Tujuh CEO Muda

Tujuh CEO Muda
Resepsi (part 3)


__ADS_3

.


.


.


Acara semakin meriah, meskipun kini sudah menunjukkan pukul 10 malam, tapi para tamu undangan masih betah berlama ditempat itu.


"Bagaimana? Ada yang mencurigakan?" tanya Darmendra saat menghampiri putri mereka.


"Tidak ada Daddy, semua normal normal saja. Bahkan alat untuk mendeteksi senjata pun tidak berbunyi sama sekali," jawab Lina.


"Syukurlah, semoga semua berjalan lancar dan para tamu undangan merasa sangat puas," kata Darmendra. Dan kemudian ia kembali menghampiri istrinya.


"Bagaimana?" tanya Diva.


"Sepertinya acara ini berjalan dengan lancar," jawab Darmendra.


"Syukurlah kalau begitu, tadinya aku sudah was was takutnya apa yang mereka khawatirkan akan menjadi kenyataan," kata Diva.


"Mungkin musuh yang mereka khawatir itu telah musnah," kata Darmendra.


"Iya, beruntunglah kita menyerang markasnya sebelum hari pernikahan sikembar." kata Diva.


"Perhatian semuanya," ucap Ram yang saat ini sedang berada diatas panggung. Para tamu undangan menoleh semua kearah suara yang sedang berada diatas panggung.


"Perhatian semuanya, sebagai acara penutup kami pengantin pria akan menghibur anda semua dengan nyanyian kami." ucap Ram dengan lantang melalui mic. Para tamu undangan yang mendengar itu semakin antusias, tidak ketinggalan juga para wartawan yang meliput acara ini.


Azura yang datang terlambat bersama dengan Devan segera naik keatas pelaminan untuk memberikan ucapan selamat kepada sahabatnya.


"Selamat menempuh hidup baru sahabatku," ucap Azura. Nadine tersenyum lalu mereka pun saling berpelukan.


"Doakan semoga kami cepat menyusul, dan maaf kami datang terlambat," ucap Devan.


"Tidak apa-apa, lebih baik terlambat daripada tidak datang sama sekali," jawab Nadine.


"Dan doa kami semua yang ada disini semoga kalian selalu bahagia, jangan sia sia dia." ucap Nadine lagi.


"Terimakasih, dan aku minta maaf kalau selama ini selalu membuatmu menjadi ilfil kepadaku," kata Devan.


"Gak apa-apa, semua kejadian ada hikmahnya. Kalau tidak begitu kamu tidak akan tau kalau ada yang lebih tulus mencintaimu. Ingat hargai selama ia ada. Maka bila sekali dia pergi maka kamu tidak akan menemukan kembali yang seperti itu. Dan maafkan aku yang tidak bisa untuk membalas cintamu," ucap Nadine panjang lebar. Mereka bisa mengobrol sedikit lebih lama karena tidak ada lagi yang ikut antrian.

__ADS_1


"Silahkan makan makanan yang sudah tersedia," ucap Nadine lagi. Kemudian keduanya pun turun, dan menuju stand makanan.


"kita turun kebawah yuk," ajak Cahaya. Kemudian mereka pun turun, dengan gaun yang menjuntai kelantai.


Sedangkan diatas panggung sikembar sudah bersiap siap untuk menyanyi. mereka juga terkadang merindukan saat saat tampil di pentas. Meskipun mereka bukan superstar, tapi penggemar mereka melebihi sang superstar.


"Sikembar mengambil alat musik mereka masing-masing, hanya Ram yang tidak bergerak karena ia pemain drum.


"Saya panggil istri saya untuk menemani saya bernyanyi, silahkan istriku," kata Raffa.


"Ayolah, semua sudah pada nungguin tuh," kata cahaya sambil mendorong sedikit tubuh Prita. Akhirnya Prita pun naik keatas panggung.


Aruna menghampiri Aisyah, tadi ia datang bersama Adam dan juga keluarganya. Setelah memberikan ucapan selamat Aruna kembali bergabung dengan keluarganya. Sekarang melihat sahabatnya turun dari pelaminan Aruna pun bergabung dengan pengantin.


Diatas panggung dua penyanyi terkenal sedang berduet. kesempatan ini digunakan oleh para wartawan untuk meliput mereka. Dan sudah dipastikan kalau besok akan menjadi trending topik pernikahan penyanyi terkenal yang super mewah.


