
.
.
.
Pengantin wanita digiring menuju pasangan masing-masing, sikembar terpana melihat kecantikan istri mereka. Mereka yang jarang berdandan bahkan bisa disebut tidak pernah, tetapi kali ini mereka dipoles make-up profesional.
"Cantik," gumam sikembar serentak.
"Sekarang kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri, perlakukanlah istri istri kalian dengan baik." ucap Pak penghulu.
Triple A menggiring kakak iparnya mendekat kearah sikembar. Kemudian mereka memasangkan cincin dijari manis pasangan masing-masing.
"Baru kali ini saya menikahkan orang tujuh saudara sekaligus," ucap Pak penghulu lagi.
Setelah memasangkan cincin, para istri mencium tangan suaminya, dan suami mencium kening istrinya.
"Bersiaplah untuk nanti malam," bisik Ram pada Cahaya, Cahaya hanya tersipu malu.
Setelah itu mereka melakukan sungkeman, dan para orang tua memberikan wejangan kepada mereka yang baru bergelar suami istri. Mereka hanya mengangguk dan terdiam mendengar wejangan dari mertua mereka masing-masing. Kini saatnya para tamu undangan untuk makan.
"Silahkan dinikmati hidangan yang ada," ucap Diva pada para tamu.
"Sekarang kamu sudah punya menantu, sebentar lagi akan punya cucu," goda Rivaldo pada Darmendra sahabatnya.
"Kalian masih lama baru dapat menantu," balas Darmendra.
Robert hanya tersenyum menanggapinya, kata kata bosnya itu dianggap sebagai angin lalu. Setelah selesai Pak penghulu pun pulang, karena masih ada yang ingin dinikahkan ditempat lain.
"Sekarang tidak ada lagi jarak antara kita," kata Ram, Cahaya pun mengangguk membenarkan.
"Kenapa kamu sedih?" tanya Ram lagi.
"Aku hanya teringat ayah," jawab Cahaya. Ram langsung memeluk Cahaya untuk menenangkan istrinya. Cahaya tidak tahu kalau ayahnya sudah meninggal. Yang ia tau ayahnya hanya pergi karena tidak diterima oleh ibunya dan juga dirinya. Sakit yang Cahaya rasakan sewaktu ayahnya memutuskan hubungan antara mereka, dan mengatakan bahwa Cahaya bukan darah dagingnya membuat Cahaya sakit yang teramat dalam. Hingga kini sakit itu masih membekas dalam ingatan dan hatinya.
"Sudahlah, jangan buang airmata mu dihari bahagia kita," kata Ram. Cahaya pun mengangguk.
Yang lain sudah masuk kedalam kamar dan akan istirahat, karena nanti malam akan diadakan resepsi pernikahan mereka.
"Ganti pakaianmu sayang," kata Ray pada Nadine. Nadine hanya mengangguk lalu matanya terbelalak saat membuka lemari pakaian, disana sudah tersedia pakaian untuknya.
"Sejak kapan suamiku menyiapkan ini semua?" batin Nadine. Nadine menghapus riasan wajahnya dengan pembersih wajah untuk menanggalkan make-up. Kemudian ia kekamar mandi. Sedangkan Ray sedang berbaring diatas pembaringan.
__ADS_1
Setelah selesai mandi, Nadine pun berganti pakaian biasa.
"Sayang tidak mandi?" tanya Nadine, Ray menoleh.
"Nanti aja, sebentar lagi," jawab Ray. kemudian Ray bangkit menghampiri Nadine dan langsung memeluknya.
"Aku tidak menyangka kalau kamu akan menjadi istriku," kata Ray.
"Kita tidak tahu takdir kita seperti apa?" tanya Nadine.
"Iya, pertemuan waktu itu membawa takdir kita untuk bersatu." kata Ray. Perlahan Ray menc*um bibir Nadine. Hanya sebentar lalu melepaskannya.
"Aku merindukan ini," kata Ray sambil mengusap lembut bibir Nadine.
"Jangan sekarang, aku tidak mau nanti jalanku bisa aneh," kata Nadine yang takut kalau Ray memintanya sekarang.
"Iya aku tau," jawab Ray, kembali menc*um bibir Nadine.
Dikamar yang berbeda, sepasang suami istri yang baru resmi menikah, kini sedang berdiri di balkon kamar.
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Ren pada Aisyah. Aisyah menggeleng.
