
.
.
.
Kini mereka sudah siap siap untuk pergi jalan jalan, kebetulan jam makan siang masih belum waktunya, nanti mereka akan makan di restoran aja.
"Sudah siap Oma?" tanya Lina pada Vera.
"Sudah dong, malah Oma lagi nungguin kalian," jawab Vera.
Mereka sudah ada di bagasi mobil, Jordan sedang memanaskan mesin mobilnya dulu.
"Opa, sebaiknya pakai mobil yang anti peluru," ucap Lina. Jordan mengernyitkan keningnya, tapi ia juga tidak protes.
"Buat jaga jaga Opa," kata Lita.
"Hmmm baiklah, lebih baik waspada," jawab Jordan.
Kini mereka sudah berada didalam mobil dan akan segera berangkat. Jordan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, baru satu kilometer mereka meninggalkan mansion ada beberapa mobil mengikuti mereka.
"Opa, kita diikuti," ucap Lina. Jordan melihat kekaca spion ternyata benar mobil mereka diikuti. Jordan melajukan mobilnya dan mobil dibelakang juga melaju. Kemudian Jordan melambatkan laju mobilnya mobil itu juga melambat. Saat ditempat sepi...
Dor...dor...dor. Tiga kali tembakan kemobil yang mereka tumpangi tapi tidak berpengaruh apa apa. Beruntung Lina menyuruh Opanya membawa mobil Anti peluru ciptaan Rakha.
Rakha menciptakan mobil anti peluru untuk semua keluarganya, mengingat kejadian demi kejadian yang lalu membuat mereka lebih waspada lagi.
Dor...dor.. tembakan lagi terdengar. Dan mobil mereka masih tidak apa-apa, ban nya juga anti peluru.
"Sudah kuduga," gumam Lina. Mereka tidak gentar sedikitpun.
"S*al, ternyata mobil mereka anti peluru," umpat asisten Roger. Karena perintah dari bosnya untuk membunuh triple A jadi asisten Roger turun tangan.
"Mereka ramai Opa," kata Lina.
"Apa kita minta bantuan Abang kalian?" tanya Vera. Triple A saling pandang.
"Sepertinya tidak perlu Oma, kita akan hadapi bersama." jawab Lita.
"Kalian yakin?" tanya Jordan.
"Kami hanya mengkhawatirkan Oma dan Opa saja. Kalau kami kan masih muda," kata Lica enteng.
"Cih... umur boleh tua, tapi soal berkelahi masih bisa meladeni yang muda muda," jawab Vera tidak terima diremehkan cucunya.
__ADS_1
"Tapi kata Mommy Oma hebat," kata Lita.
"Jelas, Oma masih bisa bertarung loh," ucap Vera menyombongkan diri.
Mobil masih melaju dijalan raya, mobil yang dibelakang sudah semakin mendekat. Triple A mengeluarkan senjata yang mereka bawa, sebesar kelereng tapi berduri tajam.
"Opa laju sedikit, mereka semakin dekat." kata Lina. Lina kemudian membuka kaca mobil sedikit dan membuang benda yang berduri tajam itu kejalan.
Seketika mobil mereka oleng dan saling tabrak. Hingga yang dibelakang menabrak mobil yang didepan. Kemudian triple A bertos ria dan tertawa melihat kekacauan tersebut. Lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju mall terbesar dikota ini.
"Ternyata kalian sama persis seperti Abang kalian," ucap Vera.
"Tentu dong Oma, Abang semua jenius, kami juga harus jenius dong," jawab mereka serempak.
"S*al," umpat asisten Roger yang bernama Bobby. Lalu ia pun menelpon bosnya.
"Ya, bagaimana? Sudah kalian hab*si ny*wa bocah itu?" tanya Roger.
"Maaf tuan, kami gagal." jawab Bobby.
"APA? Dasar kalian tidak becus, sekarang pulang dan kita culik anak itu sewaktu mereka lengah," kata Roger.
"Tapi tuan, mobil kami rusak parah," jawab Bobby.
"Apa? Bagaimana bisa? Apa saja yang kalian lakukan, hah?" tanya Roger dengan marah.
"B*doh...!" umpat Roger lalu membanting ponselnya kelantai hingga hancur.
"Ada apa suamiku?" tanya Zarina.
