Tujuh CEO Muda

Tujuh CEO Muda
Fitting baju pengantin,


__ADS_3

.


.


.


Tidak terasa hari pernikahan sikembar tinggal tiga hari lagi, segala persiapan sudah 90%. Berkat campur tangan Diva dan para Tim Wedding organizer atau lebih dikenal dengan sebutan W O. Bekerja sama untuk mendekorasi hotel yang akan dijadikan tempat berlangsungnya acara resepsi pernikahan mereka kelak.


Hari ini sikembar sedang menjemput tunangan mereka masing-masing untuk melakukan fitting baju pengantin.


Diva dan Vera nanti menyusul mereka, sikembar berangkat menggunakan mobil masing-masing. karena mereka berbeda arah, dan juga mereka tidak mau ada yang menggangu. Ray Rakha dan Roy satu arah, jadi mereka bisa berbarengan menjemput tunangan mereka. Ren sendiri menjemput Aisyah, Ram dan Rasya satu arah karena rumah Cahaya dan Adira berdekatan. Sedangkan Raffa juga berbeda arah, apalagi sekarang Prita sudah pindah kerumah yang lebih besar yang pastinya jauh dari tetangga akun gosip.


"Hubby mau ikut gak?" tanya Diva, karena Diva juga memesan baju yang senada untuk keluarganya nanti.


"Apa boleh?" tanya Darmendra balik.


"Boleh dong, nanti mau coba pakaiannya juga." jawab Diva.


Alhasil mereka sekeluarga ikut semua, termasuk triple A. Wah bakalan rame nih butik.


Hari sudah siang ketika ini, jadi Darmendra dan keluarganya pun berangkat menuju butik tersebut. hanya butuh waktu 35 menit mereka sampai di butik tersebut. Ternyata disana sudah ada sikembar dengan tunangannya masing-masing.


"Loh kok belum masuk?" tanya Diva.


"Kami menunggu Mommy," jawab Cahaya.


"Yuk masuk, nanti sekalian mau foto prewedding untuk dicetak pada undangan. Ucap Diva.


Akhirnya mereka semua pun masuk. Mereka disambut baik oleh pemilik butik tersebut dan tidak perlu bertanya lagi karena pemilik butik tersebut sudah membuat janji dengan mereka.


Ketujuh gadis itu langsung disuruh masuk keruang ganti, karena mereka akan mencoba gaun pengantin untuk mereka pakai nantinya.


Sikembar juga berganti pakaian karena mereka akan melakukan foto prewedding, dan disitu sudah ada fotografer yang sudah tidak sabar ingin memfoto sikembar dan pasangannya.


Ketujuh gadis itu keluar dari ruang ganti dengan gaun pengantin yang mereka kenakan.


"Wah kakak cantik banget," teriak triple A kagum. Semua mata tertuju pada calon pengantin wanita tersebut.


"Cantik," bisik Ram didekat telinga Cahaya. Cahaya hanya tersipu malu.


Begitu juga dengan yang lain, mereka memuji pasangan masing-masing, belum berdandan sudah terlihat cantik. Apalagi kalau dipoles make-up makin berkali kali kali kali lipat cantiknya.


"Sekarang kalian foto dulu, nanti akan dicetak," ucap Diva. mereka dibawa kesatu ruangan yang memang disediakan untuk foto prewedding.


Fotografer tersebut sangat puas dengan hasil dari foto mereka, pasangan yang terlihat sangat serasi yaitu tampan dan cantik.

__ADS_1


"Tuan bolehkah saya meng-upload foto kalian untuk promosi?" tanya fotografer meminta izin.


"Tanyakan pada mereka dulu," jawab Ram. Lalu fotografer tersebut menanyakan pada tunangan sikembar.


"Boleh, kalau hanya untuk promosi." jawab Nadine.


"Terimakasih mbak," ucap fotografer itu.


Setelah selesai fitting baju pengantin dan melakukan foto prewedding mereka pun berganti pakaian kembali. Gaun pengantin tersebut akan langsung dikirim ke hotel tempat mereka melangsungkan acara.


Untuk akad nikah beda pakaian, dan untuk resepsi pernikahan ada 3 gaun yang akan mereka pakai nanti.


"Gimana udah selesai!" tanya Diva.


