
.
.
.
Waktu sudah pagi sekarang, Nadine juga sudah melahirkan bayi kembar tiga.
Begitu juga dengan dengan Prita yang ternyata menyusul Nadine yang juga melahirkan dihari yang sama.
Kemudian Adira dan Danita juga sudah selamat melahirkan bayi kembar mereka. Kini mereka sudah berada didalam ruangan perawatan masing-masing dan ditemani oleh suami mereka masing-masing.
"Sedangkan Diva, Darmendra, Vera dan Jordan sudah pulang untuk berganti pakaian, nanti siang mereka akan datang lagi sekalian ingin istirahat sejenak. karena sejak semalam mereka tidak tidur menunggu kelahiran cucu mereka.
Orang tua Prita, orang tua Aisyah, orang tua Nadine, orang tua Adira dan orang tua Danita juga pulang, karena mereka juga tidak membawa pakaian ganti. Sewaktu mendengar kabar bahwa putri mereka hendak melahirkan, mereka buru buru pergi kerumah sakit.
Hanya Wardina yang masih tinggal dirumah sakit. karena Wardina sebelum berangkat ia sudah membawa pakaian ganti dan yang lainnya untuk persiapan.
"Kenapa ibu Menangis?" tanya Ram, saat ini Cahaya sedang tertidur, karena semalam ia juga tidak bisa tidur.
"Ibu bahagia nak, akhirnya anak ibu menemukan kebahagiaan yang selama ini ia impikan," jawab Wardina.
"Ibu jangan khawatir, aku akan menjaga Cahaya sebaik mungkin. Apalagi sekarang dia sudah menjadi istriku dan sudah melahirkan anak anakku," ucap Ram, Wardina tersenyum.
"Terimakasih nak, ibu sangat bahagia kalau kalian bahagia," ucap Wardina.
"Nanti ibu akan tinggal bersama kami, agar ibu bisa selalu dekat dengan Cahaya dan cucu cucu ibu," kata Ram.
"Apa tidak merepotkan Nak?" tanya Wardina.
"Tidak sama sekali Bu, bahkan kami akan sangat senang dan tenang bila ibu ada bersama kami, kejadian waktu itu membuat kami menjadi takut meninggalkan ibu sendiri. Tapi ibu tetap bersikeras ingin tinggal sendiri," kata Ram.
"Ibu cuma tidak nyaman tinggal bersama kalian di mansion, meskipun keluargamu menerima ibu dengan baik bahkan lebih baik, tapi ibu tetap saja merasa tidak nyaman," jawab Wardina.
"Ya sudah, aku cari makanan dulu ya Bu, sementara Cahaya sedang tidur," ucap Ram. Padahal Ram juga mengantuk tapi sebisa mungkin ia tahan.
Di mansion...
__ADS_1
Diva, Darmendra, Vera dan Jordan baru saja tiba, kebetulan triple A hendak pergi kesekolah.
"Mommy...!" teriak triple A bersamaan.
"Iya sayang? Mau kesekolah?" tanya Diva.
"Hmmm," jawab Lina.
"Nanti pulang sekolah langsung kerumah sakit ya, jenguk dedek bayi," kata Diva.
"Baik Mommy, memang itu rencana kami," jawab Lica. kemudian mereka pun berangkat kesekolah, karena mereka takut telat.
Mereka berangkat tidak diantar supir, karena mereka tidak ingin mengganggu Agus yang sedang istirahat. Mereka tahu kalau supir mereka lagi capek. Dengan menggunakan skuter mereka pun pergi kesekolah.
Setelah keluar dari pintu gerbang mereka memacu skuter mereka. Mereka tidak takut macet karena menggunakan skuter bisa nyelip kendaraan lain.
Akhirnya mereka pun tiba disekolah. Tinggal 10 menit lagi pintu gerbang akan segera ditutup, ternyata Johan dan teman temannya juga baru datang.
"Tumben gak diantar supir?" tanya Ansel.
"Lagi malas," jawab Lina ketus.
"Kamu nanya siapa?" tanya Lita balik.
"Kalianlah, siapa lagi?" tanya Gibson.
Belum sempat Lita menjawab, bel sekolah pun berbunyi menandakan akan masuk kelas.
"Sorry, kita duluan ya!" ucap Lica. Mereka pun berjalan lebih dulu kearah kelas mereka.
Sementara Diva yang merasa lelah, setelah selesai mandi dan berganti pakaian lalu ia pun beristirahat, Darmendra tidak berani untuk mengganggunya, karena ia pun sama lelahnya.
