
.
.
.
Ram tiba diperusahaan obat obatan miliknya, saat ia masuk sudah tercium olehnya aroma obat obatan yang membuat dirinya mual. Ram segera berlari toilet yang ada diruangan kerjanya.
hueek... hueek... Ram memuntahkan isi perutnya yang ia makan tadi. Ram memijat pelipisnya dengan jari jari tangannya.
"Tuan ada apa?" tanya Abdi sang asisten.
"Gak tau, aku mual mencium bau obat obatan," jawab Ram. Padahal pembuatan obat tersebut ada dibelakang perusahaan mereka yang terdapat sebuah pabrik untuk membuat obat obatan tersebut.
"Apa perlu saya panggilkan dokter, tuan?" tanya Abdi, Ram menggeleng.
"Aku mau pulang saja, gak tahan lama lama disini, Oya berkas berkas yang ingin dikerjakan dan yang akan ditandatangani nanti akan aku bawa pulang saja, aku akan kerjakan di mansion saja," jawab Ram.
"Baiklah tuan," kata Abdi.
"Tolong kamu handle dulu perusahaan, perasaanku rasanya kurang baik baik saja," ucap Ram.
"Baik tuan," jawab Abdi. Ram pun keluar dari ruangannya dan berjalan menuju lift. Saat melewati karyawan wanita Ram menegurnya.
"Kenapa kamu bau sekali?" tanya Ram. Karyawan itu mengendus-endus tubuhnya lalu kemudian ia mengernyitkan dahinya karena merasa dirinya tidak bau. Tapi karyawan wanita itu tidak ingin membuat bosnya marah jadi ia hanya meminta maaf.
Ram pun pulang dengan mengendarai mobil. Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, karena ia ingin secepatnya tiba di mansion.
Saat melewati sebuah rumah yang cukup jauh dari penghuni rumah yang lain. Hanya satu buah rumah saja yang ada, dan di sekeliling rumah tersebut hanya pohon dan buah buahan. Melihat ada buah jambu air, Ram menelan ludahnya.
"Rasanya aku pengen banget makan buah jambu air itu," batin Ram. Ram pun menepikan mobilnya dipinggir jalan dan segera keluar dari mobil untuk menemui pemilik kebun tersebut.
"Pak beli jambunya," sapa Ram.
"Oh iya tuan, mau berapa kilo?" tanya Bapak itu.
"Sekilo aja Pak," jawab Ram. Lalu Bapak itu pun memetik buah jambu yang sudah matang. Dan diperkirakan cukup bapak itu pun memberikannya kepada Ram. Ram membayar dengan uang dua lembar seratus ribu.
"Kebanyakan tuan," kata Bapak itu.
"Gak apa-apa Pak, buat bapak aja," ucap Ram. Dan bapak itu mengucapkan terimakasih.
Ram kembali ke mobilnya dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Saat tiba di mansion ternyata saudaranya juga sudah pulang, seperti yang dialami Ram, mereka juga mengalaminya. mereka menjadi sensitif dengan bau apa saja. Apalagi bau minyak wangi dan sejenisnya.
"Apa yang kau bawa?" tanya Ray yang sedang berbaring diatas karpet dan berbantalkan kaki istrinya.
"Jambu air, entah kenapa aku tiba-tiba ingin memakannya," jawab Ram.
__ADS_1
Loh honey kok sudah pulang?" tanya Cahaya yang baru turun dari kamar mereka.
"Aku gak tahan mencium bau obat obatan, sayang," jawab Ram.
Sedangkan Ray sudah memakan jambu yang dibawa oleh Ram. yang lain ada dikamarnya masing-masing bersama istri mereka tentunya. hanya Ren yang masih dikantor.
Melihat Ray memakan jambu dengan lahap, Ram pun tidak mau ketinggalan.
"Hubby, sebenarnya ada apa sih, selama ini aku belum pernah melihatmu seperti ini?" tanya Nadine. Ray hanya menggeleng dan terus makan tanpa menghiraukan Nadine.
"Apa ada yang salah ya?" gumam Nadine dalam hati.
Rakha, Rasya, Roy dan Raffa pun turun kebawah, mereka melihat Ray dan Ram sedang makan jambu mereka pun berlari kearah Ray dan Ram lalu merampas kantong plastik tersebut. Aksi rebut rebutan pun terjadi.
"Ada apa ini?" tanya Vera yang juga keluar dari kamarnya karena mendengar suara berisik. Sedangkan Jordan hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Jawab, ada apa?" tanya Vera lagi.
"Eee, anu Oma, itu...!" ucap Raffa menunjukkan kantor plastik yang sudah tidak utuh lagi.