"Sudah," jawab sikembar serentak. Mereka hanya menunggu foto mereka dicetak.


"Gimana rencana kalian selanjutnya?" tanya Darmendra.


"Nanti untuk undangan akan dibuat menjadi 2 kategori, pertama undangan resmi dan undangan secara online. Siapa saja yang tidak mendapatkan undangan resmi maka bisa melalui online," jawab Ram.


"Aku rasa, ini pernikahan yang paling menggemparkan. Belum pernah dilakukan oleh orang lain, tapi kalian melakukannya. Tujuh pasang pengantin diatas pelaminan." ucap Darmendra.


Setelah selesai fitting baju pengantin dan foto prewedding mereka pun keluar dari butik tersebut. Kebetulan butik tersebut berada didalam mall terbesar dikota ini.


"Beli cincin kawin dulu," ucap Diva pada sikembar.


"Ya sudah kalau begitu, mari kita ke toko perhiasan," ajak Diva.


"Mom kita jalan jalan dulu ya," ucap Lina pada Diva.


"Hmmm baiklah, tapi hati hati. nanti jangan lupa nelpon," pesan Diva.


"Oke Mom," jawab triple A serentak.


Sikembar dan tunangannya, Darmendra dan Diva pergi ke toko perhiasan, sedangkan Vera dan Jordan pergi entah kemana, triple A ternyata pergi ketempat permainan.


"Selamat datang tuan dan nyonya, tuan muda dan nona," ucap pelayan itu dengan sopan.


"Terimakasih," jawab Diva sambil tersenyum.


"Sebentar saya panggil Pak manager," ucap pelayan itu. Lalu masuk kedalam untuk memanggil manager toko tersebut.


"Suatu kehormatan bagi kami karena tuan dan nyonya datang ke toko perhiasan kami," ucap manager tersebut.


"Tidak usah terlalu formal Pak, kami hanya ingin mengambil pesanan kami yaitu cincin pernikahan," ucap Ram.

__ADS_1


"Oh iya, tunggu sebentar," ucap manager itu dan bergegas masuk, tidak berapa lama manager itu membawa kotak berisi cincin.


"Silahkan tuan muda," ucap manager tersebut.


Sikembar mengambil cincin tersebut, karena dicincin itu sudah terukir nama nama mereka dan pasangan masing-masing.


"Ini struk pembayarannya tuan, sebagai bukti bahwa cincin ini sudah lunas," ucap manager tersebut.


"Terimakasih Pak, kalau begitu kami permisi," jawab Ram.


"Tuan, nyonya apakah tidak berminat belanja ditoko kami, ada set perhiasan keluaran terbaru," tawar manager itu.


"Nanti saja Pak, sekarang belum ada minat untuk membeli perhiasan," jawab Diva sopan.


Diva memang tidak terlalu suka dengan banyak perhiasan atau barang barang mewah. Karena Diva sejak dulu sudah terbiasa hidup sederhana meskipun ia banyak harta dari peninggalan orang tuanya. Ditambah lagi suaminya orang terkaya di negara ini.


"Maaf ya Pak," ucap Diva lagi.


"Tidak apa-apa nyonya," jawab manager tersebut.


Kemudian mereka pun keluar dari toko perhiasan tersebut, Diva menelepon putrinya untuk memastikan keberadaan sang putri.


"Halo sayang, kalian dimana?" tanya Diva.


"Kami ditempat permainan Mom," jawab Lica.


"Oh ya sudah, Mommy sama Daddy ingin makan nih, kalian kesini ya restoran xxxx yang ada di mall," kata Diva, kemudian sambungan teleponnya pun terputus setelah triple A menjawab iya.


"Kita makan dulu hubby, kebetulan aku lapar," ucap Diva.


"Ya sudah, ayo," ajak Darmendra. Sikembar pun ikut juga untuk makan. Mereka pun menyewa ruangan VIP di restoran itu.


"Sayang kamu mau makan apa?" tanya Ren pada Aisyah.


"Samain aja deh," jawab Aisyah.


"Kalian mau makan apa?" tanya Diva.


"Samakan saja Mom, kita juga tidak pilih pilih makanan," jawab Nadine.


Tidak berapa lama datang Vera dan Jordan, kemudian datang lagi triple A, jadi tempat itu semakin ramai. beruntung ruangan VIP cukup luas.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2