
.
.
.
Sementara Ren dan Aisyah duduk luar mansion, para pengawal yang berjaga di mansion ini curi curi pandang kearah tuan mudanya, karena baru kali ini mereka melihat tuan mudanya membawa seorang gadis.
"Cantik banget ya, sangat cocok dengan tuan muda kita," ucap si A.
"Huss jangan lihat lihat terus, kalau pengen cari istri sana," ucap si B.
"Aku ingin melamar si Marni aja deh, sepertinya ia juga suka sama aku," ucap si A.
Oh ya untuk pengetahuan semua, Agus sudah sudah menikah dengan Aida, pelayan di mansion ini. Tapi sudah 2 tahun menikah belum dikaruniai anak, keduanya juga masih setia bekerja di mansion ini, dan tempat tinggal mereka disediakan sebuah rumah untuk mereka yang sudah berkeluarga.
Kedua pengawal itu terus berbincang bincang tentang pujaan hati mereka.
Ren semakin mendekat duduknya kearah Aisyah, Aisyah hanya tertunduk diam, jujur ia belum pernah sedekat ini dengan laki laki selain Ren.
"Ais, sekarang keluargaku sudah tau, aku ingin hubungan kita kearah yang lebih serius," ucap Ren.
"Maksudmu?" tanya Ren.
"Masa kamu gak ngerti perasaanku selama ini? Apa memang kamu pura pura tidak tahu?" tanya Ren.
"Aku bukan cenayang Ren, dan aku tidak punya kelebihan untuk mengetahui isi hati atau pikiran seseorang," jawab Aisyah.
"Haruskah aku beritahu satu dunia? Bahwa aku ini mencintaimu? Haruskah cinta itu diungkapkan baru kamu mengerti?" tanya Ren beruntun.
"Jujur aku senang dengan perlakuanmu padaku, tapi aku tidak tahu apakah itu perlakuan cinta atau hanya sekedar simpati? Perasaan suka banyak jenisnya Ren, maafkan aku kalau aku tidak terlalu peka tentang itu," Aisyah.
"Aku belum pernah memperkenalkan seorang gadis pada keluargaku, dan ini pertama kalinya, dan untuk pertama kalinya juga aku jatuh cinta itupun kepadamu, aku ingin jawaban darimu seperti apa perasaanmu terhadapku?" tanya Ren. Ren memegang tangan Aisyah dan mengecupnya.
"Iya, aku juga merasakan hal yang sama dengan dirimu," jawab Aisyah.
"Aku akan melamarmu didepan orang tuamu," kata Ren kegirangan.
Ia sudah menduga kalau Aisyah juga mencintainya hanya dia ingin memastikan bahwa dugaannya tidak akan salah.
"Sejak bersamamu, aku merasa bahagia dan bila didekatmu aku terasa nyaman," ucap Aisyah.
"Boleh aku memelukmu?" tanya Ren.
"Halalkan dulu aku," ucap Aisyah.
"Baik, besok juga bisa," kata Ren.
Buugh... Aisyah memukul dada bidang Ren. Ren menangkap tangan Aisyah lalu memeluknya, Aisyah hanya terdiam saja sambil menahan debaran jantungnya.
__ADS_1
"Rasanya aku tidak ingin malam ini berakhir," batin Ren.
Disisi lain...
Raffa dan Prita juga sedang duduk berdua, mereka tidak kemana-mana masih diruang keluarga, karena ia tidak berpindah tempat, hanya saudara saudaranya yang pindah tempat.
"Keluargaku dan sudah merestui hubungan kita, dan juga aku sudah meminta restu dari ayah dan ibumu mereka mengizinkan," ucap Raffa.
"Apa kakak serius? Aku takut nanti Kakak menyesal," tanya Prita.
"Iya, aku sangat menyesal kalau tidak memilikimu," jawab Raffa.
"Kenapa kakak memilihku?" tanya Prita.
"Karena hati, bukan aku yang memilihmu tapi hatiku yang memilihmu, hatiku tidak bisa dibohongi kalau aku mencintaimu." ucap Raffa.
"Apa yang kakak harapkan dari aku?" tanya Prita.
"Cinta dan ketulusan hatimu untuk mencintaiku, menurutku itu sudah cukup," ucap Raffa. Prita terharu mendengarnya.
Kemudian Raffa memeluk tubuh Prita yang menangis, Prita tidak kuasa menahan air matanya karena begitu terharu.