Kita joget yuk," ajak Adira.


"Malu ah, masa harus joget sih?" tanya Danita.


"Gak apa-apa kali," jawab Adira. Mereka request lagu yang khusus untuk berjoget.


"Asik juga ya," kata Aisyah disela sela jogetnya. Sedangkan diatas panggung sudah seperti berasap kepala mereka melihat istri istri mereka sedang berjoget.


Tapi mereka juga tidak bisa menghentikan musik mereka saat sedang menghibur para tamu undangan.


"Hadeh, kenapa pake acara joget segala sih," gumam Ren yang tidak rela melihat istrinya berjoget.


Triple A menerobos kerumunan mendekati kakak iparnya dan bergabung disana. Para tamu undangan semakin menyukai acara resepsi pernikahan sikembar. karena mereka benar benar merasa terhibur.


Satu lagu pun selesai, Ren segera turun menghampiri Aisyah lalu menggendongnya dan melarikannya dari tempat itu. Begitu juga dengan Ram yang tidak rela melihat Cahaya berjoget.


"Para tamu undangan bukannya marah, mereka malah tertawa melihat keposesifan pengantin pria pada istrinya.


Akhirnya acara pun ditutup dengan jogetan mereka tadi. Para tamu undangan benar benar merasa puas dan mereka pun membubarkan diri.


Ram sudah didalam kamar hotel membawa Cahaya dengan cara menggendongnya. Begitu juga dengan Ren yang membawa Aisyah dengan cara menggendong pula.


Tamu undangan yang datang dari jauh menginap disini di hotel ini. Karena seluruh kamar hotel sudah disewakan untuk mereka yang menginap.


Keluarga Henderson juga semuanya menginap di hotel tersebut karena sudah terlalu malam untuk kembali ke mansion. Sahabat Diva dan Darmendra juga menginap termasuk besan Diva dan Darmendra.

__ADS_1


Momen indah ini akan selalu menjadi buah bibir bagi para tamu undangan. Mana tidak? Belum pernah ada sejarahnya pengantin harus kembar tujuh melangsungkan pernikahan dihari yang sama.


"hubby, kenapa sih pake gendong segala?" tanya Aisyah pada Ren.


"Senang ya joget joget didepan panggung?" tanya Ren balik.


"Hubby marah?" tanya Aisyah. Ren tidak dapat berkutik.


"Aku bukan marah sayang, hanya tidak suka joget mu menjadi tontonan orang," jawab Ren.


"Ya sudah, sesuai janjiku, aku penuhi kewajibanku sebagai seorang istri," kata Aisyah.


"Apa kamu tidak capek, sayang?" tanya Ren.


"Capek sih, tapi aku takut berdosa membuat suami murka," ucap Aisyah.


"Istirahat aja ya, aku tidak menuntutnya sekarang kok, tapi nanti bila tiba di Dubai baru aku meminta hak ku," ucap Ren.


"Ya sudah, kalau begitu aku mau mandi dulu, tolong dibukakan resleting gaunku," pinta Aisyah. Ren pun membuka resleting gaun pengantin milik Aisyah. Kemudian Aisyah membuka hijab yang ia kenakan yang senada dengan gaun tersebut.


"Besok kita akan berangkat ke Dubai," kata Ren sebelum Aisyah benar benar menutup pintu kamar mandi. Dan Aisyah pun mengangguk sambil tersenyum.


Ren merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Kemudian bangkit lagi untuk membuka jas dan pakaian lainnya.


Sedangkan di ballroom hotel suasana sudah terlihat sepi, hanya tinggal beberapa orang saja. Dan para pelayan hotel yang lembut untuk membereskan semuanya agar kembali bersih.


Sebelumnya sikembar sudah memberikan bonus kepada mereka agar mereka lebih bersemangat dalam melakukan pekerjaan. kebetulan mereka sangat membutuhkan uang. Dan bayaran sebagai uang bonus lumayan banyak. Sementara gajian mereka masih lama.


"Sayang jangan marah dong," bujuk Ram pada Cahaya karena Ram membawa Cahaya kabur tadi.


"Sayang...!" panggil Ram sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi.


"Sayang bukain dong pintunya," ucap Ram memelas. Sementara Cahaya terkikik geli melihat tingkah suaminya seperti anak kecil. Cahaya keluar karena kesulitan membuka resleting gaunnya dan meminta bantuan pada suaminya.


"Sayang...!" panggil Ram pelan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2