
.
.
.
Johan berlari kearah Lina yang terlempar, Lina masih merangkul bayi tersebut. Sedangkan wanita yang Lina tolong sudah dilarikan kerumah sakit.
"Lina...!" teriak Johan. Ansel, Rino dan Gibson pun menghampiri Johan.
Mereka melihat Lina sedang tergeletak di parit pinggir jalan tersebut. Johan, Ansel, Rino dan Gibson menghampiri Lina dan bayi yang berada di dekapan Lina. Bayi itu terdiam mungkin karena sudah lelah menangis. Sedangkan Lina sudah tak sadarkan diri. Ansel mengambil alih bayi tersebut sedangkan Lina diangkat oleh Johan dan kemudian petugas rumah sakit membawa tandu untuk mengangkat tubuh Lina dan memasukkan kedalam ambulans.
"Semoga Lina tidak apa-apa," ucap Ansel dan diangguki oleh yang lain.
"Mari kita kerumah sakit," ajak Johan.
Mereka semua pun pergi kerumah sakit. Tidak lupa Lita menelpon orang tuanya dan memberitahukan Lina masuk rumah sakit karena kecelakaan.
"Apa...?" tanpa sadar Diva meninggikan suaranya sehingga Lita menjauhkan ponselnya.
"Baik, Mommy dan Daddy akan segera kerumah sakit," jawab Diva. Lalu kemudian panggilan telepon pun terputus.
"Ada apa sayang?" tanya Darmendra yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Lina hubby, Lina...!" ucap Diva terbata bata.
"Ada apa dengan Lina?" tanya Darmendra.
"Lina masuk rumah sakit, ia kecelakaan," jawab Diva.
"Apa...?" tanya Darmendra syok. Handuk yang dikenakan pun sampai melorot jatuh kelantai.
"Hubby...!" teriak Diva. Beruntung dikamar itu hanya mereka berdua saja. Darmendra dengan cepat mengambil handuknya dan berlari keruang ganti. Hanya beberapa menit kemudian Darmendra sudah berpakaian lengkap.
"Yuk sayang kita kerumah sakit," ajak Darmendra. Saat keluar dari kamar Diva dan Darmendra berpapasan dengan Ram.
"Ada apa Mom? Kelihatannya buru buru sekali?" tanya Ram.
"Adikmu masuk rumah sakit, ia kecelakaan," jawab Diva. Ram yang mendengar itupun segera masuk kembali kedalam kamar untuk memberitahukan kepada istrinya.
__ADS_1
Diva dan Darmendra tiba dibawah dan berjalan terburu-buru hal itu dilihat oleh Vera dan Jordan.
"Ada apa sayang?" tanya Vera kepada Diva.
"Lina Mom, Lina kecelakaan," jawab Diva.
"Apa...?" teriak Vera dan Jordan bersamaan, seketika kecemasan melanda mereka. Vera dan Jordan pun langsung mengikuti Diva dan Darmendra untuk kerumah sakit.
Sedangkan sikembar sudah bersiap siap juga ingin kerumah sakit. Jangan lupakan istri istri mereka yang juga tidak kalah cemas mendengar Lina kecelakaan.
Sedangkan Lina sudah dibawa oleh ambulans kerumah sakit. Lita menggendong bayi tersebut. Beruntung bayinya tidak kenapa-kenapa. meskipun mobil wanita itu terbaik, tapi bayi yang berada dikursi belakang khusus untuk bayi tidak mengalami luka serius. hanya sedikit benturan saja tapi sudah dipastikan bayi itu masih sangat syok. Kini bayi tersebut tertidur dipangkuan Lita yang ikut bersama mobil ambulans. Sedangkan yang lain tidak ikut mobil ambulans, tapi dibonceng motor oleh Johan dan teman temannya.
Ethan menelepon orang tuanya bahwa mereka pulang terlambat karena akan kerumah sakit. Tentu saja orang tua mereka juga panik mendengar anaknya kerumah sakit.
Mobil ambulans pun tiba dirumah sakit, para dokter dan suster sangat sibuk menangani pasien yang kecelakaan. Lina segera dimasukkan keruang UGD untuk bagian pasien darurat.
Tidak berapa lama Diva dan Darmendra Vera dan Jordan juga datang kerumah sakit. Mereka keluar dari mobil langsung menuju ruang UGD.
