Tujuh CEO Muda

Tujuh CEO Muda
Terlalu semangat


__ADS_3

.


.


.


Zaidan segera dilarikan kerumah sakit dengan mobil yang digunakan oleh Darmendra. Karena mobil sikembar kecil jadi tidak muat untuk mereka. Sikembar juga ikut mengantarkan mereka dan menyusul dibelakang.


"Apa yang terjadi padanya?" tanya Diva.


"Entahlah Tante, aku juga kurang memperhatikannya." jawab Randy.


Butuh waktu 30 menit mereka pun tiba dirumah sakit, Zaidan langsung dibawa keruang UGD. Dokter yang melihat keluarga Henderson datang kerumah sakit tentu saja bergegas memeriksa pasien yang dibawa oleh keluarga tersebut. Tidak berselang lama dokter sudah keluar dengan tersenyum ramah.


"Bagaimana Dok?" tanya Diva.


"Sepertinya dia terkena pukulan diperut. Tapi saya sudah menyuntikkan obat agar tidak terlalu berbahaya," ucap dokter itu.


"Memang parah ya Dok?" tanya Diva lagi.


"Tidak, hanya untuk pencegahan saja, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya dokter.


"Tadi kami dihadang oleh penjahat, saat kami melawan mereka dan kami tidak memperhatikan anak itu. Saat semuanya selesai ternyata anak itu sudah pingsan," jawab Diva jujur. Dokter pun manggut-manggut.


"Sebaiknya untuk malam ini pasien harus nginap disini dulu, bila besok sudah membaik maka pasien boleh pulang," kata dokter.


Ram pun mengurus administrasi dan kamar perawatan untuk pasien.


"Bagaimana ini? Apakah kita harus memberitahu orang tuanya?" tanya Darmendra.


"Sebaiknya kita beritahu, hubby. Agar orang tuanya tidak risau," jawab Diva.


Lalu Ren pun menelpon orang tua Zaidan, mendengar kabar anaknya masuk rumah sakit, orang tua Zaidan langsung bergegas kerumah sakit.


Zaidan sudah dipindahkan keruang perawatan, ruangan VVIP 1. Tentu saja atas rekomendasi dari Ram. Keluarga Henderson menunggu hingga orang tua Zaidan datang. Saat ini Zaidan belum sadarkan diri karena pengaruh obat juga jadi ia harus istirahat total.


"Kamu tidak pulang?" tanya Ram pada Randy.


"Aku mau menunggu temanku disini," jawab Randy.


"Bagaimana dengan orang tuamu? Apa mereka tidak risau?" tanya Ren.


"Aku sudah memberitahu mereka tadi, jadi mereka tidak akan risau. Mereka juga mengenal Zaidan," jawab Randy.


"Ya sudah kalau begitu," ucap Ram.


"Ray datang dari luar dengan membawa makanan, sebab tadi mereka belum sempat makan. Karena sudah kalang kabut saat menerima sinyal bantuan. Ren memberikan makanan tersebut kepada mereka semua, termasuk Adam yang ada disana yang sejak tadi hanya diam saja.


Tidak berapa lama orang tua Zaidan pun datang. mereka begitu cemas karena anak mereka masuk rumah sakit.


Langkah kakinya terhenti saat melihat keluarga terkaya ada dalam ruangan anaknya.


"Maaf, apakah saya salah kamar?" tanya ibu Zaidan. mereka semua pun menoleh.

__ADS_1


"Tidak Bu, ini benar kamar anak ibu," jawab Diva.


"Pa anak kita," ucap ibu Zaidan saat melihat anaknya terbaring di ranjang rumah sakit.


"Tenang, anak nyonya tidak apa-apa, dia hanya pingsan, dan sekarang ia tertidur karena pengaruh obat," ucap Diva.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Zakaria.


"Tadi kami ketaman Om, terus diserang orang jahat, mereka semua menyelamatkan kami," Randy yang menjawab.


"Terimakasih banyak karena menolong anak kami," ucap Zakaria.


Lina menyikut Randy dan berbisik, "kenapa kamu bohong?" tanya Lina.


"Daripada nanti Zaidan kena hukum," jawab Randy berbisik pula.


"Baiklah kalau begitu kami semua permisi, karena orang tua Zaidan juga sudah datang," ucap Darmendra.


"Iya, sekali lagi terimakasih," ucap Zakaria.


"Tidak perlu berterimakasih Pak," jawab Diva.


"Semua biaya rumah sakit sudah kami bayar," ucap Darmendra.


