kebutik.

__ADS_1


Ram membuka pintu mobil untuk Cahaya, setelah itu baru ia masuk dari pintu sebelah dimana letak kemudi. Begitu juga Rasya membukakan pintu mobil untuk Adira.


"Silahkan sayang," ucap Rasya, Adira hanya tersenyum saja.


Kini mereka sudah sampai ditempat yang mereka tuju, Ram memarkirkan mobilnya ditempat parkir, kemudian mereka turun bersama dan bergandengan tangan, tidak berapa lama datang juga Rasya dan Adira. Setelah mobil terparkir sempurna Rasya turun bersama Adira dari mobil tersebut.


"Kenapa kebutik ini?" tanya Cahaya.


"Memangnya kenapa?" tanya Ram balik.


"Ini butik yang terkenal itu dan disini semua gaun harganya tidak ada yang murah," jawab Cahaya.


Ram tersenyum, "Gaun mahal akan lebih sempurna bila yang memakainya gadis cantik sepertimu."


Cahaya tersenyum, tidak bisa dipungkiri bahwa ia sangat senang dipuji oleh kekasihnya. Hingga wajahnya merona.


"Kamu masuk duluan ya, aku mau ke toilet sebentar," kata Ram.


Cahaya masuk tapi karena penampilan Cahaya kurang meyakinkan untuk orang sekelas mereka (orang kaya) jadi ia tidak terlalu diperhatikan oleh pelayan. Sebelum Ram ke toilet Ram lebih dulu memberikan kartu hitam miliknya kepada Cahaya.


"Saya mau mencari gaun untuk pesta," ucap Cahaya kepada pelayan tersebut, tapi pelayan itu menelisik penampilan Cahaya dari atas sampai bawah, Cahaya yang diperhatikan seperti itu merasa risih.


"Disini semua gaun mahal, dan tidak melayani orang miskin sepertimu," ucap pelayan itu dengan sinis.


"Aya, kenapa?" tanya Adira, Cahaya hanya tersenyum dan menggeleng.


"Jangan sentuh," cegah pelayan itu kepada Adira. Karena penampilan Cahaya dengan Adira sebelas duabelas yaitu sederhana.


"Memangnya kenapa mbak? Saya juga mau beli gaun," jawab Adira.


"Disini gaun untuk orang kelas atas, bukan untuk orang miskin seperti kalian." ucap pelayan itu. Kemudian pelayan itu pun berlalu dari hadapan mereka.


Cahaya dan Adira pun keluar dari butik tersebut, tak berapa lama datang Ram bersama dengan Rasya.


"Sudah dapat gaunnya?" tanya Ram.


"Belum, gak ada yang cocok," jawab Cahaya.


"Masa sih, disini gaun bagus bagus loh, masa tidak ada yang cocok?" tanya Ram.


"Justru karena gaunnya terlalu bagus, untuk menyentuhnya saja kami dilarang," jawab Adira.

__ADS_1


"Ya sudah tidak apa-apa, kita cari yang lain saja," ucap Ram.


Tidak berapa lama pemilik butik tersebut berlari memohon agar butiknya jangan ditutup. Ia bersama pelayan tadi yang menghina mereka datang menghampiri mereka dan memohon meminta maaf.


"Tuan tolong butik saya jangan ditutup, saya akan beri gratis untuk gaun itu tuan," ucap pemilik butik tersebut. Ternyata diam diam Ram dan Rasya melihat perlakuan pelayan tersebut pada kedua kekasihnya dan langsung menelpon pemilik butik tersebut. Tentu saja pemilik butik itu langsung marah pada pelayan yang telah menghina pelanggannya.


"Sayang tidak perlu seperti itu, lebih baik kita cari tempat lain saja ya," bujuk Cahaya.


"Dengar, beruntung kekasihku tidak mempermasalahkan hal itu. Kalau tidak maka butik ini akan segera tutup," ucap Ram lantang.


"Terimakasih banyak tuan, mari saya yang akan melayani langsung kekasih tuan," ucap pemilik butik tersebut.


"Sayang kita cari butik lain saja ya," ucap Cahaya. Ram pun mengangguk.


Lalu keempatnya pun pergi kebutik yang lain, pemilik butik tersebut menatap tajam pada pelayan itu.


"Gara gara kamu, aku kehilangan pelanggan super kaya," ucap pemilik butik tersebut.


"Maafkan saya nona, saya tidak tahu kalau mereka itu kekasih tuan muda Henderson. Karena penampilan mereka seperti orang miskin," ucap pelayan itu memohon sambil menangis agar tidak dipecat.


"Kamu hanya seorang pelayan dibutik saya, apa hakmu menilai penampilan orang lain? Bisa saja orang yang kamu anggap biasa biasa saja tapi sebenarnya luar biasa, dan malah sebaliknya," tanya pemilik butik tersebut.


"Ampun nona, saya tidak akan mengulanginya lagi," ucap pelayan itu.


"Sudahlah, lebih baik kamu cari pekerjaan lain saja yang sesuai dengan profesimu yang suka merendahkan orang lain," ucap pemilik butik tersebut.


Akhirnya pelayan itu pun dipecat karena kecerobohannya. Memang pelayan itu sudah sering berperilaku seperti itu, hanya saja tidak ketahuan. Tapi kali ini baru ketahuan dan kebetulan oleh orang yang paling berkuasa.


Cahaya dan Adira masuk kesebuah butik yang tidak terlalu terkenal. Mereka kali ini ditemani oleh pasangan masing-masing. Tidak berapa lama datang Ray bersama Nadine, dan disusul Rakha bersama Keyla. Datang lagi Raffa bersama Prita, dan Roy bersama Danita. Sedangkan Ren ketempat lain karena Aisyah harus mencari gaun yang satu set dengan hijabnya.


Disini mereka dilayani dengan sangat baik, bahkan pemilik butik tersebut langsung turun tangan untuk melayani mereka.


"Saya mau gaun pesta untuk undangan pernikahan," kata Cahaya. Pemilik butik tersebut menatap wajah Cahaya yang cantik lalu tersenyum.


"Sebentar saya ambilkan," ucap pemilik butik tersebut.


Sedangkan yang lain dilayani oleh pelayan. Dan mereka sangat senang karena sudah beberapa bulan ini butik tempat mereka bekerja selalu sepi. Tapi kali ini mereka sangat senang karena dapat pelanggan enam orang sekaligus. Bahkan dari orang terkaya di negara ini.


"Saya rasa ini cocok untuk nona, wajah nona cantik dan lembut, silahkan dicoba nona," ucap pemilik butik itu dengan ramah. Cahaya masuk keruang ganti untuk mencoba gaun tersebut.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2