Tujuh CEO Muda

Tujuh CEO Muda
Wardina diculik.


__ADS_3

.


.


.


Sebulan setelah acara syukuran. Sikembar sudah kembali seperti biasa, dan ngidam Ren pun sudah tidak separah dulu. Tidak lagi sensitif masalah bau bauan. Hanya istri istri mereka selera makannya 2 kali lipat dari biasanya, bahkan dalam sehari bisa 4 sampai 5 kali mereka makan. Saat ini mereka ada dirumah sakit untuk memeriksa kandungan mereka. Seperti yang sudah mereka duga sebelumnya bahwa mereka akan hamil anak kembar. Sudah bukan rahasia lagi kalau mereka hamil anak kembar. Sebab mengikuti gen sikembar.


"Alhamdulillah, calon bayinya kembar," ucap dokter spesialis kandungan.


Ray tersenyum sambil mengelus perut istrinya yang baru menonjol sedikit. Ada terlihat tiga titik seperti biji kacang dilayar monitor tersebut.


"Kembar tiga Dok?" tanya Nadine, Dokter pun mengangguk membenarkan.


"Sayang aku sangat bahagia, anak kita kembar tiga," ucap Ray.


"Iya hubby, tapi bagaimana kalau calon anak kita perempuan?" tanya Nadine, ia khawatir kalau anaknya nanti perempuan Ray tidak akan senang. Padahal itu hanya ketakutannya saja.


"Apapun jenis kelaminnya yang penting mereka lahir dari rahim kamu, aku tetap akan menerimanya dengan bahagia. Mau anak laki laki atau perempuan semua sama saja, hanya yang membedakan itu adalah jenis kelaminnya saja. Yang penting kita sama sama mendidiknya dengan baik menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan peduli terhadap sesama," ucap Ray panjang lebar. Mungkin ini pertama kalinya dalam sejarah hidup Ray berbicara panjang kali lebar kali tinggi.


Ternyata kebahagiaan juga dialami oleh saudara saudaranya. Ram punya calon anak kembar dua, Ren punya calon anak kembar dua, Rakha punya calon anak kembar empat. Dan yang lainnya cuma dua. Diva, Vera, Jordan dan Darmendra tidak ikut kali ini. Sedangkan triple A masih sekolah.


Mereka keluar dari rumah sakit bersama sama. menggandeng tangan istri mereka masing-masing. Keromantisan tersebut menjadi pusat perhatian orang orang yang ada disitu.


"Lihatlah betapa bahagianya mereka, keluarga yang tidak pernah terkena skandal, tidak ada gosip miring tentang hubungan mereka," ucap suster A yang kagum melihat tujuh pasangan tersebut.


"Iya, dari tuan Jordan sampai cucu cucunya semua tidak ada gosip perselingkuhan atau skandal," ucap suster B.


Orang orang yang ada disitu pun membicarakan tentang mereka, tentang keharmonisan dan kebaikan mereka.


"Honey, aku ingin ketemu ibu, kenapa ibu tidak mau diajak tinggal di mansion?" tanya Cahaya. Ram menoleh kearah Cahaya, karena saat ini Ram sedang menyetir hendak pulang.


"Entahlah, mungkin ibu merasa tidak enak. Bagaimana kalau kita ajak ibu pindah? Kebetulan rumah yang aku bangun sudah jadi, sayang. Hanya tinggal mendiaminya saja," tanya Ram.


"Tapi aku tidak enak sama Mommy kalau kita pindah rumah sekarang," jawab Cahaya.


"Mommy pasti ngerti kok," kata Ram.


"Bagaimana? jadi mau ketemu ibu?" tanya Ram.

__ADS_1


"Jadi aku kangen sama ibu," ucap Cahaya.


Ram memutar haluan mobil yang tadinya mengarah ke mansion sekarang ia berbalik arah menuju kerumah Cahaya. Ibunya tinggal sendirian dan membuka usaha kecil-kecilan jual kue dan makanan lainnya. meskipun begitu usahanya sangat diminati ramai. Banyak orang yang suka dengan kue buatan Wardina. Bahkan Wardina juga menjual gado gado, dan soto ayam.


"Honey, kenapa perasaanku tidak enak ya?" tanya Cahaya.


"Kamu kenapa sayang? Sakit?" tanya Ram panik.