Keduanya hanya berbaring diatas ranjang sambil berpelukan dan hanya beberapa menit kemudian mereka pun sama sama tertidur.
Begitu juga dengan Vera dan Jordan, apalagi usianya yang sudah tidak lagi muda membuat mereka mudah lelah. Keduanya juga tertidur sebelum nantinya akan kerumah sakit kembali untuk menjenguk cucu menantu mereka.
Dirumah sakit...
__ADS_1
Para suami yang menjaga istri istri mereka yang juga tertidur, tadi selesai mandi dan sarapan para istri mereka tertidur.
Para suami yang siap siaga tetap berjaga-jaga demi anak dan istri mereka. Sebenarnya mereka juga mengantuk, tapi sebisa mungkin mereka tahan. meskipun di setiap ruang rawat mereka dijaga oleh pengawal diluar pintu, tapi mereka harus tetap menjaga anak istri mereka yang sedang tertidur.
Rakha tersenyum senang melihat keempat bayinya yang tertidur anteng.
Oh ya, istri istri mereka sudah mengetahui kalau Diva bukan ibu kandung mereka, sejak kehamilan istri mereka berusia 6 bulan, sikembar sepakat untuk jujur. Awalnya istri mereka terkejut, tapi beberapa detik kemudian mereka salut dengan pengobanan Diva yang merawat tujuh bayi sekaligus, jadi mereka pun belajar dari Diva. Dan semua itu atas permintaan Diva untuk sikembar jujur dan memperkenalkan istri mereka kepada sang Mama yang telah melahirkan mereka.
Cahaya lah yang paling kuat menangis ketika Ram menceritakan perjalanan hidupnya sewaktu kecil. Apa yang Diva ceritakan kepada sikembar, juga Ram ceritakan kepada mereka tanpa dikurangi atau dilebih lebihkan. Saat itu mereka sedang berkumpul bersama diruang keluarga, triple A yang mendengarnya pun juga terkejut, tapi itu tidak akan merubah perasaan mereka kepada Abang Abangnya. Biar bagaimanapun mereka tetap sedarah.
Meskipun mereka sudah tau kalau Diva bukan Mommy kandung suami mereka, tapi mereka tetap menganggap Diva adalah ibu kandung suaminya. Seperti halnya sikembar yang menganggap Diva adalah ibu kandung mereka begitu juga dengan istri istri mereka. Bahkan mereka semakin mengagumi sosok Diva sebagai seorang ibu yang tangguh. Dan itu akan mereka jadikan panutan untuk mereka mendidik anak-anak mereka nantinya.
"Aku tidak menyangka, diusia yang belum genap 20 tahun sudah memiliki anak anak yang lucu dan menggemaskan," batin Rakha sambil menoel noel keempat pipi anaknya. Tapi anak anaknya tidak merasa terganggu sedikitpun. Mereka malah semakin anteng tidurnya.
Ya umur sikembar beberapa bulan lagi akan genap 20 tahun. Sedangkan triple A mendekati 11 tahun. Rakha terus tersenyum melihat bayi mereka.
"Terimakasih istriku, kau telah melahirkan penerus keluarga Henderson selanjutnya. Perjuanganmu untuk melahirkan mereka sangat berat. Aku tidak bisa bayangkan bagaimana perjuangan Mama melahirkan kami dulu," batin Rakha, seketika airmata nya menetes.
"Kenapa sayang?" tanya Keyla karena merasa terusik saat Rakha mencium tangannya.
"Aku hanya terharu sayang, dengan perjuanganmu melahirkan bayi kembar yang mungil," jawab Rakha.
"Sudah lah, semua sudah terlewati dengan selamat. Sekarang hanya tinggal kita merawat dan mendidik mereka dengan baik. Aku akan belajar dengan Mommy yang selalu sabar menghadapi dan merawat anak anaknya hingga menjadi yang terbaik," ucap Keyla sambil mengusap airmata suaminya.
"Kenapa sekarang suamiku jadi cengeng, hmmm," ucap Keyla lagi.
.
.
.
Oya nama bayi mereka nanti ya, soalnya aku juga kebingungan mencari nama nama mereka yang cocok. Sok sokan sih aku nya membuat cerita yang banyak peran nya. Hehe.
Tapi bila dinikmati jadi asik juga rasanya meskipun harus putar otak.
.
__ADS_1
.
.