Tujuh CEO Muda

Tujuh CEO Muda
Kembali ke sekolah


__ADS_3

.


.


.


Beberapa hari pun berlalu, kini Lina sudah sembuh total. Dan sudah siap untuk kembali ke sekolah. Lina yang pada dasarnya rajin belajar tentu ia tidak mau berlama-lama tidak sekolah.


Seminggu dirumah sakit saja sudah seperti berbulan bulan baginya saking bosannya. Kini mereka sudah bersiap siap untuk berangkat ke sekolah, setelah selesai sarapan mereka pun berpamitan dengan ahli keluarga mereka. Sedangkan sikembar masih bersarapan bersama keluarga besar mereka. Dan Wardina juga masih tinggal di mansion karena Cahaya memintanya untuk menemaninya.


Triple A pergi ke sekolah diantar oleh Agus sang supir, nanti pulang baru mereka pulang sendiri tanpa harus dijemput. Dalam perjalanan menuju sekolah Lina merasa sangat senang karena sudah bisa kembali ke sekolah dan belajar seperti biasa.


"Bagaimana perasaanmu?" tanya Lita.


"Sudah lebih baik," jawab Lina.


"Maksudku, bagaimana perasaanmu sudah bisa bersekolah lagi?" tanya Lita lagi.


"Senang," jawab Lina singkat.


"Ah kamu, setelah terbentur dikepala semakin membuatmu irit bicara," ucap Lita.


"Sifat Lina kan lebih mirip Abang Ray, tapi sekalinya jatuh cinta bucin parah," Lica menimpali.


"Siapa yang kamu bilang bucin?" tanya Lina.


"Bang Ray lah siapa lagi?" tanya Lica balik.


"Ehh, Randy apa kabarnya ya?" tanya Lita.


"Gak tahu," jawab Lina ketus.


"Jangan ketus ketus Lin, nanti Kamu bucin sama dia," ucap Lica.


"Gak penting," jawab Lina lagi masih dengan nada yang sama.


"Diantara kita bertiga, kamu yang paling dingin, coba kaya aku netral saja," ucap Lita.


"Bicara kalian gak bermutu," ucap Lina.


Tanpa terasa mereka sudah tiba diparkiran sekolah. Agus memarkirkan mobilnya dan triple A segera keluar dari mobil.


"Paman nanti gak usah jemput ya," teriak Lita karena mereka sudah sedikit menjauh dari mobil. Agus cuma mengangguk sebagai jawaban. Kemudian Agus kembali menjalankan mobilnya dan segera pulang.


"Ada apa ini!" tanya Lina melihat rangkaian bunga bersusun rapi menuju kelas mereka.


Lita dan Lica hanya mengedikan bahu pertanda tidak tahu.

__ADS_1


Mereka terus berjalan menuju kelas mereka, meskipun bel sekolah belum berbunyi. Saat mereka masuk, kalungan bunga mereka berikan kepada Lina, ran dan rangkaian bunga juga ada. Bukan dari kelasnya saja, tapi dari kelas lain juga memberikan bunga untuk Lina.


"Ada apa sebenarnya?" tanya Lina heran. Tapi mereka semua tidak menjawab.


Kemudian masuk semua guru yang ada disekolah ini. Juga memberikan bunga kepada Lina.


"Selamat kembali ke sekolah," ucap Pak Komarudin. Dan disertai guru guru yang lain.


"Mohon maaf tidak bisa menjenguk mu sewaktu dirumah sakit," ucap Pak Udin lagi.


"Sebenarnya ada apa ini Pak?" tanya Lina bingung.


"Sebagai ungkapan rasa senang dari kami karena kamu menyelamatkan banyak orang," ucap Bu Tessa.


"Terimakasih banyak, tapi gak perlu sampai segitunya," ucap Lina. Kemudian mereka membubarkan diri karena bel sekolah berbunyi.


"Aku tau niat kalian baik, tapi aku tidak layak diperlakukan seperti itu," ucap Lina kepada teman sekelasnya.