"Hanya karena buah jambu kalian sampai ribut?" tanya Vera lagi. Vera pun sampai geleng-geleng kepala dibuatnya.
Sedangkan sikembar hanya asik makan jambu seperti tidak pernah memakannya saja.
"Nyonya, saya mau keluar untuk berbelanja ke supermarket," pamit Marni dan Aida.
"Hmmm," jawab Vera. karena ia juga pusing melihat tingkah laku sikembar saat ini.
"Baik tuan muda," jawab Aida dan Marni serentak.
Berbeda dengan sikembar berbeda juga dengan Ren. Saat ini Adam dibuat pusing oleh sikap Ren, karena setiap Adam mendekat Ren mengusirnya, saat Adam kembali keruangan nya Ren memanggilnya.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan tuan muda? Semenjak pulang dari Dubai sifatnya jadi berubah menyebalkan," batin Adam. Mana berani ia bicara terang terangan, maka pekerjaannya lah yang menjadi taruhannya.
"Dam, perintah pada semua karyawan baik laki laki dan wanita mulai besok jangan memakai parfum apapun," perintah Ren.
"Baik tuan muda," jawab Adam.
"Sekarang pergilah, aku tidak tahan berdekatan lama lama denganmu. Badanmu sangat bau," ucap Ren. Adam mengendus-endus tubuhnya tapi tidak bau malahan sangat wangi. kemudian Adam pun keluar, ia tidak mau membuat bosnya marah.
Tapi baru saja Adam ingin membuka pintu Ren sudah memanggilnya kembali.
"Ya tuan, ada apa?" tanya Adam.
"Tolong kamu carikan aku martabak manis topingnya keju dan susu serta kacang," perintah Ren.
"Baik tuan," jawab Adam. kemudian Ren memberikan uang untuk membelinya.
"Tuan makin aneh aneh saja," gumam Adam.
__ADS_1
"Adam...!" panggil Ren saat Adam hendak membuka pintu.
"Iya tuan," jawab Adam.
"Belikan juga buah ceri," perintah Ren.
"Baik tuan," jawab Adam. Adam pun keluar sambil mengumumkan kepada seluruh karyawan bahwa mulai besok tidak diperbolehkan untuk memakai parfum. mereka semua pun heran, tidak biasanya seperti itu?.
Lalu Adam pun keluar dan melajukan mobilnya ke supermarket dulu untuk mencari buah ceri. kemudian ia baru mencari martabak.
"Kenapa sekarang aku pengen makan yang manis-manis tapi ada asam asam juga?" batin Ren.
Tok...
Tok...
Tok... pintu ruangan Ren diketuk, ternyata sekretarisnya yang datang memberikan berkas yang akan ditandatangani. Ren spontan menutup hidungnya. Sekretaris pun heran, iapun mengendus-endus tubuhnya kalau kalau ada yang salah. Sekretaris itu pun segera meletakkan berkas itu dimeja dan kemudian iapun berlalu pergi dari ruangan itu. Barulah Ren melepaskan tangannya dari hidungnya.
"Hari ini si bos terlihat sangat aneh," batin Rina sang sekretaris.
"Ah sudahlah untuk apa juga aku pikirkan, mendingan aku kerja dengan tekun," gumam Rina.
Sedangkan di bagian lain para karyawan sedang bergosip dengan peraturan baru dari perusahaan, bahwa mereka tidak diperbolehkan memakai parfum apapun.
"Sebenarnya ada apa ya?" tanya karyawan A.
"Entahlah, aku sendiri juga tidak tahu," jawab karyawan C.
"Apa jangan jangan istrinya sibos hamil ya!" tanya si B.
"Hus jangan ngomong sembarangan, nanti jatuhnya fitnah," jawab si A.
"Ya siapa tau kan?" tanya si B lagi.
"Tapi mereka menikah baru seminggu yang lalu, masa sih langsung hamil," jawab si C.
"bisa saja, kalau Tuhan sudah berkehendak apapun bisa terjadi, termasuk orang hamil," kata si D.
"Itu artinya si bos dengan istrinya sama sama subur," jawab si B.
"Ah sudahlah mending kita kerja, daripada nanti dipecat gara gara suka bergosip," kata si A.
"Yuk kerja," kemudian mereka pun kompak menyelesaikan pekerjaan mereka.
Sedangkan Ren tidak tentu bekerja, ia sudah tidak sabar ingin memakan makanan yang ia pesan ke Adam. Ren mengetuk ngetuk kan pulpen ke meja. Sambil berpikir mengapa ia tiba tiba menginginkan sesuatu. Tapi otak jeniusnya tidak menemukan jawaban apapun.
.
.
__ADS_1
.