
.
.
.
"Kami mau beli cincin pertunangan," kata Ram. Dan pelayan itu pun mengangguk.
Pelayan tersebut mengeluarkan kotak yang berisi cincin untuk pertunangan. Dan memperlihatkannya kepada sikembar.
"Silahkan tuan, nona," ucap pelayan itu.
Merekapun melihat lihat cincin tersebut tapi tidak ada yang menarik menurut mereka.
"Apa ada yang lain?" tanya Ram.
"Oh ada tuan, tunggu sebentar," jawab pelayan itu. Pelayan toko kembali masuk dan membawa kotak lagi.
"Silahkan tuan," ucap pelayan itu. Ram melihat lihat cincin tersebut.
"Yang mana, sayang?" tanya Ram.
"Yang simple aja tapi menarik," jawab Cahaya.
"Oh ada nona, ini...!" pelayan itu menunjukkan kepada Cahaya.
"Ini sangat cocok untuk tuan dan nona, pasangan serasi," puji pelayan itu.
"Bagaimana sayang?" tanya Ram lagi.
"Aku mau yang ini saja kak," jawab Cahaya.
"Hmmm baiklah, bungkus yang ini," titah Ram.
Pelayan itu segera membungkus cincin tersebut kedalam kotak kecil. Pelayan itu merasa sangat senang karena ia sudah pasti akan mendapatkan bonus.
Sedangkan Ray, Ren Rakha Rasya Raffa dan Roy masih belum menemukan yang cocok. Pelayan yang lain melayani mereka.
"Sudah dapat?" tanya Ram, mereka semua pun menggeleng. Lalu pelayan pun mengambilkan lagi kotak berisi cincin kepada mereka.
"Silahkan tuan, semua ini keluaran terbaru dari toko kami," ucap pelayan itu.
Begitu lama memilih akhirnya mereka pun mendapatkannya. Kemudian pelayan itu pun membungkus cincin tersebut kedalam kotak kecil.
Mereka membayar dengan kartu hitam milik mereka masing-masing. Pelayan bersorak dalam hati karena hari ini cincin terjual tujuh pasang. Sudah pasti mereka banyak dapat bonus.
Setelah selesai dengan pembayaran, mereka pun keluar dari toko perhiasan tersebut. Kemudian mereka menuju toko pakaian. Seperti ditoko perhiasan ditoko pakaian inipun mereka disambut dengan baik dan ramah.
"Selamat datang ditoko kami tuan dan nona," sapa pelayan toko itu.
__ADS_1
"Terimakasih," ucap Cahaya.
"Silahkan tuan, nona," kata pelayan tersebut.
Para gadis pun memilih pakaian yang mereka inginkan, sedangkan para pria hanya duduk di sofa yang sudah disediakan ditoko tersebut.
"Kamu mau beli apa? Maksudku pakaian seperti apa?" tanya Nadine pada Keyla.
"Entahlah, bingung mau beli yang mana? Pakaian gue juga udah banyak," jawab Keyla.
Mereka bukan jenis orang yang suka hambur hamburkan uang untuk membeli sesuatu yang tidak penting.
"Kita lihat lihat dulu aja," ucap Nadine.
Sedangkan disisi lain, Danita dan Cahaya serta Adira juga bingung mau beli yang mana?
"Sudah dapat!" tanya Danita, Adira dan Cahaya menggeleng.
"Sebenarnya aku tidak ingin beli apa-apa," ucap Cahaya.
"Iya, aku juga," jawab Adira.
"Pilih ajalah," ucap Cahaya lagi. Aisyah dan Prita menghampiri mereka. Kini mereka sudah berkumpul dan belum membeli satupun pakaian.
"Udah ambil aja," kata Aisyah.
"Kamu sendiri gimana?" tanya Cahaya.
"Mau pakaian muslimah? Ada nona," tanya pelayan itu, yang kebetulan mendengar pembicaraan mereka.
Lalu pelayan itu mengantar Aisyah ketempat pakaian yang seperti Aisyah mau.
"Silahkan nona, disini semuanya pakaian muslimah," ucap pelayan itu. Aisyah memilih dan dapat dua stel pakaian lengkap dengan hijabnya.
Yang lain juga memilih pakaian dan akhirnya dapat juga. kemudian mereka pergi kekasir untuk membayar. para pria yang membayar semuanya. Satu persatu blackcard mereka digesek. Setelah selesai mereka pun keluar dari toko pakaian tersebut.