"Ah jadi merepotkan tuan," ucap Zakaria.


"Tidak sama sekali," jawab Darmendra.


Akhirnya Darmendra dan keluarganya pun pamit pulang, karena sudah malam juga. Sekarang sudah menunjukkan pukul 10 malam.


"Baik tuan," ucap Adam.


Ren numpang mobil pada Ram, sedangkan triple A bersama Daddy dan Mommy nya. Yang lain sendiri sendiri dengan mobil masing-masing.


"Kamu yang nyetir," ucap Ram pada Ren.


"Aku capek," kata Ren.


"Sama aku juga capek, gara gara mafia itu membuat kami kalang kabut dibuatnya," ucap Ram.


"Habis gimana dong? Gak mungkin aku berdua sama Adam melawan mereka?" tanya Ren.


"Sebenarnya apa masalahmu dengan bos mafia itu?" tanya Ram.


"Tadi sewaktu aku sama Adam meninju lokasi perumahan, si Alex itu nelpon ngajak ketemuan, ternyata ingin menjodohkan anaknya yang jelek itu, jelaslah aku menolak," ucap Ren.


"Lalu dia tidak terima?" tanya Ram, Ren mengangguk.


"Kenapa tidak dibuat bangkrut saja perusahaannya?" tanya Ram.


"Sudah basi, sewaktu menunggu kalian datang, aku sudah mengunci data perusahaannya," ucap Ren.


Mereka kini sedang diperjalanan pulang ke mansion. Sedangkan yang lain sudah lebih dulu melajukan mobil mereka, Ren dan Ram yang terakhir pulang.

__ADS_1


"Lihat itu," Ram menunjuk kearah preman yang sedang mengganggu seorang gadis.


"Haah, ada ada saja kejahatan di dunia ini," ucap Ren. Lalu ia menepikan mobilnya.


Ren dan Ram turun dari mobil dan berjalan menghampiri preman tersebut.


"Berhenti...!" teriak Ram. Preman dan gadis itu menoleh. Dan gadis itu segera berlari berlindung dibelakang kedua pemuda tampan itu.


"Jangan ikut campur, kalau kalian mau tunggu kami selesai." ucap salah satu dari preman itu.


Preman itu mendekat kearah Ren dan Ram. Preman itu meminta gadis itu untuk mereka.


"Cepat berikan gadis itu pada kami," ucap preman itu, Ram dan Ren yang mendengarnya sangat geram. Tanpa kata tanpa tanya mereka langsung menghajar preman tersebut.


"Ampun, ampun." ucap preman itu memohon.


"Kalian harus masuk penjara biar kapok." ucap Ram.


"Jangan, tolong jangan masukkan kami kepenjara," ucap preman itu memohon. Tapi Ram sudah terlanjur emosi dengan kelakuan preman tersebut langsung melaporkannya kepada polisi.


"Kamu tidak apa-apa? kenapa bisa keluar malam malam?" tanya Ram.


"Aku baru pulang kerja, tadi ada lembur jadi pulang malam," jawab gadis itu.


"Lain kali hati hati, dimana mana banyak kejahatan terjadi," ucap Ram lalu lagi.


"Terimakasih banyak karena menolongku," ucap gadis itu.


"Hmmm, sekarang pulang lah, preman ini biar kami yang urus," kata Ren. Lalu gadis itu pun pulang. Tidak berapa lama polisi pun datang dan langsung mengkap preman tersebut.


"Penjarakan mereka Pak," ucap Ram.


"Baik tuan muda," jawab polisi itu. Akhirnya preman itupun dibawa ke kantor polisi.


Pagi hari...


Dirumah sakit, Zaidan sudah sadar dan langsung tersenyum. karena sudah ada triple A menjenguknya.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Lina.


"Aku tidak apa-apa, aku hanya terlalu bersemangat," jawab Zaidan. Triple A mengernyitkan dahinya.


"Karena keasikan main tembak tembakan sampai aku tidak sadar ada yang menendang perutku," ucap Zaidan.


"Kamu kira itu bahan mainan?" tanya Lina, Lita Lica Randy sudah terkikik geli.


"Bukan sih, tapi menyenangkan," jawab Zaidan, mereka hanya geleng-geleng kepala.


Orang tua Zaidan lagi kekantin untuk mencari sarapan. Lina memberikan pakaian ganti pada Randy dan Zaidan. Baju dan celana yang ia beli ditoko yang tidak jauh dari rumah sakit tersebut.


"Nih coba, aku gak tau pas atau tidak pakaian itu," ucap Lina.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2