
.
.
.
Sedangkan Ram dan Cahaya masih dalam perjalanan menuju tempat ibunya dibawa. Terlihat jelas kalau saat ini Cahaya tidak baik baik saja. Ram begitu khawatir akan kesehatan Cahaya dan janinnya. Tapi Ram juga tidak bisa berbuat apa-apa?.
Sementara Wardina dibawa kesebuah pabrik yang tidak terpakai. Wardina masih dalam keadaan pingsan karena tadi ia sempat dibius oleh empat orang tersebut.
Flashback...
Wardina yang saat ini sedang berjualan dan melayani pembeli. Tentu ia sangat sibuk dan tidak menaruh curiga kepada dua orang yang keluar dari mobil, sedangkan dua orang lagi menunggu di mobil.
"Gado-gado nya empat Bu," ucap penculik itu yang berlagak seperti pembeli.
"Baik tuan tunggu sebentar," jawab Wardina. karena Wardina sering melayani pembeli dari kalangan orang jadi ia tidak curiga sama sekali. Wardina mengulek kacang tanah untuk bumbu gado gado tersebut. Kemudian salah satu dari keduanya mendekat dan mengeluarkan sapu tangan yang sudah diberi bius. Wardina hendak berontak tapi apalah daya, tenaganya kalah jauh dari pria tersebut. Dan juga sapu tangan yang digunakan untuk membekap mulut Wardina mengandung bius.
Beberapa orang yang ada disitu hendak menolong, tapi salah satu dari mereka mengeluarkan pistol dan menodongkan kepada mereka. kemudian datang seorang wanita paruh baya yang melihat kejadian tersebut. Ia melihat saat Wardina dimasukkan kedalam mobil. Wanita itu hendak membeli gado-gado karena memang ia sering membeli ditempat Wardina. Saat wanita itu panik dan tidak tahu minta tolong kepada siapa? Ram pun datang bersama Cahaya. kebetulan wanita itu juga mengenal Cahaya.
Flashback end...
Wardina disekap disebuah gudang pabrik yang sudah lama tidak beroperasi lagi. karena pemiliknya bangkrut. Wardina diikat tangan dan kakinya agar ia tidak bisa lari.
Perlahan Wardina membuka matanya dan melihat kesegala arah terasa asing baginya.
"Dimana ini? kenapa aku bisa ada disini?" batin Wardina. Wardina tidak dapat menjerit karena mulutnya juga dilakban. Wardina hanya bisa membatin tidak bisa berbicara.
"Sudah sadar rupanya?" tanya pria yang tadi membekap mulut Wardina.
"Siapa kalian sebenarnya? mengapa kalian menculikku?" tanya Wardina. Saat lakban dimulutnya sudah dilepas.
"Hahaha, Kamu tidak perlu tahu siapa kami? kami hanya menjalankan perintah dari bos kami," tanya dan jawab pria itu.
__ADS_1
"Aku tidak ada urusan dengan bos kalian, cepat lepaskan aku," teriak Wardina.
"Sebelum bos kami datang, aku tidak akan melepaskanmu," jawab pria itu. Sedangkan yang tiganya berjaga-jaga diluar gudang tersebut.
"Apa salahku pada kalian?" tanya Wardina. tapi pertanyaan itu tidak digubris oleh pria tersebut.
"Aku hanya menjalankan perintah untuk menculik mu wanita tua," ucap pria itu.
Wardina tidak berdaya untuk melawan mereka, apalagi tangan dan kakinya terikat oleh tali.
"Kau tidak akan bisa berbuat apa-apa wanita tua," bentak pria itu. Wardina memang tidak bisa berbuat apa-apa? Dia hanya wanita yang lemah yang tidak mampu untuk melawan mereka. Wardina hanya bisa pasrah.
Tidak berapa lama datang sebuah mobil hitam. Sudah dapat diperkirakan bahwa pemilik mobil tersebut adalah milik bos mereka. Dua orang keluar dari dalam mobil dan berjalan masuk kedalam pabrik usang tersebut menuju sebuah gudang yang juga telah usang.
"Kita bertemu lagi, Wardina," ucap wanita yang Wardina kenal. bahkan sangat kenal. Seorang wanita yang menjebak dirinya dengan seorang pria yang tidak Wardina kenal. Sehingga membuat Wardina harus diusir oleh suaminya sendiri. Dan itu adalah perbuatan ibu mertua dan wanita yang kini ada dihadapannya.
