Tujuh CEO Muda

Tujuh CEO Muda
Dituntut


__ADS_3

.


.


.


Seorang siswa berlari sambil berteriak karena menemukan Darwin dalam keadaan tidak sadarkah diri, para guru bergegas ketempat Darwin tergeletak. sedangkan triple A cuek cuek saja seolah olah tidak terjadi apa-apa dan tidak merasa bersalah sama sekali.


Ya siswa yang dihajar oleh Lina bernama Darwin. Dia termasuk siswa yang pendiam di kelas, tapi siapa sangka Kalau diamnya itu diam diam punya maksud.


"Apa yang terjadi?" tanya Pak Udin. Semua orang terdiam.


"Aku pelakunya Pak," jawab Lina bersuara.


Darwin segera dilarikan kerumah sakit, Pak Udin menghubungi orang tua Darwin untuk segera datang ke sekolah.


"Kalian jangan kemana mana, kita akan menyelesaikan masalah ini hingga tuntas," perintah Pak Udin.


"Kami akan bertanggung jawab Pak kalau memang kami yang salah," jawab Lita.


"Hmmm bagus," ucap Pak Udin.


"Sebenarnya ada apa?" tanya Bu Tessa yang baru datang setelah melihat Darwin dilarikan kerumah sakit.


"Terjadi kesalahpahaman sedikit Bu," jawab Pak Udin. Guru guru yang lain juga berkumpul. Sedangkan para siswa siswi tidak diperbolehkan pulang terlebih dahulu sebelum masalah ini selesai.


"Bapak akan menghubungi orang tua kalian juga," ucap Pak Udin.


Tidak perlu pak, masalah ini kami bisa selesaikan sendiri tidak perlu melibatkan orang tua," jawab Lina. Akhirnya Pak Udin mengurungkan niatnya untuk menelpon orang tua triple A.


Triple A merasa tidak bersalah, sebab itu mereka tentang tentang saja.


Tidak berapa lama datang kedua orang tua Darwin, mereka langsung dibawa keruangan Pak Udin. Triple A pun dipanggil keruangan Pak Udin bersama Emely.


"Bagaimana bisa terjadi seperti ini Pak?" tanya Amran Papanya Darwin.


"Kami juga tidak tahu pasti, sebab ditempat kejadian tidak ada cctv-nya." jawab Pak Udin.


"Sebenarnya saya yang memukul Darwin, Pak," kata Emely sambil menunduk.


"Kamu..? oh jadi kamu yang menyebabkan anak saya seperti itu?" tanya Belina sambil menudingkan jari kepada Emely.


"Saya akan tuntut kamu karena telah menyebabkan anak saya masuk rumah sakit," ucap Belina lagi.


"Maaf Tante, bukan dia yang menghajar anak Tante, tapi saya," ucap Lina.

__ADS_1


"Kami tidak peduli siapa pelakunya? Yang jelas kami akan menuntut kalian," tanya Amran.


"Begini saja tuan, nyonya. Sebaiknya masalah ini kita selesaikan secara kekeluargaan saja, kita juga tidak tahu permasalahan apa? Yang salah siapa?" tanya Bu Tessa mencari jalan keluar dan mengambil jalan tengah.


"Tidak bisa, pokoknya saya tidak terima anak saya diperlakukan tidak baik seperti ini, saya akan tuntut atau reputasi sekolah ini akan rusak," ancam Belina.


"Silahkan kalau tuan dan nyonya akan menuntut, tapi jangan salah kami kalau tuntutan tuan dan nyonya akan berbalik," ucap Lina bersuara. Lina berani karena dia mempunyai bukti.


"Siapa kamu berani mengancam saya?" tanya Amran.


"Haruskah saya menggunakan kekuasaan Daddy saya?" tanya Lita.


"Kalau begitu panggil orang tua kalian, biar mereka tahu kelakuan anaknya seperti apa?" tanya Belina.


"Saya rasa tidak perlu melibatkan orang tua, karena kalau kami memanggil orang tua kami, kami takut tuan dan nyonya akan menyesal," ucap Lica.


"Memangnya siapa orang tua kalian? Dan apa kedudukannya? Sehingga saya harus takut?" tanya Amran.


"Tuan pernah dengar Jordan Henderson? beliau adalah kakek kami, dan Darmendra Henderson adalah Daddy kami," tanya Lica.


Deg...


Wajah Amran seketika berubah pucat mendengar nama yang disebut. Belina pun merasa heran dengan perubahan sikap suaminya yang tiba tiba seperti orang ketakutan.


"Pa ada apa?" tanya Belina.


"Mungkin saja mereka berbohong Pa hanya untuk melepaskan diri," kompor Belina.


