
.
.
.
Akhirnya triple A pun tiba di mansion, triple A berlari memasuki mansion dan langsung memeluk kakak iparnya.
"Kakak, selamat ya," ucap Lica sambil memeluk Cahaya.
"Hehe, iya adek ku, sebentar lagi kalian akan menjadi aunty," kata Cahaya sambil membalas pelukan adik iparnya itu. Kemudian baru memeluk yang lain. Begitu juga Lina dan Lita mereka secara bergantian memeluk kakak iparnya itu.
"Ehh...eh kalian datang datang kok langsung memeluk kakaknya," kata Vera.
"Kami terlalu senang Oma," ucap Lica.
"Ya tapi kalian baru dari luar loh, bersihkan dulu tubuh kalian setelah itu baru boleh peluk kakak kalian." kata Vera.
"Ihh Oma," ucap Lica kesal, tapi tetap menuruti perintah Oma nya itu. Ketiganya pun naik keatas menuju kamar mereka masing-masing.
Lica masuk kedalam kamar mandi, saat ia melihat c*lana d*l*m nya ada bercak dar*h. Dan kemudian ia melihat rok yang ia kenakan tidak ada juga bercak dar*h disana.
"Kenapa aku?" batin Lica. Ia mencoba mengingat ingat apakah ia terluka. Tapi ia tidak terluka.
Kemudian ia keluar dari kamar sambil berteriak.
"MOMMY.... MOMMY...!" teriakannya mengema di mansion ini, sehingga Diva dan yang lainnya pun panik. Karena Lica menjerit disertai tangis.
"Ada apa sayang?" tanya Diva ketika ia menghampiri Lica. Lina dan Lita juga keluar kamar dan tidak jadi untuk mandi.
"Mommy... hiks...hiks." Diva pun heran dengan sikap Lica. Padahal yang ia tau, semua putrinya tidak gampang menangis.
"Ada apa hmmm," tanya Diva sambil memeluk tubuh putri bungsunya itu.
"Mommy, darah," ucap Lica sambil menunjukkan c*lana d*l*mnya. Diva seketika tersenyum. Kemudian membawa Lica untuk masuk kembali kedalam kamar. Dan diikuti oleh Lina dan Lita.
"Hubby dan yang lainnya jangan masuk ya!" perintah Diva.
"Sebenarnya ada apa?" tanya Darmendra yang baru saja datang, serta sikembar juga baru saja datang menghampiri mereka.
"Anakmu sudah menjadi gadis remaja," jawab Diva. Darmendra garuk-garuk kepala tidak mengerti.
Diva masuk kedalam kamar nya untuk mengambil pembalut. Darmendra hanya memperhatikan Diva yang sedang sibuk dengan pembalut tersebut.
__ADS_1
"Sayang kamu lagi datang bulan?" tanya Darmendra. Diva menggeleng.
"lalu itu?" tanya Darmendra sambil menunjuk pembalut yang ada ditangan Diva.
"Ini untuk putrimu," jawab Diva. Barulah Darmendra mengerti mengapa tadi putrinya menjerit?.
Diva masuk kembali kedalam kamar Lica, Diva dengan telaten mengajarkan cara-cara memakai pembalut itu, dan Diva juga menjelaskan apa yang terjadi pada Lica? Dan Diva juga mengajarkan kepada kedua putrinya sekiranya nanti mengalami hal yang sama dengan Lica.
"Jadi akan seperti ini terus setiap bulannya?" tanya Lina. Meskipun mereka jenius, tapi mereka belum pernah mengalami semua itu, hanya Lica yang baru mengalaminya.
Diva juga menyediakan pembalut tersebut untuk ketiga putrinya itu, bisa saja mereka datang bulannya dalam waktu dekat ini. jadi buat persiapan tidak ada salahnya.
Diva keluar dari kamar Lica. Lica pun segera masuk kedalam kamar mandi. Setelah selesai mandi Lica turun kebawah, ternyata Lina dan Lita sudah berada diantara kakak iparnya.
"Bersiaplah sayang, Kita akan kerumah sakit," kata Ram.
"Bolehkan Oma ikut?" tanya Vera.
"Opa juga mau ikut," Jordan menimpali, mana mau dia ketinggalan kalau istrinya juga ikut?.
"Boleh, tapi Oma dan Opa pakai mobil lain ya," kata Ram.