Lita yang ada disitu langsung menghampiri Mommy dan Daddy-nya. kemudian datang Lica bersama Johan dan teman temannya. Ethan, Felix dan Gibran juga.
"Bagaimana keadaan Lina?" tanya Vera.
"Bagaimana kejadiannya?" tanya Diva.
"Lina menyelamatkan orang yang terjebak didalam mobil, terus mobil itu meledak," jawab Lita. Dokter yang memeriksa Lina pun keluar.
"Bagaimana keadaan anakku dok?" tanya Diva.
"Syukurlah keadaannya tidak begitu serius, hanya mengamalami benturan dikepalanya dan itu tidak membahayakan, sekarang pasien masih belum sadar mungkin beberapa jam lagi ia baru sadar," jawab dokter.
Darmendra mengurus administrasinya dan menyewa ruangan VIP untuk Lina. Lina pun segera dipindahkan keruang perawatan. Teman teman Lina hanya mengikuti saat suster mendorong brankar tempat Lina berbaring.
Sedangkan bayi yang tadi digendong Lita, segera ditangani suster dan ditempatkan diruangan yang sama dengan Lina atas permintaan Lita sendiri. Nanti bila orang tuanya sudah sadar barulah akan dikembalikan kepada orang tuanya.
"Kalian tidak apa-apa?" tanya Diva pada Ethan.
"Kami baik baik saja," jawab Ethan.
Tidak berapa lama datang sikembar bersama istri istri mereka. Karena ramai, mereka jadi bergantian menemui Lina. Kemudian datang lagi orang tua Ethan, Felix dan Gibran. Mereka mengira anak mereka yang kecelakaan. jadi mereka semua begitu cemas.
__ADS_1
Anisa langsung memeluk Gibran, Adefa memeluk Ethan, dan Aryana memeluk Felix.
"Bagaimana bisa kecelakaan?" tanya Ram.
Johan pun menceritakan kejadiannya dari awal mereka tiba dilampu merah yang memang sudah terjadi kecelakaan. Dan menceritakan bagaimana Lina menolong orang dengan mempertaruhkan nyawanya.
Ram dan saudara saudaranya menghela nafas lega setelah mendengar bahwa Lina tidak mengalami luka yang serius.
Sementara diruang yang berbeda, seorang wanita menangis histeris mengira anaknya sudah meninggal. Sang suami berusaha menenangkan istrinya. Suster dan dokter masuk dan memeriksa kembali keadaan wanita itu.
"Nyonya tenang saja, anak nyonya selamat. Anak nyonya diselamatkan oleh putri keluarga Henderson," ucap dokter. Mendengar hal itu wanita itu ingin bangkit tapi dicegah oleh dokter.
"Kondisi nyonya masih belum pulih, nanti biar suster yang membawa anak nyonya kesini," ucap dokter lagi. kemudian dokter menyuntikkan obat penenang karena wanita itu terus berontak.
"Aku ingin menemui anakku," ucap wanita itu dengan nada lemah. Lambat laun wanita itu memejamkan matanya dan tertidur.
"Bagaimana dengan kondisi anak saya Dok?" tanya suami dari wanita itu.
"Anak tuan baik baik saja, beruntung ada orang yang menyelamatkannya sebelum mobil itu meledak," jawab dokter itu. Dokter itu tahu karena mendengar cerita dari petugas rumah sakit yang bertugas membawa mobil ambulans.
"Bolehkan saya menemui anak saya Dok?" tanya pria itu. Belum sempat dokter menjawab, seorang suster sudah membawa seorang bayi perempuan. bayi itu langsung merentangkan kedua tangannya kepada Papanya. Pria itu menagis haru melihat anaknya baik baik saja.
Dikamar Lina....
"berapa lama Lina baru sadar?" tanya Ren.
"Mungkin 1 atau 2 jam lagi, dokter bilang Lina mengalami benturan dikepalanya tapi tidak membahayakan," jawab Darmendra.
Johan dan teman temannya sudah pulang, karena keluarga Lina sudah datang, dan juga hari sebentar lagi akan malam.
"kalian istirahatlah," ucap Diva kepada anak anaknya. Lita dan Lica pun istirahat, begitu juga Ethan, Felix dan Gibran.
"Aku begitu cemas saat mendapatkan kabar bahwa mereka masuk rumah sakit," kata Anisa yang saat ini duduk didekat Diva.
.
.
.
__ADS_1