Tujuh CEO Muda

Tujuh CEO Muda
Memperkenalkan ( part 1)


__ADS_3

.


.


.


Pagi hari....


Ram menghampiri Mommy nya dan langsung memeluk Diva, Darmendra langsung menepis tubuh Ram.


"Dad...!" protes Ram tidak terima.


"Apa? Makanya cari istri yang bisa kamu peluk," tanya Darmendra.


"Tapi aku cuma peluk Mommy," jawab Ram.


"Tidak boleh, itu istri Daddy." ucap Darmendra.


"Sudah, sudah kaya anak kecil aja berdebat," kata Diva.


"Mommy nanti aku mau bawa Cahaya kemari buat makan malam, sekalian ingin kenalkan kepada keluarga ini," ucap Ram.


"Benarkah?" tanya Diva berbinar mendengar Ram ingin mengenalkan kekasihnya.


"Apa Mommy setuju kalau aku sama dia?" tanya Ram.


"Asalkan dia gadis baik baik dan bisa membuatmu bahagia Mommy akan mendukung." ucap Diva.


"Terimakasih Mom, aku yakin tidak salah pilih," kata Ram.


"Hubby kita ke supermarket yuk, belanja buat masak untuk makan nanti malam," ajak Diva.


"Ayolah, sebentar aku telpon Robert dulu suruh datang kemari nanti malam." kata Darmendra.


"Sekalian Aldo dengan Jhon juga istri dan anak mereka, aku ingin mengenalkan calon menantuku pada mereka," ucap Diva antusias.


"iya kamu benar sayang," kata Darmendra.


Hari ini mereka semua ada di mansion, Ray masih tertidur karena semalam ia tidak bisa tidur, sekitar jam 3 pagi baru ia tertidur.

__ADS_1


Ram dan yang lainnya pergi berjoging keliling mansion, Opa dan Oma hanya jalan kaki karena untuk berlari mereka sudah tidak kuat lagi, meskipun mereka sudah lanjut usia tapi kebugaran tubuh masih tetap terjaga. Mereka ingin tetap sehat karena ingin menimang cicit mereka kelak.


"Jadi kamu ingin mengenalkan Cahaya kepada keluarga kita?" tanya Raffa.


"Iya, setelah itu aku akan melamar dia," jawab Ram.


"Apa tidak apa-apa menikah muda?" tanya Rakha.


"Kenapa tidak? Aku sudah mampu menafkahi keluarga, untuk istri dan anak anakku kelak, daripada terus pacaran lalu kebablasan akan lebih bahaya lagi, untuk menghindari z*na lebih baik kita menikah. Usia muda bukan penghalang. Jika orang mengatakan bahwa menikah muda rentan akan perceraian, lalu bagaimana dengan orang yang menikah di usia 25 tahun atau 30 tahun tapi masih juga bercerai?" tanya Ram.


"Intinya terpulang kepada diri kita sendiri, bagaimana caranya menjaga keharmonisan dalam rumah tangga," kata Ram lagi.


"Hmmm, kami tidak bisa melawan kalau kamu sudah ngomong," ucap Roy.


"Kalau begitu aku juga mau kenalin pacarku sama Mommy dan keluarga kita," ucap Raffa.


"Nanti malam adalah waktu yang tepat untuk mengenalkan mereka, cepat atau lambat mereka juga akan pasti diperkenalkan juga," ucap Ram.


"Oke nanti aku jemput pacarku untuk makan malam," kata Rasya antusias.


"Kebayang gak kalau kita nikahnya serentak, biasanya kita kalau melakukan sesuatu selalu kompak, contohnya saat kita mau keluar dari kamar, saat membuka pintu kamar kita sering serentak," ucap Ram.


"Terus istri istri kita juga hamil serentak dan anak anak kita akan tumbuh bersama sama," ucap Rakha.


Kemudian mereka semua tertawa membayangkan bagaimana kalau itu benar terjadi?.


"Sudahlah, soal itu urusan nanti yang penting kita kenalkan dulu mereka kepada keluarga kita," ucap Ram.


"joging lagi yuk," ajak Raffa. Mereka pun kembali berjoging hingga beberapa putaran. Hanya Ray yang tidak ikut.


Setelah merasa letih mereka pun menyudahi joging mereka. Hari ini semua perusahaan mereka tutup karena hari Minggu adalah hari untuk berkumpul bersama keluarga.