"Tidak ada," jawab Aisyah. Saat ini Aisyah sedang menggerai rambut panjangnya, dan tidak memakai hijab. Karena tadi selesai mandi ia tidak mengenakan hijab.
"Kenapa melamun?" tanya Ren yang kemudian melingkarkan tangannya di pinggang Aisyah dan memeluknya dari belakang.
"Itulah jodoh, dan kita tidak tahu kepada siapa jodoh kita datang. Berpacaran bertahun tahun kalau bukan jodoh pasti putus juga," kata Ren.
"Iya, Abang benar, seperti halnya kita karena pertemuan yang tidak terduga lalu saling cinta dan berakhir di pelaminan," kata Aisyah. Ren tersenyum. kemudian ia memutar tubuh Aisyah sehingga menghadap. Keduanya saling bertatap mata.
"Apa yang suka dari aku?" tanya Ren, karena setahu Ren , Aisyah tidak pernah dekat atau menerima laki laki yang mendekatinya.
"Entahlah, awalnya aku hanya merasa bersalah, dan aku tidak tahu bisa timbul perasaan aneh dihati ku yang tidak pernah aku rasakan pada laki laki lain." jawab Aisyah.
"DP dulu ya," kata Ren.
"Hah," belum sempat Aisyah berkata apa-apa Ren sudah menc*um bibir Aisyah yang selama ini ia rindukan. Aisyah terdiam, tapi tangan Ren tidak mau diam.
"Boleh kah?" tanya Ren.
"Jangan, karena nanti malam kita masih ada acara. Setelah itu terserah kamu, maka aku akan melakukan kewajiban sebagai seorang istri," ucap Aisyah.
"Aku tau, aku hanya ingin mengujimu saja," kata Ren.
__ADS_1
Keduanya kembali berc*uman. Kali Ren m*l*m*t bibir tersebut dan Aisyah pun membalasnya meskipun masih sedikit kaku.
"Sekarang kita istirahat dulu, karena nanti malam akan sangat melelahkan," kata Ren dan diangguki oleh Aisyah. Kemudian Aisyah memekik saat Ren mengangkat tubuhnya dengan refleks Aisyah melingkarkan tangannya dileher Ren. Ren meletakkan Aisyah dengan sangat hati hati.
Dikamar lain pula, Rakha sedang duduk di sofa dan sedang memangku Keyla.
"Aku bahagia akhirnya kita di sahkan sebagai suami istri," kata Rakha.
"Iya aku juga, dan tidak menyangka cintaku bisa berlabuh padamu," kata Keyla.
"Bisakah dirubah panggilannya?" tanya Rakha.
"Apa? maksudku, aku harus memanggil apa?" tanya Keyla balik.
"Panggilan yang lebih romantis, seperti hubby atau husband seperti sayang atau ayang, beb boleh juga," kata Rakha.
"Bagaimana kalau ayang beb?" tanya Keyla. Seketika Rakha tertawa lepas membuat Keyla heran.
"Kenapa ketawa?" tanya Keyla bingung.
"Gak apa-apa, kedengarannya lucu kaya akan ABG gitu, Ayang beb," kata Rakha memperagakan seperti pria gemulai. Kali ini Keyla yang tertawa terbahak bahak.
"Gak juga segitunya kale," jawab Keyla.
"Kita mandi yuk, mandi bareng," ajak Rakha.
"Gak ah, nanti Ayang perk**a aku nya, padahal aku belum siap," kata Keyla.
"Kapan sayang baru siap?" tanya Rakha.
"Tunggu kita tiba di Dubai, kita akan unboxing dan itu akan menjadi pengalaman pertama buat kita," jawab Keyla.
"Promise?" tanya Rakha.
"Yes i'm promise," jawab Keyla.
Sore harinya...
Mereka sudah berada didalam kamar hotel tempat berlangsungnya acara resepsi pernikahan mereka, pertama kali dalam sejarah pasangan pengantin ada tujuh pasang, dan paling uniknya lagi mereka adalah saudara kembar. para MUA sedang sibuk mendandani pengantin wanita.
"Kakak sudah cantik, jadi tidak perlu ber-make up tebal. Biasanya saya mendandani artis atau pengantin wanita selalu dengan riasan tebal untuk menutupi wajah mereka, tapi kali ini dengan dandanan simple sudah terlihat sangat cantik. Dan tidak perlu memakai bulu mata palsu dan alis palsu. Semuanya terlihat sangat alami," kata salah satu dari MUA yang mendadani mereka.
.
__ADS_1
.
.