
.
.
.
"Kayanya ada pasangan baru nih....!" goda Ren. Adam dan Aruna tersipu malu, tapi tautan tangan mereka tidak terlepas.
Sebelumnya Ren sudah memberitahu kalau pada Adam kalau ada cewek yang menyukainya, awalnya Adam tidak percaya dan menganggap bosnya itu hanya main-main. Hingga Ren memperlihatkan foto Aruna pada Adam, barulah Adam merasa kalau bosnya itu tidak main-main.
"Gimana kalau Adam yang traktir kita malam ini?" tanya Ren.
"Gak usah, khusus malam ini semua makanan dan minuman yang kalian pesan aku kasih gratis," kata Ricardo.
"Masa sih bang, apa tidak rugi nantinya," kata Ram.
"Hanya untuk malam ini, malam berikutnya bayar dong," kata Ricardo dengan candaannya.
Padahal sebelum sebelumnya sikembar juga sering tidak bayar kalau makan di Ric cafe. Cuma sikembar kurang enak aja kalau terus makan gratis. Teman ya teman, bisnis tetap bisnis. Begitu prinsip sikembar. Mau menolong orang jangan dikait-kaitkan dengan bisnis, begitulah kata mereka.
"Kita makan dulu, kebetulan aku lapar," ucap Raffa. Karena setelah ini mereka akan langsung menyanyi.
Makanan yang mereka pesan sudah datang, dan terhidang dimeja. mereka semua makan, sedangkan Ricardo berpindah tempat tidak mau mengganggu acara makan mereka.
Setelah selesai makan sikembar bangkit dari duduknya, mereka berjalan menuju panggung yang memang disediakan di cafe tersebut.
"Baik khusus untuk malam ini kami akan menghibur anda semua, silahkan datang langsung ke Ric cafe untuk melihat langsung kami menyanyi," ucap Raffa dengan lantang melalui mic. Kemudian sikembar mengambil alat musik mereka masing-masing. Ricardo sedang menyiarkan secara langsung persembahan mereka. Beberapa para pengunjung juga tidak mau ketinggalan, alhasil sebelum sikembar bernyanyi video tersebut sudah tersebar di media sosial. Video tersebut ditonton ribuan orang bahkan jutaan orang hanya dalam beberapa menit.
"Datanglah ke Ric cafe untuk menyaksikan persembahan kami, hanya khusus malam ini." ucap Raffa.
Dalam sekejap pengunjung sudah berdatangan, beruntung Ricardo memperluas kawasan cafe tersebut. Sejak Raffa bernyanyi bersama Prita waktu itu, Ricardo kembali merenovasi cafe tersebut. Bahkan ia juga menyediakan meja dan kursi lebih banyak. Karena ia tau kalau sikembar bernyanyi tempat ini pasti banyak memerlukan kursi.
Sikembar mulai memainkan alat musik mereka masing-masing dan Raffa pun mulai bernyanyi. Sebenarnya sikembar punya suara yang bagus, tapi diantara mereka Raffa yang mereka tunjuk menjadi vokalis, karena Raffa punya suara yang paling bagus diantara mereka. Raffa juga ahli dalam memainkan alat musik. Semua pengunjung duduk diam seolah menikmati alunan lagu tersebut, mereka seperti terhipnotis dengan suara Raffa yang begitu merdu.
Nadine, Cahaya, Adira, Aisyah, Prita, Keyla dan Danita tersenyum melihat kekasih mereka diatas panggung, mereka juga sangat menikmati alunan musik dan lagu tersebut.
Sedangkan pasangan baru yang belum saling mengungkapkan perasaan, tapi sudah menyukai satu sama lain dalam diam juga tidak melepaskan pandangan mereka kearah panggung.
"Sewaktu aku kecil aku ingin sekali menonton konser mereka, tapi orang tuaku tidak mengizinkan," ucap Aruna.
__ADS_1
"Jadi kamu sudah mengenal mereka?" tanya Adam.
"Belum sih, aku hanya mendengar ada konser amal yang diadakan oleh anak kecil sebagai grup band yang terkenal itu. Tapi mereka tidak mau masuk rekaman atau diundang ke acara apapun, tapi kalau untuk menolong orang mereka mau," ucap Aruna.
"Itulah sedikit yang aku tau tentang mereka, tapi aku tidak tahu ternyata orang yang selama ini ingin aku lihat ada disini. Bahkan ternyata salah satu dari mereka adalah kekasih sahabatku," Kata Aruna lagi.
"Hmmm, kamu sudah tahu kalau dia adalah bos ku?" tanya Adam.
