
.
.
.
Setelah selesai mengenakan gaun, Cahaya keluar menemui Ram sang kekasih. Ram belum menyadari itu.
"Bagaimana tuan muda?" tanya pemilik butik tersebut, Ram seketika menoleh.
Mata Ram tertuju hanya pada satu orang saja, padahal Cahaya belum disentuh oleh make-up tapi sudah terlihat cantik. Dan gaun itu sangat pas ditubuhnya.
"Cantik," gumam Ram. Pemilik butik tersebut tersenyum puas, ternyata pilihannya tidak salah.
Yang lain juga keluar setelah mencoba gaun, dan digiring oleh pelayan butik tersebut. Ray, Rasya, Rakha Raffa dan Roy tak berkedip melihat sosok didepan matanya.
"Ilernya di lap dulu," ejek Ram, dan dengan paruhnya mereka mengelap iler mereka masing-masing padahal tidak ada.
Merasa dikerjain mereka pun menyerang Ram. Hingga terjadilah keributan didalam butik tersebut. Pemilik butik bukannya marah, malah ikut tertawa melihat sisi lain dari tuan muda penguasa tersebut.
Setelah selesai aksi kejar-kejaran didalam butik tersebut, mereka pun membayar semua yang sudah mereka beli. Melihat tuan muda Henderson keluar bersama pasangan masing-masing dari butik tersebut, butik itupun diserbu pelanggan. Hingga pelayan butik kualahan melayani pengunjung yang datang.
"Ternyata hari ini adalah hari keberuntungan kita, dan aku akan memberikan kalian bonus," ucap pemilik butik kepada pekerjanya. Pelayan itupun sangat senang, setelah beberapa bulan tidak mendapatkan bonus, meskipun gaji mereka dibayar full setiap bulannya.
"Sekarang kita kesalon," ucap Ram saat mereka sudah tiba diparkiran.
"Tidak perlu," jawab mereka serentak. Para pria saling pandang, biasanya cewek paling gemar kalau kesalon, tapi ini malah menolak.
"Tidak perlu," Cahaya mengulangi perkataan mereka tadi.
"Kami bisa berdandan sendiri, walaupun tidak sekelas MUA profesional," ucap Nadine.
"Kalau begitu kita pulang ke mansion aja ya, biar bisa hemat waktu nanti berangkatnya," ucap Ram. Dan mereka semua setuju, sebelumnya mereka sudah memberitahukan kepada orang tua mereka masing-masing.
Kemudian Ray menelpon Ren untuk membawa Aisyah ke mansion saja, karena kekasih mereka juga kesana.
Saat ini Ren yang sedang menemani Aisyah memilih gaun disebuah butik yang menyediakan gaun pesta muslimah. Ren terpaku melihat kecantikan Aisyah memakai gaun yang dipilihnya sendiri.
"Cantik," gumam Ren. Aisyah tersenyum dan tersipu. Pemilik butik tersebut pun tersenyum karena gaun yang Aisyah pakai sangat cocok.
Aisyah masuk kembali keruang ganti dan melepas gaunnya dan mengganti dengan pakaian yang ia pakai tadi. Kemudian Ren membayarnya menggunakan kartu hitam miliknya.
"Sudah?" tanya Ren, Aisyah mengangguk.
"Kita kembali ke mansion," kata Ren.
__ADS_1
"Loh kok ke mansion?" tanya Aisyah.
"Mereka semua ke mansion, biar nanti berangkatnya bareng dan dapat menghemat waktu," ucap Ren menjelaskan.
"Ya sudah kalau begitu, tadi kupikir cuma aku sendiri," kata Aisyah.
"Kenapa kalau sendiri?" tanya Ren.
"Eee, yang pasti aku akan canggung, meskipun Mommy, Oma Opa Daddy dan adek semua baik, tetap saja aku merasa canggung," jawab Aisyah.
"Ya sudah, kita pulang sekarang," ajak Ren.
Akhirnya mereka pun pulang ke mansion, sementara Ram dan yang lainnya sudah tiba di mansion, setelah memarkirkan mobilnya dibagasi, mereka pun keluar dari mobil.
"Kakak...!" teriak triple A serentak, mereka berlarian menghampiri kakak ipar mereka masing-masing, padahal mereka baru keluar dari mobil dan langsung dipeluk oleh triple A.
"Adek, biarkan kakak masuk dulu," tegur Ram pada triple A. Tapi triple A tidak menggubris perkataan Abangnya, dan malah asik bergelayut manja dilengan kakak iparnya itu. Mereka semua pun masuk, dan duduk diruang tamu.
