Tujuh CEO Muda

Tujuh CEO Muda
Jangan berurusan denganku


__ADS_3

.


.


.


Ram tanpa ampun menghajar mereka satu persatu, ternyata keahlian mereka belum seberapa dibandingkan Ram yang sudah berlatih sejak kecil.


"Jangan berurusan denganku bila tidak ingin celaka," ucap Ram sambil menepuk nepuk tangannya seolah ada debu yang menempel.


Kemudian Ram menghampiri Jessica yang sudah terlihat lemah.


"Apakah tawaranmu masih berlaku?" tanya Ram. Jessica menggeleng.


"Kenapa? Bukankah tadi kau begitu berambisi menawarkan diri untuk menjadikan aku simpananmu?" tanya Ram sambil mencengkram erat rahang Jessica. Jessica menatap kearah Ram yang terlihat begitu menyeramkan dimatanya. Tidak seperti tadi saat di restoran.


"Seharusnya kau berpikir 1000 kali untuk berurusan denganku, ingat itu," ancam Ram.


"Kalau besok kau dan seterusnya kau masih berurusan denganku, maka seluruh keluargamu adalah jaminannya," ucap Ram penuh ancaman. Jessica hanya bisa terdiam dengan tubuh yang gemetar.


Ram sengaja mengancam Jessica seperti itu, agar kedepannya bisa berpikir ulang untuk mencari masalah dengan keluarga Henderson.


"Jangan kau kira aku lemah yang bisa gertak hanya dengan cecunguk cecunguk seperti itu, aku lebih kejam dari yang kau bayangkan," ucap Ram lalu melepaskan cengkraman itu dengan kasar hingga wajah Jessica berpaling kearah lain.


"Ingat, jika masih berurusan denganku atau keluargaku maka kamu akan tahu akibatnya," ucap Ram kemudian melangkah menghampiri mobilnya dan masuk, setelah itu Ram pun pergi meninggalkan tempat itu tanpa menoleh lagi kearah mereka. Ram memutar arah mencari jalan lain untuk pulang ke mansion.


"Aku tidak menyangka ternyata sifatnya tidak seindah wajahnya," gumam Jessica. Kemudian ia mencoba bangkit tapi tubuhnya terasa sangat Sakit karena Ram menendangnya tanpa hati. Jessica perlahan lahan menyeret tubuhnya menghapiri mobilnya dan kemudian masuk. Dengan segala kemampuan yang tersisa Jessica pergi dari tempat itu.


Ram tiba di mansion, dengan cepat ia masuk kedalam kamar tanpa menyapa orang yang ada di ruang tamu tersebut. Vera dan Jordan yang ada diruang tamu pun saling pandang karena tidak biasanya Ram seperti itu.


"Daddy, apakah kita tidak terlihat lagi sehingga tidak disapa oleh cucu kita?" tanya Vera, Jordan hanya mengedikan bahu saja sebagai jawaban.


Ternyata Ram tidak melihat keberadaan Oma dan Opanya yang duduk diruang tamu, saking terburu burunya ia ingin cepat cepat bertemu dengan anak anaknya.


Ram kekamar mandi terlebih dahulu untuk membersihkan diri setelah itu baru menemui anak anaknya.


"Sayang...!" panggil Ram saat ia masuk kedalam kamar baby Al dan baby Ale. Cahaya menoleh kearah suara dan kemudian tersenyum.


"Hubby sudah pulang?" tanya Cahaya. Ram tersenyum lalu menggendong baby Ale yang baru saja diberi asi.

__ADS_1


"Anak ayah sudah kenyang ya, hmmm?" tanya Ram.


"Sekarang giliran baby Al, pasti sudah lapar ya!" kata Ram lagi.


"Iya ayah," jawab Cahaya menirukan suara anak kecil.


"Sayang...!" panggil Ram sambil mendekatkan dirinya kepada Cahaya. Karena baby Ale sudah tidur jadi Ram meletakkannya di box bayi.


"Ayah sudah bertemu klien?" tanya Cahaya.


"Hmmm, bahkan kliennya sudah babak belur," jawab Ram, Cahaya yang mendengar itu mengernyitkan dahinya.


"Maksud ayah?" tanya Cahaya.


"Haah... kliennya ternyata punya maksud lain, ya sudah sekalian aja aku hajar," jawab Ram santai. Seolah menghajar orang itu hal yang biasa.