"Tapi wajah mereka memang mirip istri tuan Darmendra ma," kata Amran.


"Pa yang salah akan tetap bersalah, kita akan tuntut mereka agar tidak semena-mena," ucap Belina.


"Silahkan nyonya, tapi sebelum itu kami ingin memperlihatkan kelakuan putra tuan dan nyonya yang sebenarnya," ucap Lina.


Lina mengirim video tersebut kepada Amran dan kepada Pak Udin.


"Ehh dari mana dia tau nomor telepon saya?" batin Amran setelah menerima video tersebut.


Amran pun memutar rekaman video yang sempat Lina ambil, matanya terbelalak melihat kelakuan b*jad anaknya. Begitu juga dengan Pak Udin, lebih terkejut lagi. Murid yang mereka sangka lugu dan polos ternyata tidak sepolos kelakuannya.


"Tuntut lah kalau kalian mau, dan saya akan pastikan tuntutan itu akan berbalik kepada kalian," ancam Lina.


Gleek... Amran menelan salivanya, ia merasa ngeri melihat tatapan tajam dari triple A.


"Mengapa tatapannya seperti tuan Darmendra saat sedang marah?" batin Amran.

__ADS_1


Amran adalah manager di perusahaan milik Darmendra, sebab itu ia tau tatapan mata Darmendra kalau sedang marah.


"Bagaimana? Apa masih mau dilanjutkan? Atau pekerjaan anda menjadi taruhannya?" tanya Lina.


Gleek... sekali lagi Amran menelan salivanya dengan susah payah. Gaji besar sebagai manager tidak akan ia dapatkan di perusahaan lain kalau sampai ia dipecat.


"Baiklah, saya akan menelepon Daddy untuk datang kemari," ancam Lina.


"Jangan... sebaiknya jangan. Saya akan berdamai saja," ucap Amran yang tidak mau mengorbankan pekerjaannya.


"Biaya rumah sakit saya yang akan tanggung, tuan dan nyonya tenang saja, anak kalian hanya syok. silahkan jenguk dia sekarang," ucap Lina.


Belina masih belum mengerti mengapa suaminya begitu takut dengan gadis kecil dihadapannya?.


"Ma mereka adalah anak dari bos Papa," kata Amran sambil berbisik. Belina seketika melotot mendengarnya.


"Bagaimana mungkin?" batin Belina.


"Berarti masalah ini sudah selesai ya?" tanya Pak Udin.


"Iya Pak, kami tidak jadi untuk menuntut mereka," jawab Amran.


Akhirnya masalah itu pun dianggap selesai oleh kedua belah pihak. Dan mereka pun pergi kerumah sakit untuk mengetahui keadaan Darwin. Triple A juga ikut karena mereka yang akan membayar semua biaya perawatan tersebut.


Walau bagaimanapun mereka juga harus bertanggung jawab, meskipun pada awalnya mereka bertindak kejam pada Darwin karena kelakuannya.


Sebenarnya Darwin bukan orang jahat, hanya saja tindakan yang ia lakukan karena cintanya ditolak oleh Emely membuat ia gelap mata. Semua itu atas pengakuan Emely sendiri dihadapan mereka semua.


Nanti mereka akan menasehati Darwin bahwa tindakan yang ia lakukan adalah salah, bisa saja ia akan terjerat hukum. Dan sudah dipastikan masa depannya akan hancur.


Kini mereka semua sudah berada dirumah sakit, triple A numpang mobil Bu Tessa, sedangkan Emely numpang mobil Pak Udin.


Triple A langsung kebagian administrasi untuk mengurus semuanya, Lina memberikan kartu gold miliknya yang mereka buat untuk menyimpan uang mereka, sebenarnya Darmendra ingin memberikan mereka blackcard, tapi Lina menolak. jadi mereka hanya menggunakan kartu gold. Setiap pendapatan masuk ke rekening mereka masing-masing.


"Kamu bagaimana sayang?" tanya Belina mengelus rambut putranya.


"Maafkan aku Ma, mereka tidak salah tapi akulah yang salah," ucap Darwin.


"Iya, kami sudah tahu semuanya. Lain kali jangan seperti itu lagi ya, mencintai seseorang tidak salah tapi memaksa seseorang maka akan membawa kita kejeruji besi," ucap Belina.


"Hampir saja kami melakukan kesalahan yang fatal dengan menuntut orang yang tidak bersalah," ucap Amran.


"Maafkan aku Pa, aku bertindak tanpa berpikir akibatnya," kata Darwin. Triple A yang berada didepan pintu pun mengurungkan niatnya untuk masuk. karena mereka tidak ingin mengganggu momen kebersamaan keluarga itu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2