
.
.
.
Setelah melalui libur satu Minggu kini tiba saatnya mereka akan mengadakan acara perpisahan sekolah. Seperti biasa para orang tua dan kerabat lainnya diundang untuk menghadiri acara kelulusan dan perpisahan sekolah tersebut.
Aula tempat berlangsungnya acara sudah dihias sedemikian rupa, terlihat cantik dan elegan. Tempat yang tadinya suram kini berubah menjadi sangat indah.
Triple A sudah bersiap siap untuk berangkat, hanya tinggal menunggu ahli keluarga mereka. Acara diadakan dari jam 9 pagi hingga jam 1 siang.
"Kita harus ikut juga honey?" tanya Cahaya pada Ram.
"Ikut dong sayang, kalau tidak nanti adek adek kita kecewa," jawab Ram. Cahaya menyebut suaminya suka suka dia, terkadang honey, terkadang hubby kadang juga ayah. Pokoknya nyaman di dia.
"Sudah, siap siap sekarang nanti kita telat loh," kata Ram.
Demi mengikuti acara perpisahan sekolah adiknya, sikembar tidak berangkat ke perusahaan. Begitu juga Darmendra, karena ia tidak ingin membuat putri putrinya merasa diabaikan.
"Sudah siap semuanya?" teriak Darmendra diruang keluarga. Mereka semua mengangguk.
Beberapa pelayan juga ikut untuk menjaga anak anak sikembar nantinya. Mereka pun berangkat dengan menggunakan empat buah mobil besar. Agar mereka senang memangku baby mereka nantinya.
Baby Al dan Ale sangat antusias karena dibawa keluar dari mansion, begitu juga baby yang lainnya. karena mereka baru kali ini keluar dari mansion.
Mereka pun tiba didepan sekolah, semua mata tertuju pada empat buah mobil mewah yang terparkir diparkiran. Seluruh keluarga Henderson pun keluar, semakin membuat orang orang yang ada disitu terpana.
"Itu keluarga besar Henderson, wah bayinya 17 orang. Masya Allah," ucap wanita yang berpakaian modis.
"Ternyata apa yang diberitakan bukan cerita hoax, kini aku melihatnya sendiri dengan mata kepala sendiri," kata wanita satunya lagi.
Sedangkan orang yang mereka bicarakan tidak peduli dengan omongan orang lain. Keluarga Henderson disambut baik oleh kepala sekolah dan para guru. Sebenarnya orang tua murid yang lain juga disambut baik, hanya saja perlakuan untuk keluarga Henderson sedikit berbeda. Keluarga mereka ditempatkan dikursi VIP.
"Silahkan tuan, nyonya acaranya akan segera dimulai," ucap Pak Udin. Sikembar berjabat tangan dengan Pak Udin. Bu Tessa juga sama.
"Senang bertemu dengan keluarga Henderson," ucap Irwan. Irwan juga ikut dalam acara tersebut.
"Terimakasih," jawab Darmendra. Darmendra yang dulunya arogant kini berubah, selama berkeluarga perubahan Darmendra 180 derajat.
Acara pun dimulai...
Pak Udin pun naik keatas panggung untuk mengumumkan kelulusan para siswa siswi.
"Selamat datang tuan dan nyonya didalam acara perpisahan sekolah. Meskipun ini adalah perpisahan sekolah tapi kami sebagai guru di sekolah ini sengaja mengundang orang tua dan para kerabat siswa siswi SMA ini. Tujuan kami adalah ingin mengeratkan lagi ikatan antara keluarga." ucap Pak Udin.
"Baiklah, sekarang kita akan umumkan kelulusan siswa siswi sekolah ini. Selamat untuk para siswa siswi yang akan lulus tahun ini. Kalian lulus semuanya 100 persen." ucap Pak Udin. Suara tepuk tangan bergemuruh di aula tersebut.
"Dan seperti biasa, kita akan umumkan juga juara 4 sampai 1. Juara 4 disandang oleh Johan, selamat untuk Johan perubahan yang sangat baik dari rangking 10 menjadi rangking 4. Dan juara 3 disandang oleh Rino, selamat untuk Rino karena mempertahankan prestasinya. Untuk juara 2 disandang oleh Emely, untuk kali ini prestasinya menurun. Dan untuk juara 1 mohon maaf sebelumnya, karena nilai mereka sama jadi kami sebagai guru sepakat untuk menetapkan juara 1 disandang oleh adik kita Angelina Dewi Henderson, Angelita Dewi Henderson dan Angelica Dewi Henderson, selamat untuk ketiganya dan para juara yang sudah disebutkan namanya silahkan naik keatas panggung." ucap Pak Udin. Suara tepuk tangan kembali bergemuruh di aula tersebut.
Pak Udin memerintahkan petugas untuk menayangkan hasil nilai ujian mereka dari teratas hingga yang terbawah.
__ADS_1
Kemudian Pak Udin menyerahkan hadiah kepada mereka satu persatu serta sertifikat murid cerdas dan berprestasi kepada mereka yang mendapatkan juara.
Sekarang kita akan dihibur oleh persembahan para siswa siswi SMA xxxx yang akan melakukan persembahan mereka," ucap Pak Udin.
Diva mengedarkan pandangannya kesegala arah dan matanya tidak sengaja bertatapan dengan Laura yang duduk dijejeran yang sama dengannya. Keduanya saling bertatapan. Kemudian Laura bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Diva.
"Hai...!" sapa Laura, Diva menengadah karena posisi Laura yang berdiri dan Diva duduk.
"Iya, ada apa ya?" tanya Diva.