"Kita makan dulu, mau?" tanya Ram.
"Yuk lah," jawab mereka serentak. Mereka pun menuju restoran yang ada di mall tersebut.
Mereka masuk dengan menggandeng tangan pasangan masing-masing, pelayan restoran menyambutnya dengan ramah.
"Selamat datang di restoran kami, silahkan tuan dan nona," ucap pelayan itu sambil tersenyum. Matanya tidak berkedip memandang tujuh cowok tampan berwajah mirip itu. Pelayan itu terpesona dengan ketampanan mereka.
"Biasa aja kali mbak natap nya?" tanya Cahaya.
"ehh, maaf." merasa terciduk pelayan itu segera mengalihkan pandangannya ke arah lain. Lalu segera pergi kebelakang. Ram tersenyum melihat Cahaya cemburu.
"Kenapa senyum senyum? Suka sama cewek itu?" tanya Cahaya.
__ADS_1
"Tidak, aku senyum karena kamu cemburu. Itu artinya kamu benar benar sayang sama aku," jawab Ram. Cahaya jadi tersipu, entahlah semakin jauh hubungan mereka semakin ia merasa cemburu pada kekasihnya diperhatikan wanita lain seperti tadi.
"Kamu gak cemburu sayang?" tanya Ray pada Nadine.
"Perasaanku sudah diwakili oleh adek bungsu kita," ucap Nadine.
"Kok kamu gak cemburu yank dengan aku?" tanya Raffa pada Prita.
"Sama perasaanku sudah diwakili Cahaya, entar kalau cewek itu macam macam baru kami labrak masal." jawab Prita enteng.
Oh ya, Prita juga sudah masuk kelas taekwondo loh, maaf kalau gak diceritakan secara detail. Walaupun baru beberapa Minggu ia masuk kelas taekwondo tapi untuk memecahkan telur lawan juga sudah bisa.
"Silahkan tuan, nona," ucap pelayan lain sambil menyerahkan buku menu, sedangkan pelayan tersebut sedang fokus memegang pena dan buku kecil untuk mencatat pesanan mereka. Sekarang mereka sedang berada di restoran seafood.
"Aku boleh pesan ini gak, sayang?" tanya Danita pada Rakha.
"Boleh, kita samain aja ya?" jawab Rakha dan kembali bertanya.
"Sayang mau pesan apa?" tanya Ren pada Aisyah, Aisyah tergiur melihat gambar lobster jadi ia menunjukkannya pada Ren.
Tanpa mereka sadari pesanan mereka sama dengan yang dipesan oleh Danita.
"Kalau begitu samain aja semuanya," ucap Ren. Merekapun setuju, hanya minuman mereka yang berbeda beda.
Kira-kira seperti inilah yang mereka pesan.
Setelah beberapa menit pesanan mereka pun sampai, dengan menggunakan troli khusus di restoran ini, pelayan membawa makanan tersebut. Saat pelayan menata hidangan diatas meja, orang yang pertama menelan ludah adalah Aisyah.
"Udah gak sabar aku pengen makan ini," ucap Aisyah.
"Baca doa makan dulu, sayang," kata Ren.
"Iya calon suamiku," goda Aisyah, Ren jadi blushing mendengar kata calon suamiku.
"Kepedasan ya bang, tuh muka jadi merah," goda Ram. Yang lain menoleh kearah Ren, dan seketika tawa mereka pecah. Tawa mereka menjadi pusat perhatian pengunjung restoran itu. Sedetik kemudian tawa mereka berhenti ketika ada tiga cewek menghampiri meja mereka.
"Boleh gabung gak?" tanya cewek itu, mereka saling pandang. Mau gabung tapi kursi tidak ada yang kosong.
"Maaf tidak menerima tamu," jawab Ram.
"Kamu menyingkir ya, aku duduk disini," kata cewek itu tanpa malu menyuruh Cahaya untuk menyingkir.
"Sana masih banyak kursi kosong, Tante," jawab Cahaya geram. Sudah dari tadi ia menahan emosi sekarang malah ada lagi yang memancing emosinya.
"Tante? kamu pikir saya setua itu?" tanya cewek itu. Karena make-up cewek itu terlihat menor jadi seperti Tante Tante. Tapi usianya memang mendekati 30 tahun. Sedangkan sikembar adalah Bronis alias brondong manis.
.
__ADS_1
.
.