"Tau, bahkan mereka ingin memperkenalkan aku ke kamu, karena aku jomblo jadi aku ikut saja," jawab Aruna. Adam tersenyum.
Sedangkan dipanggung masih berlanjut, video yang tersebar semakin banyak yang menonton, seketika pengunjung yang meng-upload video tersebut mendapat pengikut lebih banyak.
Setelah selesai satu lagu Raffa menarik nafas karena ia akan menyanyi untuk lagu selanjutnya.
"Sekarang aku akan berduet dengan kekasihku, Prita kemari lah," ucap Raffa. Prita pun bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju panggung.
Para pengunjung yang cewek cewek menjerit histeris mendengar Raffa menyebut Prita adalah kekasihnya, mereka semua tau Prita adalah penyanyi di cafe ini.
"Kenapa tidak denganku saja? Aku juga mau walau jadi yang kedua," tanya si A pada rekannya.
"Tampan begitu siapa yang menolak, aku juga mau," jawab si B.
"Sayangnya kalian terlambat, lihat mereka begitu mesra," ucap si C.
"Patah hatiku jadinya," ucap si A penuh dramatis.
"Baiklah kami akan menyanyikan lagu romantis untuk menghibur kalian semua." ucap Raffa sambil memandang kearah Prita dengan penuh cinta.
Raffa dan Prita mulai bernyanyi berduet. Setelah beberapa waktu lalu menggemparkan cafe ini, sekarang mereka hadir lagi dengan diiringi grup band SEVEN R. Para pengunjung masih berdatangan, bahkan mereka rela walau harus diluar cafe karena didalam sudah penuh, tidak ada kursi kosong lagi. Pelayan sibuk menata kursi meskipun tanpa meja mereka rela. Tadi sebelum sikembar bernyanyi pelayan juga sudah menata kursi diluar cafe, sekarang mereka sibuk kembali karena tidak menyangka akan seramai ini, bahkan lebih ramai dari biasanya.
"Ramai sekali pengunjungnya?" tanya Nadine pada Keyla.
"Iya, ini lebih ramai dari biasanya," jawab Keyla.
"Kalian sering kemari?" tanya Cahaya.
"Setiap malam Minggu kami selalu kesini," jawab Keyla.
"Tidak setiap Minggu juga kali," ucap Nadine.
__ADS_1
"Ya tapikan boleh dibilang sering lah," kata Keyla.
"Tapi sekarang kita sudah punya pasangan, boleh dong setiap malam Minggu kesini?" tanya Cahaya.
"Kalau pasangan kita ngajak boleh boleh saja," jawab Aisyah.
"Prita bagus ya suaranya, cocok dengan Raffa," kata Adira.
"Setiap pasangan harus ada kecocokan agar lebih nyaman," ucap Cahaya.
Raffa dan Prita sudah selesai bernyanyi beberapa lagu, kini sikembar pun turun dari panggung, karena mereka ingin beristirahat.
"Kalau Tuhan mengizinkan, malam Minggu depan kami akan bernyanyi disini lagi," ucap Raffa melalui mic.
"Untuk saat ini kami sudahi dulu sampai disini, selamat menikmati hidangan di cafe ini," ucap Raffa lagi. Setelah itu baru ia turun bersama Prita dan bergandengan tangan.
"Terimakasih banyak atas persembahan kalian, cafe ini semakin banyak pengunjung berkat kalian," ucap Ricardo.
"Biasa aja bang, kita keluarga harus saling mendukung," ucap Ram.
"Kalau begitu kita pulang dulu Bang, udah malam gak enak bawa anak gadis orang terlalu malam," ucap Ren yang tau kalau Aisyah tidak boleh keluar terlalu malam.
"Oke deh, kalau gitu terimakasih sekali lagi," ucap Ricardo. Lalu mereka berpelukan ala laki laki.
"Dam kamu antar Aruna pulang," perintah Ren.
"Tapi bos...?" pertanyaan Adam terhenti karena lebih dulu dipotong oleh Ren.
"Besok gak usah kerja kamu," ancam Ren.
"Ye besok siapa juga yang mau kerja, perusahaan aja tutup," dumel Adam dalam hati.
"Sayang besok kan hari Minggu, memang tidak bekerja," ucap Aisyah.
"Iya aku tau, aku cuma gertak Adam agar dia mau dekat dekat dengan Aruna." ucap Ren.
Akhirnya Adam pun mengantarkan Aruna pulang. Raut wajah Adam nampak kusut padahal dalam hatinya bersorak kegirangan.
.
__ADS_1
.
.