"Kau...!" tatapan Wardina berubah tajam. Tapi meskipun begitu Wardina juga tidak bisa apa-apa?.
"Hahaha, ya ini aku. Aku akan menghancurkan kehidupanmu," jawab Agnesia sambil tertawa.
"Kamu tidak salah Dina, hanya saja aku tidak suka melihatmu bahagia," ucap Agnesia.
"Nesa... bukankah dulu kita teman? Tapi mengapa kau memperlakukan aku seperti itu?" tanya Wardina. Ya Wardina memanggil Agnesia adalah Nesa.
Dulu Agnesia dan Wardina berteman sejak dari sekolah. Tapi karena Wardina lebih cantik dari Agnesia, Agnesia pun iri. Juga Wardina orangnya sangat pintar disekolah, sehingga banyak pria yang menyukainya. Tapi Wardina hanya mencintai Aditya Pratama keluarga terkaya peringkat 20. Dulu Agnesia sebenarnya juga cantik, tapi sifatnya yang membuat pria tidak begitu menyukainya. Agnesia diam diam menyukai Aditya, sedangkan Aditya berpacaran dengan Wardina.
Wardina yang dari keluarga sederhana justru menjadi kelemahannya untuk Agnesia menjatuhkannya.
Diam diam Agnesia menyusun rencana jahatnya untuk menjatuhkan Wardina. Agnesia dulu sangat s*ksi dan modis dalam berpakaian. Sekarang ia sudah tua dan tubuhnya pun sudah berubah menjadi gempal.
"Dari dulu aku sangat membencimu Dina. Sangat membencimu," ucap Agnesia menekankan kata kata sangat membencimu.
"Apa salahku padamu sehingga kamu begitu membenciku?" tanya Wardina.
__ADS_1
"Kamu merebut orang yang paling aku cintai. Dan dia selalu menolak ku karenamu. Akhirnya aku bisa balas dendam pada Aditya dengan merampas semua hartanya," ucap Agnesia melepaskan segala uneg-unegnya.
Sedangkan Edward hanya diam saja, Edward adalah selingkuhan Agnesia sewaktu Agnesia masih menjadi istri Aditya. Mereka dulu adalah sahabat baik. Tapi karena iri dengki membuat mereka gelap mata.
"Kalian akan terima akibatnya karena sudah menculik ku, menantuku akan datang untuk menyelamatkanku," ucap Wardina.
"Hahaha, bermimpi sajalah kau. Menantumu tidak akan tahu tempat ini. Ini adalah tempat terpencil dari masyarakat," jawab Edward yang sejak tadi diam.
"Kalian berdua memang benar benar manusia terk*t*k," ucap Wardina.
"Tapi bagus juga sih kalau menantumu itu datang biar sekalian aku habisi ny*wanya bersamamu disini," ucap Agnesia sambil mengeluarkan senjata api.
Wardina berubah pucat melihat senjata api ditangan Agnesia. Ia tidak menyangka kalau Agnesia bisa nekad sejauh ini.
"Apa yang akan kalian lakukan?" tanya Wardina.
"Menantumu telah membuat bangkrut perusahaan yang dengan susah payah kami bangun," jawab Edward.
"Cih... susah payah kalian bangun? Perusahaan itu milik keluarga Pratama yang kalian akuisisi dan kalian ubah menjadi nama Agnesia," tanya Wardina.
"Ooh.. ternyata kamu sudah tahu juga?" tanya balik Agnesia.
"Ya, karena aku tahu niat busuk kalian, tapi mantan suamiku tidak mempercayaiku," jawab Wardina.
"Hahaha, sungguh miris nasibmu sahabatku, pasti kau sangat menderita karena sudah diusir dari keluarga Pratama, ooh malang sekali," ucap Agnesia sambil mengelus pipi Wardina.
"Ternyata kau masih tetap cantik," ucap Edward.
Edward dulu pernah menyukai Wardina, tapi Wardina selalu menolak karena Wardina sudah berpacaran dengan sahabat Edward yaitu Aditya. Dari situlah Edward dan Agnesia membuat kesepakatan untuk membalas dendam kepada keduanya.
Padahal Wardina tidak salah apa-apa? Wardina hanya ingin setia kepada Aditya itu sebabnya ia tidak mau menerima Edward, apalagi Wardina tidak punya perasaan apapun pada Edward selain menganggapnya sebagai teman.
.
__ADS_1
.
.