Diva dan Darmendra sedang berbelanja di supermarket, demi untuk menyambut calon menantu mereka. Diva yang paling antusias disini. Hingga troli belanjaan mereka sudah penuh.


"Sudah penuh sayang," kata Darmendra, mereka berdua seperti orang yang sedang berpacaran, meskipun usia Darmendra sudah memasuki 50 tahun tapi ketampanannya tidak luntur dimakan usia. Akhirnya mereka pun menyudahi belanjaannya. Diva segera pergi kekasir untuk membayarnya.


Sore harinya...


Sikembar sudah bersiap siap untuk menjemput kekasih mereka masing-masing. Mendengar Ram, Ren dan Ray akan mengenalkan kekasihnya, yang lain tidak mau kalah. Ray, Rakha dan Roy satu arah, Ram dengan Rasya juga satu arah. Hanya Ren dengan Raffa yang berbeda arah. Raffa sudah tiba dirumah Prita, seperti biasa para tetangga julid berkumpul melihat cowok tampan dengan mobil sport. Ada yang iri ada juga yang kagum, bermacam-macam ekspresi mereka.

__ADS_1


Raffa dipersilahkan masuk oleh orang Dahlan ayah Prita dan Dahlia ibunya Prita. Raffa masuk sekaligus meminta izin untuk membawa Prita ke mansionnya.


"Bu, ayah. Aku minta izin sekaligus minta restu dari ibu dan ayah untuk membawa Prita dan mengenalkan ke orang tuaku," ucap Raffa.


"Maaf sebelumnya Nak Raffa, sebenarnya ada hubungan apa antara Nak Raffa dengan putri saya?" tanya Dahlan.


"Sebenarnya kita berpacaran ayah, dan insyaallah bila ayah memberi restu aku akan menikahi putri ayah," ucap Raffa.


"Apa sebaiknya dipikirkan dulu nak? Sebab mengingat antara kami dengan kehidupan nak Raffa sangat jauh berbeda." ucap Dahlan, sedangkan Dahlia hanya mengangguk saja.


"Percayalah ayah, keluarga kami tidak memandang kasta, yang terpenting saling mencintai satu sama lain, dan restu dari kedua orang tua itu yang paling utama," ucap Raffa.


"Kami setuju setuju saja Nak, yang kami takutkan adalah keluarga Nak Raffa." ucap Dahlia.


"Keluargaku sudah setuju Bu, dan mereka ingin melihat langsung calon menantu mereka," ucap Raffa.


"Syukurlah kalau begitu, kami hanya tidak mau putri kami dihina oleh orang kaya," kata Dahlan.


"Tidak akan Bu ayah," ucap Raffa.


Begitu juga dengan yang lain, mereka juga meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk membawa putri mereka, dan Alhamdulillah semuanya mendapatkan izin dan restu dari orang tua gadis yang mereka jemput.


Kini mereka sudah tiba di mansion, yang ajaibnya mereka datang berbarengan. Entah suatu kebetulan atau memang sudah direncanakan? Terlihat dihalaman mansion sudah banyak mobil terparkir, ada empat buah mobil. Sikembar menduga itu pasti sahabat Mommy dan Daddy mereka.


Sikembar masuk dengan pasangan masing-masing, Lina, Lita dan Lica berlari memeluk calon kakak ipar mereka. Tentu saja ketujuh gadis itu dengan senang hati menyambutnya.


"Mari kak," ajak Lica sambil menggandeng tangan Aisyah dan Danita. Sedangkan Lina menggandeng tangan Cahaya dan Prita juga Adira. Lita menggandeng tangan Nadine dan Keyla, membawa mereka keruang keluarga.


Sikembar mengikuti dari belakang. Setibanya diruang keluarga ketujuh gadis tersebut berubah canggung. Disana sudah ada Diva dan Darmendra, Robert dan Adefa serta anak-anaknya. Aldo dan Anisa juga anaknya dan Jhon dan Aryana pun bersama anaknya. Dan tidak ketinggalan Vera dan Jordan sebagai tuan rumah.


"Mommy Daddy...!" panggil Ram, seketika semuanya menoleh, tapi ketujuh gadis tersebut malah tertunduk.


"Kalian sudah datang?" tanya Diva sambil memeluk mereka satu persatu, barulah ketujuh gadis itu tidak terlalu canggung lagi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2