"Kenapa menangis hmmm?" tanya Raffa.
"Aku hanya terharu, selama ini aku tidak pernah merasakan dicintai, orang orang hanya memandang kami sebelah mata karena kami miskin," ucap Prita.
"Aku akan membuatmu terkenal agar tidak ada lagi yang memandang rendah kepada keluargamu, dan setelah itu aku akan melamarmu," ucap Raffa.
Begitu juga dengan Rasya saat ini Rasya juga mengungkapkan perasaannya kepada Adira, walaupun ia pernah nembak Adira sewaktu mereka pulang dari makan siang tapi kali ini Rasya ingin memastikan sekali lagi mengungkapkan perasaannya.
Berawal dari ajakan nonton film di bioskop, Rasya merasa cocok dengan Adira, walaupun gadis itu bar bar tapi itu yang Rasya suka.
"Dira...!" panggil Rasya.
"Hmmm, ada apa?" tanya Adira.
"Malam ini aku ingin sekali lagi mengungkapkan perasaanku kepadamu," kata Rasya.
"Ya aku tahu, dan aku sudah menerimamu karena ketulusan hatimu, bukan Karena hartamu," ucap Adira.
"Boleh aku menci*mmu?" tanya Rasya dan Adira mengangguk.
Lalu tanpa dikomando Rasya mendapatkan bibitnya pada bibir Adira, dengan gerakan lembut Rasya Mel*um*t bibir tersebut, merasa mendapatkan balasan keduanya menjadi larut dalam ci*man tersebut. Adira melepaskan diri karena separuh nafasnya sudah terkuras.
"Terimakasih," ucap Rasya.
"Hmmm, seharusnya aku yang berterima kasih," ucap Adira.
"Sekali lagi ya," pinta Rasya, tanpa menunggu jawaban dari Adira, Rasya kembali menci*m bibir Adira.
__ADS_1
Rakha yang duduk diruang tamu bersama Keyla sedari tadi hanya bercerita ringan saja, tanpa ada ungkapan isi hati keduanya. Padahal keduanya sudah terlihat jelas saling menyukai. Rakha menyatukan keningnya dengan kening Keyla lalu berkata.
"I love you, aku tidak ingin ada penolakan," ucap Rakha to the point.
Cup... Rakha mengecup bibir Keyla. Keyla hanya terdiam mematung, ia tidak tahu harus menjawab apa? karena Rakha sudah mengatakan tidak ada penolakan. Keyla menghela nafas.
"Kenapa diam?" tanya Rakha.
"Aku harus jawab apa?" tanya Keyla.
"Hanya tinggal jawab i love you too, gampang kok," ucap Rakha.
"Cinta tapi kok maksa," kata Keyla.
"Karena aku tidak ingin cintaku ditolak," ucap Rakha.
"Sejak kapan?" tanya Keyla.
"Sejak dulu sewaktu kita bertemu, saat itu aku sudah ada rasa kepadamu," ucap Rakha.
Keyla tersenyum, "Aku pikir cintaku bertepuk sebelah tangan,"
"Maksudmu?" tanya Rakha.
"Iya sejak saat itu aku juga ada rasa sama kamu, tapi sebisa mungkin aku pendam," kata Keyla.
"Benarkah? berarti aku tidak perlu mengungkapkan perasaanku?" tanya Rakha.
"Cinta perlu diungkapkan karena orang yang kita cinta tidak akan bisa menebak perasaan kita." ucap Keyla.
"Mengapa kamu tidak mengungkapkan perasaanmu padaku?" tanya Rakha.
"Aku seorang gadis, dan aku bukan seorang j*l*ng tidak mungkin kalau aku yang mengejar-ngejar kamu, biarlah perasaan ini aku pendam kalau cowok yang kita cintai tidak berinisiatif duluan." ucap Keyla.
"Begitukah?" tanya Rakha, dan Keyla pun mengangguk.
"Itu aku, tidak tahu kalau wanita lain," ucap Keyla.
Malam semakin larut tidak terasa sekarang sudah pukul 23:30 WIB. Tapi mereka seperti tidak ada tanda tanda untuk masuk kedalam kamar, mereka malah semakin asyik menikmati malam ini.
"Kamu sudah ngantuk?" tanya Rakha.
"Tapi mereka belum ada yang masuk," jawab Keyla.
"Haruskah menunggu mereka?" tanya Rakha.
.
.
__ADS_1
.