
.
.
.
Ram memanggil Abdy keruangan melalui telepon kantor. Ram sengaja tidak mencari sekretaris wanita, baginya asisten pribadi seperti Abdy sudah cukup cekatan dalam bekerja.
"Tuan memanggil saya?" tanya Abdy saat ia masuk kedalam ruangan bosnya tersebut.
"Hmmm, tolong suruh OB buatkan aku kopi," perintah Ram.
"Baik tuan, ada lagi?" tanya Abdy, Ram menggeleng.
Abdy segera keluar dari ruangan itu dan meminta OB untuk membuatkan kopi untuk sang bos, OB sudah tau selera bos nya seperti apa? Takaran kopi dan gula seperti apa? Dan OB juga tau kalau bosnya tidak suka kopi susu.
Abdy kembali keruang kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya, sementara menunggu pertemuan dengan klien mereka nantinya.
Diruangan Ram...
Ram juga sedang berkutat katit dengan laptop miliknya mengerjakan dokumen dokumen penting perusahaan. Ram ingin secepatnya menyelesaikan pekerjaannya agar dia cepat kembali ke mansion untuk bertemu anak dan istrinya. Baru beberapa jam saja rasanya sudah rindu.
Sementara disisi lain, lebih tepatnya di perusahaan A WIRA GROUP. Agam sedang berada diruang kerjanya bersama dengan putrinya.
"Bagaimana Pa? Apa tuan Ram mau menemuiku nanti?" tanya Jessica.
"Tentu saja, putri Papa adalah yang paling cantik tidak mungkin tuan Ram menolak," jawab Agam dengan bangga.
__ADS_1
"Tapi tuan Ram tidak mengenalku pa, bagaimana?" tanya Jessica lagi.
"Soal itu gampang, nanti juga dia akan mengenalmu setelah pertemuan nanti. Dan perlahan lahan kamu dekati dia, kau tau? Tuan Ram salah satu tuan muda Henderson yang terkenal kaya raya. Dengan mendapatkan dia Kamu bisa hidup mewah sampai kapanpun. Dan Papa juga akan lebih dikenal di negara ini," ucap Agam sambil membayangkan anaknya mendapatkan salah satu tuan muda Henderson.
Jessica tertarik dengan Ram saat Agam memperlihatkan foto Ram, dan Agam berencana untuk mendapatkan Ram dan menjadikannya suami untuk anaknya itu. Meskipun Agam sudah tahu kalau Ram sudah menikah. Toh baginya itu tidak penting, yang penting adalah mendapatkan salah satu tuan muda terkaya di negara ini.
Ram juga termasuk jejeran sebagai CEO termuda yang sukses, setelah keenam saudaranya. Sikembar adalah tujuh CEO muda yang sukses tahun ini. Dulu mereka belum dikenal karena mereka masih menyembunyikan identitas mereka sebagai pemilik perusahaan terkemuka di Asia. Sikembar termasuk pengusaha termuda nomor satu se-Asia.
"Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya, Pa," ucap Jessica antusias.
"Persiapkan dirimu sebaik mungkin, buat dia jatuh dengan pesonamu nanti," ucap Agam.
Jam 9:30 pagi Jessica sudah keluar dari perusahaan Papanya, ia begitu antusias ingin bertemu dengan Ram, meski hanya melihat fotonya saja sudah membuat ia jatuh cinta. Dengan perlahan Jessica mengendarai mobilnya keluar dari parkiran, setelah keluar dari kawasan perusahaan tersebut Jessica mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, ia sengaja datang lebih awal untuk menunggu kliennya tersebut.
Sedangkan Ram masih sibuk dengan pekerjaan yang harus ia selesaikan saat ini juga. Kalau tidak selesai maka pekerjaan tersebut akan dibawa pulang. Karena rencananya setelah pertemuan nanti Ram akan langsung pulang.
Ram merenggangkan otot ototnya karena pekerjaannya selesai sebelum waktu yang ditetapkan. Ram kemudian meretas cctv restoran tersebut. Setiap sudut ruangan yang ada cctv-nya semua Ram retas. Ia hanya ingin melihat sejauh mana permainan kliennya tersebut. Dalam waktu beberapa menit Ram sudah berhasil meretas cctv restoran tersebut dan menyambungkan nya ke ponsel miliknya. Ram mengamati seorang wanita yang baru masuk kedalam restoran tersebut dan langsung menemui pelayan restoran, wanita itu mengeluarkan sesuatu berbentuk serbuk dari dalam tasnya dan menyerahkan kepada pelayan restoran tersebut.