"Tidak honey, perasaanku gak enak seperti akan terjadi sesuatu, tapi aku gak tau apa?" tanya Cahaya lagi.


"Tenanglah sayang, jangan terlalu banyak berpikir. Ingat pesan dokter jangan sampai stres," jawab Ram. Sebenarnya Ram juga merasakan sesuatu yang akan terjadi tapi ia sebisa mungkin untuk tetap tenang. karena kalau ia takut akan mempengaruhi kandungan Cahaya.


"Sudahlah sayang, tidak akan terjadi apa apa. Mungkin itu hanya perasaanmu saja," kata Ram untuk menenangkan istrinya.


"pikirkan anak kita," ucap Ram lagi sambil tangannya mengelus perut Cahaya, dan tangan sebelahnya memegang setir mobil.


"Fokus menyetir honey, aku tidak terjadi sesuatu pada kita," ucap Cahaya.


"Baiklah sayang," kata Ram.


Kemudian Ram pun fokus menyetir, tapi sesekali ia melirik kearah Cahaya yang nampak tidak tenang.


"Ada apa Bu?" tanya Ram.


"Anu tuan, ee itu..!" ucap wanita itu sambil menunjuk kearah depan nya.


"Ada apa Bu?" tanya Cahaya cemas.


"Itu... yang jualan disini diculik," ucap wanita itu.


"APA...?" teriak Cahaya tanpa sadar.


"Ibu tau ciri ciri orang yang menculiknya?" tanya Ram.


"Mereka berbadan besar dan brewokkan, dan ada empat orang. Eee mobilnya Pajero dengan plat nomor B xxxx A," jawab ibu itu tergagap gagap.


"Terimakasih Bu," ucap Ram.


"Iya sama sama, kalau begitu sebaiknya saya pulang saja tuan," ucap wanita itu, dan beberapa orang yang ada disitu juga telah pergi.

__ADS_1


Ram menelepon saudara saudaranya dan mengatakan kalau ibu mertuanya diculik. Dan meminta Agus untuk menjemput istrinya.


"Honey, aku ikut ya," ucap Cahaya memelas.


"Sebaiknya kamu pulang ke mansion saja ya sayang, aku sudah menelepon Paman Agus untuk menjemputmu," kata Ram.


"Tidak honey, pokoknya aku mau ikut. Aku tidak mau ibu kenapa kenapa," kekeh Cahaya.


"Sayang ini demi kebaikan kamu dan anak kita, nurut ya," bujuk Ram, tapi Cahaya tetap bersikeras untuk ikut.


Ram melacak plat mobil yang disebut wanita tadi. Dan ia juga memberitahukan plat mobil tersebut kepada saudara saudaranya.


"Baiklah, tapi sayang harus hati hati, dan jaga kandungannya dengan baik," ucap Ram akhirnya mengalah. kemudian ia mengirim pesan pada Agus untuk tidak jadi menjemput Cahaya.


"Masuk kedalam mobil, sayang aku sudah melacak keberadaan ibu, dan kita akan segera kesana untuk segera menyelamatkan ibu," ucap Ram.


Cahaya pun menurut dan masuk kedalam mobil. Hatinya benar benar tidak tenang dan raut wajahnya juga menampakkan kegelisahan.


Sesekali Ram mengelus rambut panjang Cahaya untuk menenangkan istrinya itu. Ram saat ini sedang menyetir sambil melihat titik dimana mobil yang telah ia lacak tadi.


Sedangkan saudaranya baru saja keluar dari mansion setelah mengantarkan istri masing-masing. mereka menukar mobil dengan mobil besar agar bisa muat enam orang. Karena mereka hanya menggunakan satu mobil.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Diva saat mereka berkumpul diruang tamu.


"Ibunya Cahaya diculik Mom, mungkin ada orang yang dendam terhadap mereka," jawab Adira.


"Apa mereka punya musuh?" tanya Vera.


"Menurut cerita dari Aya, ada pihak keluarga dari ayahnya yang begitu jahat dengan mereka. Bisa jadi itu ada sangkut pautnya dengan masa lalu mereka," jawab Adira.


Adira pernah mendengar cerita dari ibunya Cahaya tentang masa lalunya, bagaimana mereka diusir dan hingga mereka bertemu dengan penyelamat mereka.


"Semoga sikembar bisa cepat menyelamatkan ibunya Cahaya," ucap Diva.


"Aamiin," jawab mereka serentak.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2