"B*doh, b*doh, b*doh. Punya anak buah semuanya tidak becus, disuruh menangkap anak itu saja tidak bisa," kata Roger masih dengan nada marah. Beruntung istrinya selalu sabar menghadapi sikap suaminya itu. Meskipun ia mantan ketua gangster tapi dengan anak dan istrinya Roger sangat sayang.
"Apa sebaiknya masalah ini jangan diperbesarkan saja?" tanya Zarina.
"Tidak bisa, sayang. Kamu tidak dengar apa yang dikatakan putri kita?" Roger balik bertanya. Nada suaranya sudah mulai melunak.
"Iya aku tau dan aku juga dengar. Tapi kata kepala sekolah putri kita hanya kecelakaan saat bermain dan juga putri kita tidak apa-apa?" Zarina.
"Masalah ini biar aku yang tangani, aku hanya ingin memberikan mereka pelajaran, biar anak lain tidak berani mengusik anak kita," ucap Roger.
Sedangkan yang mereka bicarakan sedang asik bermain permainan di mall tersebut. Vera dan Jordan hanya memperhatikan cucu mereka bermain. Triple A tidak punya teman selain mereka bersaudara saja, seperti sikembar dulu juga tidak punya teman dan hanya sesama mereka saja.
Tapi triple A tidak keberatan sama sekali, baginya mereka bertiga sudah cukup, saudara dan teman serta sahabat dalam kebersamaan mereka.
"Dad, menurutmu tadi itu musuh dari mana?" tanya Vera.
__ADS_1
"Daddy juga gak tau Mom, apa mungkin mereka mengincar triple A? Tadi sebelum berangkat Lina menyuruh pakai mobil anti peluru," tanya Jordan.
"Iya ya, Mommy gak kepikiran kesitu, ah sudahlah yang penting kita sudah lolos dari kejaran mereka," jawab Vera.
Triple A melambaikan tangan kepada Oma dan Opanya, dan dibalas oleh Vera dan Jordan. Dan tidak terasa ternyata mereka sudah lebih dari satu jam bermain disitu. Mereka pun akhirnya berhenti.
"Oma kami lapar," ucap triple A serentak.
"Oke, kalau begitu kita makan dulu," ucap Vera. Lalu mereka turun kelantai dua tempat restoran berada.
"Mau makan apa?" tanya Vera.
"mmm, ayah goreng crispy...!" jawab triple A serentak. Jordan seketika tertawa.
"Kalian kompak banget," ucap Jordan.
mereka tiba dilantai dua dan langsung menuju restoran yang mereka maksud, menyediakan makanan cepat saji seperti ayam goreng crispy, burger, pizza dan lainnya.
Mereka masuk dan langsung mengantri untuk mendapatkan makanan yang mereka inginkan. Beruntung antrian tidak terlalu panjang. Jadi makanan mereka cepat siap.
"Kalian pesan kentang goreng juga?" tanya Vera.
"Iya Oma, Oma mau?" tanya Lica, Vera mengambil satu dan memakannya.
"Kenapa tidak pesan yang lain?" tanya Jordan.
"Nanti aja, kalau kurang baru pesan lagi," jawab Lita. Akhirnya mereka pun makan dengan nikmat. Ayam goreng crispy sudah berpindah keperut mereka masing-masing.
"Ada yang mau pesan lagi?" tanya Vera, triple A mengangguk.
"Tapi kami mau pesan banyak," kata Lina. Tidak perlu bertanya kalau mereka bilang mau pesan banyak pasti akan membagikan kepada orang lain.
Lina pun memesan 100 porsi ayam crispy. Sambil menunggu, Lina memainkan iPad miliknya, dan mengutak-atik entah apa yang mereka lakukan. Lita dan Lica saling pandang, mereka tahu bahwa Lina sedang meretas sebuah perusahaan.
"Perlu kami bantu?" bisik Lita. Kebetulan Oma dan Opanya sedang sibuk mengurus pesanan mereka.
"Boleh, biar cepat selesai." ucap Lina.
Ketiganya mengutak-atik iPad milik mereka masing-masing, dan hanya butuh waktu setengah jam sebuah perusahaan xxxx sudah bocor dan dipastikan akan segera bangkrut.
"Itulah akibatnya berurusan dengan three Angel," ucap mereka serentak lalu mereka pun bertos ria.
.
.
__ADS_1
.