"Trik murahan," ucap Ram sambil menyeringai. Ram sudah tahu maksud dari pertemuannya dengan klien kali ini, tapi ia akan berpura-pura tidak tahu. Abdy mengetuk pintu ruangan bosnya, lalu kemudian masuk.
"Tuan, setengah jam lagi kita akan bertemu dengan klien," ucap Abdy mengingatkan. Abdy seorang pria dewasa yang sangat cekatan dalam bekerja. Sebelum ia bekerja dengan Ram, Ram sudah lebih dulu menyelidiki latar belakang Abdy. Abdy tidak ada kasus kriminal atau tindak kejahatan, itu sebabnya Ram mempercayakan perusahaan miliknya dikelola oleh Abdy sebelum ia resmi menjadi CEO.
"Hmmm, kita berangkat sekarang," jawab Ram. kemudian iapun bangkit dari duduknya dan merapikan jas serta dasinya yang memang sudah sangat rapi.
Keduanya keluar dari ruangan tersebut dan berjalan menuju lift. Para karyawan wanita yang terpesona dengan ketampanan bos mereka hanya bisa mencuri curi pandang, mana berani mereka secara terang terangan? Mereka masih sayang pekerjaan mereka, karena zaman sekarang susah sekali mencari pekerjaan. mengingat pendidikan mereka yang tidak terlalu tinggi.
Ram memilih karyawan baik laki laki atau wanita tidak hanya berpendidikan tinggi saja, tetapi attitude dalam diri merekalah yang paling utama. Apa gunanya berpendidikan tinggi kalau attitude mereka nol besar. Begitu penilaian Ram. Dan itu juga yang Ram terapkan kepada setiap karyawannya.
__ADS_1
Tiba diparkiran perusahaan, Ram masuk kedalam mobil miliknya. Sedangkan Abdy dengan mobil miliknya sendiri.
Kenapa mereka pakai mobil masing-masing? karena nanti Ram akan langsung pulang ke mansion, sedangkan Abdy akan kembali ke perusahaan. Karyawan di perusahaan Ram disediakan angkutan umum untuk diantar jemput pergi dan pulang kerja. Apalagi dibagian pabrik. Bagi yang punya kendaraan sendiri, uang bensin ditanggung oleh perusahaan.
Ram melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata, Abdy juga tidak mau kalah karena ia tidak mau tertinggal jauh dari bosnya.
Tiba dilampu merah Ram menghentikan mobilnya. Dan matanya tertuju pada seorang nenek tua yang sedang berjualan dipinggir jalan. Nenek itu membawa jualan miliknya dengan digendong dan menjajakan kesetiap pengendara yang berhenti di lampu merah.
Ram menepikan mobilnya agar tidak menggangu pengendara lain, kemudian ia pun turun menghampiri Nenek tersebut.
"Mau beli nak?" tanya nenek itu.
"Dari sejak tadi belum ada yang laku," ucap nenek itu lagi. Ram tersenyum sangat manis.
"Kita kepinggir dulu ya Nek, jangan menghalangi jalan," jawab Ram. Ram menggiring nenek itu ketepi jalan. Abdy hanya memperhatikan bosnya itu dan ikut menepikan mobilnya.
"Saya borong ya Nek, nenek hitung berapa total semuanya," ucap Ram. Nenek itu pun menghitung jualannya.
"Ada 150 ribu nak semuanya." jawab nenek itu. nenek itu berjualan kerupuk yang dibuatnya sendiri. kemudian Ram menyerahkan uang 150 ribu untuk Nenek tersebut, lalu Ram kembali menyelenggarakan amplop berisi uang dari dalam saku jasnya.
"Ini untuk Nenek buat modal usaha, supaya Nenek tidak lagi panas panasan dijalan." ucap Ram sambil menyerahkan amplop tersebut.
"Terimakasih banyak Nak, semoga Allah membalas kebaikan anak." ucap nenek itu.
Kemudian Ram pun pamit melanjutkan perjalanan menuju restoran tempat pertemuannya dengan klien tersebut.
.
__ADS_1
.
.