"Ada ada saja," ucap Cahaya. kemudian ia menempatkan baby Al ke box bayi, karena baby Al sudah kenyang dan tertidur.


"Aku belum pernah mendengar suara tangisan mereka, sayang," kata Ram.


"Iya ayah, mereka tidak pernah menangis, aku juga heran. tapi yang lain juga begitu, katanya baby double K dan double Q juga tidak menangis," jawab Cahaya.


"Kata Mommy tidak aneh, karena mereka mengikuti kebiasaan ayahnya," jawab Cahaya.


"Mommy bilang ayah sewaktu kecil juga begitu," ucap Cahaya lagi.


Ram hanya nyengir saja. Ia mana tau kalau sewaktu kecil akan begitu?.


Sedangkan Diva berada dikamar baby double K dan double Q. Diva menemani Keyla karena Rakha masih di perusahaan. Rakha sudah mulai bekerja kembali dikantor setelah sekian lama bekerja di mansion saja, seperti yang lain, Rakha semenjak istrinya hamil juga bekerja di mansion saja. Kini anak anaknya sudah lahir jadi ia pun sudah mulai bekerja dikantor.


Soal menjaga anak, Rakha hendak menyewa jasa baby sitter tapi Keyla menolak, karena anak anaknya tidak rewel jadi biarkan ia sendiri yang menjaganya.


"Kamu yakin sayang tidak ingin mencari baby sitter untuk menjaga mereka?" tanya Diva.


"Untuk sementara biarkan saja dulu Mom, lagian mereka jarang menangis jadi tidak merasa sulit untuk menjaga mereka." jawab Keyla.


Diva tersenyum, ternyata menantu menantunya keras kepala juga. "Ya sudah kalau begitu mau mu,"


Kemudian Diva pun menggendong baby Kenzo karena merengek terbangun, ternyata baby Kenzo popoknya basah.

__ADS_1


"Ohhh cucu Oma, popoknya basah ya?" tanya Diva, mata sipit Kenzo mengerjap ngerjap memandang wajah Diva, seketika Kenzo tersenyum. matanya sipit karena belum terbuka sempurna. meskipun sudah beberapa Minggu setelah dilahirkan.


"Duhh, gantengnya cucu Oma." ucap Diva lagi lalu mencium pipi baby Kenzo kiri dan kanan.


"Mommy...!" panggil Keyla.


"Hmmm, ya ada apa?" tanya Diva balik.


"mungkin kami sebentar lagi akan pindah rumah, hmmm apa Mommy tidak keberatan?" tanya Keyla takut takut. Takut Diva akan tersinggung. Tapi diluar dugaan, Diva malahan tersenyum.


"Kenapa Mommy harus keberatan? Tidak ada alasan Mommy untuk melarang kalian hidup mandiri. Mommy akan mendukung apapun keputusan kalian, selama itu dijalan kebaikan. Mommy akan bahagia jika kalian anak anak Mommy bahagia," ucap Diva.


Keyla merasa sangat terharu mendengarnya, tidak disangka ternyata Diva akan mendukung mereka.


"Kalian sudah dewasa, sudah berumah tangga Mommy dan Daddy hanya bisa mendukung bukan untuk mencampuri rumah tangga kalian. Lagipula kalian pindah bukan ke luar negeri, masih di kota ini juga, jadi bila masa Mommy dan Daddy akan menjenguk kalian, atau kalian yang datang kesini," jawab Diva.


"Terimakasih Mom," ucap Keyla lalu memeluk Diva.


"Sudah, sekarang sudah siang mari kita makan. Pasti bik Aida sudah selesai memasak. Diva meletakkan Kenzo di box bayi karena Kenzo juga tertidur.


Diva memanggil pelayan untuk menjaga bayi kembar mereka.


Akhirnya semuanya turun kebawah untuk makan siang, ternyata suami suami mereka sudah pulang dari kantor.


"Ehh, hubby sudah pulang?" tanya Nadine pada Ray.


"Aku kangen pada baby, sayang. Saat bekerja wajah mereka terbayang bayang," jawab Ray.


Mereka seperti kompak pulang bersamaan, dengan alasan kangen pada anak anak mereka.


"Ya sudah, makan dulu baru setelah itu menemui anak anak kita." ucap Nadine.


"Eits... jangan lupa mandi dulu," kata Vera menyela.


"Iya Oma, aku tahu kok. Kan selalu begitu peringatan Oma sejak dulu," jawab Ray. Mereka pun makan dengan nikmat sekali.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2