
.
.
.
Setelah beberapa hari dirumah sakit, mereka hari ini pun pulang. Orang tua mereka sedang membantu mengemas barang barang bawaan mereka. Dan semua akan kembali ke mansion.
Oh ya, untuk pengetahuan readers semua. sikembar merenovasi mansion sebelum anak mereka lahir. Supaya anak anak mereka kebagian kamar mereka masing-masing.
Sedangkan sahabat Diva dan Darmendra sudah menjenguk bayi sikembar dua hari setelah istri mereka melahirkan. Dan nanti bila sudah sampai di mansion baru mereka akan berkunjung lagi.
Agus dan para pengawal lainnya sudah datang menjemput mereka, dengan beberapa buah mobil besar. Sedangkan orang tua Aisyah, Nadine, Prita, Adira dan Danita menggunakan mobil sendiri. Mereka juga akan ikut ke mansion untuk beberapa hari.
"Sudah siap sayang?" tanya Ram pada Cahaya, Cahaya pun mengangguk.
"Sudah ayah, tinggal menunggu Mommy di kamar sebelah." jawab Cahaya.
Ram menyuruh Cahaya memakai kursi roda, tetapi Cahaya menolak karena ia merasa sudah baik baik saja.
"Yah, kenapa sahabat ayah tidak datang? Apa dia tidak diberitahu?" tanya Cahaya.
"Bang Ricardo tidak ada disini sayang, mereka sekeluarga sedang di Jerman. Karena orang tuanya kecelakaan," jawab Ram.
Ya semenjak orang tua Ricardo kecelakaan, Ricardo dan keluarga kecilnya pergi ke Jerman untuk menemui orang tuanya.
"Kecelakaan?" tanya Cahaya kaget.
"Iya, kedua orang tuanya mengalami kecelakaan beberapa bulan yang lalu, dan Mamanya mengalami kelumpuhan, tapi bisa disembuhkan asal sering sering terapi, tapi dengan adanya kecelakaan tersebut, bang Ricardo menjadi lebih baik dengan keluarganya terutama kedua orang tuanya." jawab Ram panjang lebar.
Flashback....
Ricardo yang sedang bercanda dengan anaknya tiba-tiba mendapatkan telepon yang mengatakan orang tuanya mengalami kecelakaan. Ricardo tentu saja kaget mendengar kabar tersebut. Dan ia pun menelpon Ram untuk memberitahukan kabar tersebut, bahwa ia dan keluarganya akan kembali ke Jerman. Roy yang mendengar hal tersebut karena ia berada didekat Ram menyuruh Ricardo menggunakan pesawat pribadi miliknya saja.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang Ricardo pun mengiyakan, dan segera bersiap siap untuk pergi ke bandara. Sedangkan Roy menghubungi pilot yang bertugas dibawah naungan Roy. Saat itu juga Ricardo dan keluarga kecilnya pun berangkat ke Jerman.
Flashback end....
"Kadang setiap musibah itu ada hikmahnya," ucap Cahaya yang sudah siap menggendong baby Ale, sedangkan baby Al digendong oleh Ram. barang bawaan mereka dibawa oleh Marni sang pelayan.
"Dengar dengar sebentar lagi Bibik akan menikah?" tanya Cahaya.
"Iya nyonya muda," jawab Marni malu malu.
"Sepertinya Paman A sudah lama menyukai bibik," kata Ram, Marni tertunduk malu.
"Gak perlu malu bik, kita semua sudah seperti keluarga," ucap Cahaya. Marni tidak dapat membendung perasaan haru nya. Hingga airmata nya menetes begitu saja, tapi secepatnya ia menghapusnya.
"Sudah siap?" tanya Diva, Darmendra tidak ikut karena ada urusan penting dikantor. Diva tidak jadi masuk keruangan itu, karena Ram dan Cahaya sudah berada didepan pintu.
"Sudah Mom," jawab Cahaya.
Kini mereka semua sudah berada didalam mobil, pengawal menyimpan barang barang dibagasi mobil. Kemudian mereka pun menjalankan mobilnya dengan perlahan dan keluar dari parkiran rumah sakit tersebut.
Setelah keluar dari parkiran, mobil mereka pun berjalan dengan kecepatan sedang. Karena takut terjadi sesuatu yang tidak mereka inginkan.