"Darimana?" tanya Diva.
"Dari butik Mom, beli gaun untuk nanti malam," jawab Ram.
"Mommy sama Daddy juga diundang loh," kata Diva.
"Oma sama Opa juga diundang," ucap Vera yang baru keluar dari kamar. mendengar suasana ramai iapun segera keluar dari kamarnya.
"Tentu dong," jawab Vera.
Merekapun berbincang bincang sebelum masuk kedalam kamar mereka masing-masing. Ren datang bersama Aisyah dan ikut bergabung dengan mereka.
"Loh, kok kalian baru datang?" tanya Vera.
"Kami beda butik Oma, kami kebutik yang menyediakan gaun untuk muslimah. Vera pun manggut-manggut.
"Sebaiknya kalian istirahat dulu," ucap Diva.
Mereka pun istirahat karena nanti malam akan menghadiri pesta pernikahan.
Malam hari...
Mereka berdandan sendiri, alat alat make-up tentu mereka beli sendiri. Saat ini mereka ada dikamar triple A.
"Kakak ipar cantik sekali," ucap Lina pada Cahaya dan Aisyah.
"Benarkah? kamu juga cantik, sangat mirip dengan Mommy," Cahaya.
__ADS_1
"Iya, kata Mommy kami mirip Mommy sedangkan Abang mirip Daddy." jawab Lina.
"Kalian juga ikut?" tanya Aisyah.
"Gak, pesta itu bukan untuk anak kecil," jawab Lina.
"Kata siapa? kalau diundang siapa saja boleh ikut?" tanya Cahaya.
"Gak ah, aku akan bosan kalau kepesta," jawab Lina.
Akhirnya mereka sudah siap siap untuk berangkat, mereka pun turun kebawah dan berkumpul diruang tamu sebelum berangkat. Dengan pasangan masing-masing mereka berangkat menggunakan mobil. Butuh waktu satu jam mereka pun sampai ke hotel tempat acara resepsi pernikahan tersebut. Setelah memarkirkan mobilnya, kesembilan pasangan itu keluar dari mobil, baru saja keluar mereka sudah menjadi pusat perhatian orang orang yang ada disitu.
"Itu kan tuan Henderson dan keluarganya," ucap tamu A.
"Iya, ternyata tuan muda Henderson sudah memiliki kekasih," ucap tamu B.
Mereka berjalan beriringan sambil bergandengan tangan pasangan masing-masing. Setelah melalui prosedur sebagai tamu mereka pun diizinkan untuk masuk.
Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan, pihak tuan rumah mengadakan prosedur atau peraturan seperti memperlihatkan undangan atau menscan undangan yang mereka dapat melalui online. Kemudian mengisi daftar tamu undangan yang hadir beserta pasangan atau keluarga mereka. Cukup ketat juga peraturan yang mereka buat. Semua itu hanya untuk memastikan keamanan para tamu undangan yang hadir.
"Ketat juga ya peraturannya?" tanya Cahaya sambil berbisik.
"Itu dikarenakan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi." jawab Ram.
Saat ini mereka sudah berada di ballroom hotel, dan duduk dikursi yang telah disediakan. Acara belum dimulai, tapi para tamu undangan sudah banyak yang berdatangan. Sedangkan pengantin masih belum keluar dan masih sedang dihias.
"Tuan muda...!" sapa Akira, sikembar menoleh.
"Tuan Akira, anda juga datang?" tanya Ram, lalu mereka berpelukan ala laki laki.
"Lama sekali tidak bertemu, sekarang kalian sudah seperti ini," ucap Akira.
"Anda datang sendiri tuan?" tanya Ren.
"Tidak, itu istri saya lagi ngobrol dengan Mommy kalian," jawab Akira.
"Kenalkan ini kekasih kami," ucap Ram. Akira tersenyum lalu berkenalan dengan mereka satu persatu.
"Jangan lupa undangannya kalau sudah menikah," kata Akira, sikembar tersenyum.
"Iya, nanti kalau sudah waktunya kami akan mengundang anda tuan," ucap Roy.
perusahaan Akira masih bekerjasama dengan perusahaan SEVEN R CORP, dari sejak dulu hingga sekarang, karena Akira sangat sayang kalau harus memutuskan kerjasama tersebut. Meskipun perusahaan Akira kini dipegang oleh anaknya tapi kerjasama masih berjalan dengan baik.
.
__ADS_1
.
.