"Gak masalah, yang penting Oma dapat melihat calon anak kalian." ucap Vera.
"Aku juga pengen ikut," kata Lica. Kalau Lica ikut tentu kedua saudaranya juga akan ikut.
"Hubby, nanti sore besan akan datang," kata Diva.
"Gak apa-apa sayang, kita cuma sebentar saja kok, besan nanti juga akan menginap disini," kata Darmendra.
Akhirnya semuanya pada ikut, karena penasaran seperti apa calon cucu dan calon cicit mereka sehingga begitu cepat hadir dalam kandungan.
Iring iringan mobil pun keluar dari mansion setelah penjaga membuka pintu gerbang. Saat dijalan raya, anehnya pengendara lain malah memberi jalan kepada mereka. Karena iring iringan mobil mewah itu sudah mereka yakini adalah pemilik orang terkaya di negara ini.
Perjalanan begitu lancar tanpa hambatan apapun, hingga mereka tiba dirumah sakit. Saat mereka turun dari mobil, orang orang yang ada dirumah sakit tersebut langsung heran.
"Ada apa ya? keluarga terpandang datang kerumah sakit ini?" tanya si A
"Gak tau, mungkin ada kunjungan kerja kali," jawab si B.
Suster yang melihat keluarga Henderson datang pun segera melaporkan kepada direktur rumah sakit tersebut. Mereka disambut langsung oleh direktur rumah sakit.
"Jangan seperti itu tuan direktur, kami datang hanya ingin memeriksa kandungan menantu ku," kata Darmendra.
__ADS_1
"Tidak apa-apa tuan Darmendra, tuan Jordan dan tuan muda, suatu kehormatan bagi saya karena kedatangan keluarga Henderson," ucap direktur rumah sakit tersebut.
"Hmmm, kalau begitu tolong rekomendasikan dokter kandungan terbaik. Dan jangan laki laki." kata Ren.
"Baik tuan muda," jawab direktur rumah sakit. Ia langsung menelpon dokter kandungan, bukan cuma satu tetapi tujuh sekaligus.
Dalam waktu 20 menit akhirnya dokter kandungan pun datang, ada 6 orang dokter yang datang, karena yang satu sudah ada dirumah sakit ini.
"Kapan terakhir kali datang bulan?" tanya dokter itu.
"Seminggu sebelum menikah," jawab Cahaya.
"Hmmm, sekarang kita periksa dengan alat ini agar bisa tahu lebih detail lagi," kata dokter Erica.
Cahaya pun diperiksa, Ram memperhatikan layar monitor didepannya, dahinya mengernyit karena merasa tidak melihat apa apa.
"Dok mana anak saya?" tanya Ram.
"Coba tuan perhatian baik baik ada titik kecil itu adalah calon anak tuan dan nona." kata dokter Erica menjelaskan.
"kecil sekali dok?" tanya Ram.
"Karena usianya baru 2 Minggu, nanti seiring waktu calon anak tuan akan tumbuh besar." kata dokter menjelaskan dengan sabar.
"2 Minggu? Gak salah dok? Padahal kami melakukannya baru satu Minggu setelah itu baru lanjut hari lainnya," tanya Ram dengan gamblang. Cahaya mencubit paha Ram dan meringis seketika.
"Soal itupun diceritakan," ucap Cahaya dengan malu.
"Gak apa-apa nona, hal seperti itu sering kali terjadi. Biar saya jelaskan, perhitungan masa kehamilan yaitu kapan terakhir datang bulan. Bukan pertama kali berhubungan," ucap dokter Erica, Ram hanya manggut-manggut.
"Sepertinya calon dedek bayinya kembar, terlihat ada 2 kantung disana," kata dokter sambil menunjuk kearah monitor.
Vera dan Jordan menemani Aisyah dan Ren, sedangkan Diva dan Darmendra menemani Ray dan Nadine. Triple A menemani kakak mereka yang lain.
Setelah selesai pemeriksaan kandungan mereka pun keluar dari ruangan tersebut, saat mereka keluar, mereka tidak sengaja berpapasan dengan sepasang suami istri.
"Kak Mita ya?" tanya Ram, Mita punya menoleh.
"Kamu?" tanya Mita
"Aku Ram kak, masih ingat kan?" tanya Ram.
.
__ADS_1
.
.