"Nyonya, bagaimana rasanya mempunyai anak kembar?" tanya Marni. Cahaya tersenyum karena panggilan para pelayan berubah kepadanya, bukan pada Cahaya saja tetapi kepada istri sikembar yang lain juga.
"Bik jangan panggil nyonya boleh gak?" tanya Cahaya.
"Tidak boleh Nyah, walau bagaimanapun nyonya adalah majikan kami para pelayan. Jadi kami harus menghormatinya," jawab Marni. Cahaya tidak bisa berkata apa-apa lagi dan membiarkan pelayan atau yang lainnya memanggil mereka nyonya muda.
Sekitar 40 menit mereka pun tiba di mansion. Pintu gerbang terbuka karena penjaga gerbang sudah tau yang datang adalah keluarga besar tuannya. Mobil pun masuk dan berkendara dengan perlahan menuju mansion.
mereka semua turun terlebih dahulu, baru setelah itu pengawal yang menjadi supir pun memasukan mobil ke garasi.
Pelayan yang tidak ikut menyambut kedatangan mereka dengan antusias. Tidak berapa lama datang lagi keluarga sahabatnya.
__ADS_1
Keadaan menjadi semakin ramai, teman sosialita Vera yang merupakan ibu dari sahabat Darmendra pun tidak kalah antusias.
"Wah, bayinya ganteng ganteng dan cantik," ucap Kalsum saat melihat anak anak sikembar.
"cucuku masih kecil, masih lama baru dapat cicit," ucap Mira yang juga teman Vera.
"Sabar, minta dipanjangkan umur biar bisa menimang cicit nantinya," jawab Vera.
Kemudian bayi bayi mereka dibawa masuk kedalam kamar masing-masing. karena mereka masih bayi jadi mereka untuk sementara tinggal dikamar orang tua mereka.
"Kamu hebat ya jeng, sekali dapat cicit langsung 17 orang," ucap Kalsum, Vera tersenyum senang. Sedangkan para suami mereka ngobrol bersama Jordan.
Sikembar membaringkan bayi mereka di box bayi. Ren mencium baby Viora dan baby Abqari secara bergantian. Kemudian ia melayani Aisyah dan membantunya untuk mandi. Ren menggiring Aisyah kekamar mandi, dan mengisi air hangat didalam bathtub. Serta memberi sabun cair aroma terapi agar lebih segar dan mempercepat proses penyembuhan.
"Hubby, harus berpuasa setidaknya 40 hari loh," ucap Aisyah saat melihat suaminya yang menatapnya, entahlah.
"Iya aku tau sayang, aku mampu kok menahan diri," jawab Ren.
Mereka mandi berdua, karena Ren juga ikut basah saat membantu istrinya mandi. Jadi ia melepas pakaiannya dan sekalian mandi.
Kamar di mansion mereka jadi bertambah banyak setelah direnovasi. Tapi untuk sementara, baby ditempatkan dalam tujuh kamar terlebih dahulu agar senang Oma dan Opa mereka menjenguknya. Setelah selesai mandi, Ren mengeringkan tubuh dan rambut Aisyah setelah itu baru berganti pakaian. Dengan sangat telaten Ren melayani istrinya. kemudian mereka memindahkan baby Ab dan baby Vio kekamar mereka sendiri.
Sementara dikamar Rasya, Adira juga baru selesai mandi dan berpakaian dengan dibantu oleh Rasya sendiri. Rasya juga dengan telaten merawat Adira, dari mandi sampai berpakaian lengkap. Sedangkan kedua anaknya hanya tertidur, dan hanya terbangun ketika lapar atau ketika popoknya basah. Rasya juga dengan telaten merawat anaknya, meskipun hanya melihat di internet cara cara mengurus bayi, ia sudah bisa mempraktekkan nya sendiri. Tanpa kursus terlebih dahulu, hanya sekali menonton videonya Rasya langsung bisa.
"Sayang kalian kok tidur terus sih?" tanya Rasya pada baby Aksa dan baby Naya. Adira merasa terharu diperlukan sangat baik oleh suaminya, disaat saat seperti inilah perhatian yang sangat ia butuhkan dan sekarang ia dapatkan. Suaminya melayaninya dengan sangat baik, biasanya para lelaki hanya ingin enaknya saja, giliran susahnya ada saja alasan untuk menghindar.
Walaupun tidak semua laki laki sih. Masih banyak kok suami yang baik di dunia ini, yang selalu siaga melayani istrinya saat sedang nifas.
.
.
.
__ADS_1