Tujuh CEO Muda

Tujuh CEO Muda
Rencana yang gagal


__ADS_3

.


.


.


Ram tiba di sebuah restoran yang dimaksud, Ram segera memarkirkan mobilnya ditempat parkir khusus. Begitu juga dengan Abdy yang juga baru sampai di restoran tersebut.


"Kamu masuk duluan," perintah Ram pada Abdy. Abdy hanya mengangguk patuh.


Abdy ran dan Ram masuk bergantian kedalam restoran tersebut. Abdy disambut ramah oleh pelayan, sedangkan Ram langsung berjalan tanpa menyapa siapapun dan langsung menuju toilet.


"Atas nama Jessica prawira," ucap Abdy.


"Mari tuan, nona Jessica sudah menunggu anda diruangan VVIP 1," jawab pelayan tersebut dan langsung mengantarkan Abdy keruangan yang dimaksud.


"Silahkan tuan, nona Jessica sudah menunggu didalam." ucap pelayan tersebut.


"Selamat siang nona Jessica," sapa Abdy. Jessica menoleh kearah suara.


"Selamat si..ang. Kamu...? Siapa kamu?" tanya Jessica kecewa karena yang datang bukan Ram tetapi orang lain.


"Saya asisten pribadi tuan Ramendra, nona," jawab Abdy.


"Lalu Tuan Ram?" tanya Jessica.


"Ada, tuan Ram sedang ke toilet," jawab Abdy. Jessica kembali tersenyum mendengar Ram datang.


Tidak berapa lama Ram pun masuk kedalam ruangan tersebut. Jessica langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Ram sambil bergelayut manja dilengan Ram.


"Nona Jessica, jika Anda wanita baik baik jaga adab sopan anda nona," ucap Ram.


Jessica pun melepaskan rangkulan dilengan Ram dan kembali duduk. Sedangkan Ram duduk di sofa berseberangan dengan Jessica.


Pelayan pun masuk membawa buku menu untuk mereka. Jessica memberi kode lewat lirikan matanya kepada pelayan itu, Ram berpura-pura tidak mengetahui gerak gerik Jessica dan pelayan itu.


"Saya pesan jus buah naga saja," ucap Ram.


"Saya juga sama, pesan jus alpukat saja," ucap Abdy.


"Baik tuan," ucap pelayan itu, sedangkan Jessica sudah pesan sejak tadi makanan dan minuman hanya saja sengaja menunggu kliennya datang baru pesanan dibuatkan.


"Pembahasan apa yang ingin anda bahas nona?" tanya Ram to the point.

__ADS_1


"Saya hanya ingin bertemu anda tuan, tapi bisakah kita bicara empat mata?" tanya Jessica.


"Hmmm, baiklah." jawab Ram sambil memberi kode kepada asisten pribadinya untuk keluar.


"Lalu apa yang anda inginkan nona?" tanya Ram.


"Aku ingin anda menjadi simpanan ku," jawab Jessica to the point. Ram menyeringai.


"Apa keuntungan saya kalau saya terima tawaran anda?" ucap Ram. Jessica terdiam sejenak.


"Anda bisa men*km*ti tubuh saya sepu*s anda tuan," jawab Jessica.


"Sepertinya tawaran nona kurang menarik," ucap Ram santai.


"Mustahil tuan tidak tertarik dengan saya?" tanya Jessica. Ram menggeleng.


"Mungkin asisten pribadi saya juga tidak akan tertarik dengan nona." jawab Ram.


Jessica seketika memerah menahan amarahnya. Ram sengaja memprovokasinya untuk memancing emosi Jessica.


Tidak berapa lama pelayan masuk dengan membawa pesanan mereka. Sekali lagi Ram menangkap gelagat mencurigakan dari keduanya. Tapi Ram tetap bersikap biasa saja.


"Bagaimana dengan tawaran saya tuan?" tanya Jessica.


Kemudian pelayan itu pun pergi, setelah itu Abdy pun masuk dan duduk didekat Ram. Saat Ram ingin mengambil berkas yang ada dimeja tersebut Ram sengaja menyenggol gelasnya yang berisi jus tersebut. Karena Ram sudah melihat dari ponselnya saat pelayan itu memasukkan sesuatu kedalam gelas minuman Ram. Jus itu pun tumpah kelantai. Dan percikan airnya mengenai high heels milik Jessica.


"Ahh maaf," ucap Ram. Ram meminta maaf sebagai ungkapan rasa bersalah, padahal dia tersenyum tanpa siapapun menyadarinya.