"Boleh kita bicara sebentar?" tanya Laura balik.
"Bicaralah, aku siap mendengarkan," ucap Diva.
Bik Marni yang duduk disebelah Diva sedang memangku baby Davina pun bangkit untuk memberi tempat duduk kepada Laura.
"Silahkan nyonya," ucap bik Marni.
"Terimakasih," jawab Laura.
"Tumben sopan nih anak," batin Diva, sebenarnya Diva masih merasa kurang suka dengan sikap Laura yang dulu, tapi Laura yang sekarang sangat berbeda dimata Diva. Tidak ada sifat angkuh lagi. Laura duduk disamping Diva.
"To the point aja ya, sebenarnya aku ingin meminta maaf kepadamu atas semua yang pernah aku lakukan dari dulu hingga sekarang. Aku tidak menyangka bahwa anakku yang dulunya nakal kini berubah drastis saat berteman dengan anak anakmu, aku kagum cara kamu mendidik mereka. Sedangkan aku punya satu anak saja aku tidak becus untuk mendidiknya," ucap Laura. Diva menoleh kearah Laura dan menatap matanya mencari ketulusan disana.
"Ternyata ia benar benar sudah berubah," batin Diva.
"Iya, maafmu ku terima, tapi aku tidak menerima curhatan hatimu," jawab Diva.
"Sudahlah, lupakan masa lalu kedepannya yang harus kita jalani. Dan aku bilang sekali lagi aku tidak terima curhatanmu." ucap Diva.
"Terimakasih, kamu mau menerima maafku," kemudian Laura bangkit dari duduknya dan kembali ketempat semula bersama anak dan suaminya.
Acara berlangsung sangat meriah hingga pada akhirnya triple A naik keatas panggung untuk membuat persembahan. Hanya dengan tiga jenis alat musik mereka bisa menciptakan suasana semakin meriah.
"Gak nyangka adik kita ternyata pandai main musik dan bernyanyi," ucap Ansel.
"Benar benar multitalenta," ucap Gibson, Johan sudah tidak bisa berkata apa-apa karena begitu kagum dengan triple A.
Setelah persembahan dari triple A para tamu yang hadir pun mulai makan siang. Dan acara perpisahan sekolah pun selesai. mereka semua pun pulang ke kediaman mereka masing-masing.
...****************...
Seminggu setelah acara perpisahan sekolah, hari ini triple A akan berangkat ke Los Angeles.
Para sahabatnya satu kelas sudah berada di bandara, juga para guru mengantar keberangkatan triple A.
"Kalian hati hati di negara orang, jaga diri baik-baik," pesan Darmendra, sedangkan Diva sudah tidak bisa berkata apa-apa karena menangis. meskipun terasa berat untuk melepas anak anaknya tapi ia harus ikhlas demi masa depan anak anaknya juga.
"Mommy jangan nangis terus," ucap Lina.
"Kita hanya pergi kuliah kok Mom," ucap Lita.
__ADS_1
"jaga diri Mommy dengan baik," pesan Lica.
"Anak nakal, seharusnya Mommy yang bilang begitu," ucap Diva. kemudian mereka berpelukan.
Kemudian triple A memeluk kakak iparnya dan mencium ponakan mereka satu persatu.
"Aunty akan merindukan kalian," ucap triple A serentak. Entah sengaja atau hanya kebetulan mereka mengucapkan itu secara serentak. Kemudian triple A memeluk Abang Abangnya.
"Hati hati disana, pandai pandai jaga diri, jangan terpengaruh dengan budaya disana," pesan Ram.
"Apa yang Ram sampaikan itu juga yang akan kami sampaikan," ucap Ray. Triple A mengangguk.
Kemudian triple A memeluk teman sekelas nya yang cewek, sedangkan yang cowok hanya berjabat tangan saja.
"Sampai ketemu lagi nanti," ucap Ansel, Johan, Rino dan Gibson.
"Selamat jalan dan jaga diri," pesan Bu Tessa.
"Terimakasih atas semuanya," ucap Irwan.
Triple A tersenyum lalu melambaikan tangan karena pesawat mereka sebentar lagi akan take off. Semua orang yang ada disitu menangis dengan kepergian triple A, Vera dan Diva yang paling parah menangis nya.
Sedangkan pesawat yang triple A naiki sudah terbang diudara.
TAMAT
Cerita Tujuh CEO muda aku tamatkan sampai disini.
Mohon maaf bila ending nya tidak memuaskan. Tapi cerita ini masih berlanjut dengan genre lain dan judul lain dengan pemeran yang sama.
Ikuti aku agar dapat info seputar karya selanjutnya.
Beribu ribu ucapan terimakasih untuk kalian semua yang telah bersedia membaca karya recehku ini. dan mohon maaf bila alur ceritanya masih berantakan dan tidak sesuai kriteria kalian semua. Disini aku masih terus belajar dan belajar, aku tidak berharap menjadi yang terbaik, cukup bagiku setiap karyaku disukai oleh pembaca.
Aku menulis untuk dibaca tanpa kalian para readers aku bukan siapa siapa, tanpa dukungan kalian para readers aku tidak ada apa-apanya.
Sombong? Tidak ada yang patut aku sombongkan. Karena dukungan kalianlah aku bisa melanjutkan karyaku.
Sekali lagi ku ucapkan terimakasih untuk para readers atas semua dukungan baik berupa komentar, like, gift dan vote.
Untuk kalian para readers semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya dan rezeki yang berlimpah.
Wassalam dari author abal abal PA'TAM.
.
Oke lanjut novel berikutnya ya dengan judul THREE ANGEL.
.
.
__ADS_1
.