"Kalau begitu kami permisi nona," ucap Ram lagi. Jessica pun semakin emosi dibuatnya dan melaporkan kejadian tersebut kepada Papanya.


Sesaat setelah Ram dan Abdy keluar dari ruangan tersebut, Jessica menelepon Papanya dan meminta bantuan karena sudah gagal.


"Kenapa kita harus pulang tuan?" tanya Abdy saat mereka sudah berada diparkiran.


"Wanita itu punya niat tidak baik," jawab Ram.


Abdy tidak lagi banyak bertanya, ia mengerti arah pembicaraan bosnya itu. Abdy juga memperhatikan gelagat aneh pada wanita itu.


"Sepertinya dia bukan wanita baik baik tuan," ucap Abdy kemudian. Ram hanya mengangguk dan langsung masuk kedalam mobil miliknya. Abdy juga masuk kedalam mobilnya dan keduanya pun meninggalkan restoran tersebut.


Mereka berpisah karena menempuh arah yang berbeda. Ram kembali ke mansion dan Abdy kembali ke perusahaan.


"Ada ada saja wanita zaman sekarang," gumam Ram ketika didalam mobil.

__ADS_1


Ram mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Tiba tiba dijalan sepi, Ram dihadang dua mobil yang melintang menutupi jalan.


"Pantas saja pengendara lain berbalik arah," monolog Ram dalam hati. Ram berhenti sekitar 30 meter dari mobil yang menghalanginya itu. Ram keluar dari mobil tapi dari arah belakang seseorang menghantamkan tongkat baseball dibelakang kepala Ram. beruntung Ram punya insting yang kuat, dengan gesit ia mengelak dari tongkat baseball tersebut. Hingga tongkat baseball tersebut hanya mengenai angin. Ram kemudian menendang pria itu. Hingga pria itu terjungkal keaspal. Ram menghampiri orang tersebut dan kembali menendangnya hingga pria itu tidak sadarkan diri.


Kemudian beberapa pria berbadan besar keluar dari mobil, mereka berjumlah 6 orang. Ram masih dengan santai berjalan hingga Ram benar benar dekat dengan pria tersebut. kemudian Ram menghentikan langkahnya.


"Siapa yang mengutus kalian?" tanya Ram.


"Kau tidak perlu tau," jawab salah satu dari pria tersebut. Ram ingin bertanya lagi, tapi sebuah mobil datang dari arah restoran tadi.


"Jessica...?" gumam Ram dalam hati.


"Aku sudah menduga kalau itu adalah ulahmu." ucap Ram. kemudian Ram menelepon Agam prawira.


"Halo tuan Ram," ucap Agam.


"Tolong kamu ajari putri mu dengan baik," ucap Ram lalu mematikan sambungan teleponnya.


Agam seketika panik, ia sudah mengerti kalau Ram sudah berbicara seperti itu besar kemungkinan Ram akan membatalkan kerjasama mereka dan menarik kembali investasi diperusahaan miliknya.


"Lebih baik terima tawaran saya tuan, daripada orang suruhan saya menghajar tuan," ucap Jessica.


"Aku akan terima kalau semua aset milik keluarga prawira menjadi milikku," ucap Ram memprokasi. Padahal sedikit pun Ram tidak tertarik dengan tawaran tersebut.


Jessica terdiam memikirkan kata-kata Ram. Mana mungkin ia akan menyerahkan semua aset kekayaan keluarga prawira.


"Hajar...!" perintah Jessica.


Ram berlari kearah Jessica dan menendang perut Jessica hingga terpental. Kemudian setelah Jessica tidak berdaya Ram menghampirinya dan mengangkat Jessica hingga berdiri.


"Bergerak satu langkah maka wanita ini taruhannya," ucap Ram. Bukan Ram takut, tapi karena ia ingin memberikan pelajaran pada Jessica terlebih dahulu.


"Aku bisa bertindak lebih kejam kalau aku dan keluargaku diusik," ucap Ram penuh ancaman.


Gleek... Jessica menelan salivanya dengan susah payah. Ia baru melihat sisi lain dari Ram yang ternyata lebih menyeramkan. Ram membawa Jessica mendekat kearah orang suruhan Jessica. Tapi mereka mundur selangkah demi selangkah.


Ram menyeret Jessica dan melemparnya keaspal. kemudian Ram pun menghajar orang suruhan Jessica satu persatu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2