"Kamu layak mendapatkannya," ucap salah satu siswi. Kemudian para siswi memeluk Lina satu persatu, yang siswa hanya berjabat tangan, mana berani mereka memeluk Lina.


"terimakasih sekali lagi," ucap Lina.


Mereka semua pun duduk dikursi masing-masing, Bu Tessa pun memulai pelajaran.


"Untuk Lina, kamu banyak ketinggalan pelajaran dan ibu sudah menyuruh adikmu untuk memberikannya kepadamu.


"Hari ini kita akan mengadakan ulangan harian," ucap Bu Tessa.


"Hah...kok gak bilang bilang dari kemarin sih Bu?" tanya siswi A.


"Ulangan harian kali ini untuk menguji kemampuan kalian, dari sini akan terlihat siapa yang rajin belajar dan tidak belajar?" tanya Bu Tessa. kemudian Bu Tessa membagikan kertas lembaran soal dan lembaran jawaban.


"Waktu kalian 60 menit dari sekarang," ucap Bu Tessa.


Bagi yang otaknya jenius ini masalah kecil, tapi bagi mereka yang otak pas-pasan mereka sampai berkeringat didahi untuk menyelesaikan soalan ini.


"Nyesel aku gak belajar semalam," ucap siswi A, karena ia begitu kesulitan untuk menjawab.


"untung aku belajar," ucap siswi C.


Triple A nampak tenang tenang saja dalam menjawab pertanyaan tersebut. Hanya saja mereka mengulur ulur waktu agar tidak terlalu mencolok. 30 menit waktu yang mereka ulur, sebenarnya kalau mereka serius waktu 10 menit sudah cukup untuk menjawab semuanya. Kemudian mereka maju kedepan untuk menyerahkan kertas jawaban yang telah mereka jawab.


"Sudah selesai?" tanya Bu Tessa.


"Sudah Bu," jawab triple A serentak.


"Hmmm, bagus. Kalian memang anak anak yang jenius," ucap Bu Tessa.

__ADS_1


"Sekarang kalian boleh pulang," ucap Bu Tessa lagi.


"Pulang Bu?" tanya triple A serentak, karena merasa tidak percaya padahal baru jam 8 pagi.


"Iya, kalian sudah selesai menjawab kan?" tanya Bu Tessa, triple A mengangguk.


"Karena kalian sudah selesai menjawab jadi kalian boleh pulang," ucap Bu Tessa mengulang kalimatnya.


"Baik Bu terimakasih," ucap Lica. kemudian triple A mengambil tas ransel miliknya dan segera keluar dari kelas. Para siswa siswi yang lain hanya memandang mereka dengan takjub.


"Kalau tau begini, udah dari tadi aku selesaikan. Tidak perlu mengulur waktu," ucap Lita.


"Iya nih, tadinya aku pikir kita akan ada pelajaran lagi, tahu nya disuruh pulang," ucap Lica. Lina hanya terdiam dan mereka duduk ditaman sebentar.


"Sebaiknya kita ganti baju biasa sebelum pulang," ucap Lina. Lita dan Lica pun setuju. kemudian mereka pergi ke toilet sekolah untuk berganti pakaian.


Selang 10 menit mereka sudah keluar dengan pakaian biasa, dan berniat untuk pulang.


"Kali ini mereka tidak akan bisa mengikuti kita lagi," ucap Lina. mereka yang dimaksud adalah Johan dan teman temannya.


"Hmmm, yuk pulang," ajak Lita. Mereka mengeluarkan skuter masing-masing dan membuka lipatan skuter tersebut sebelum menaikinya.


"Jangan buru-buru, santai saja jalannya," teriak Lica.


"Yuhuuu, terasa indahnya dunia ini," teriak Lita. mereka begitu menikmati suasana hari ini. Cuaca yang mendung membuat suasana terasa nyaman dan sejuk. Tidak terlalu panas.


"Kemana kita?" tanya Lica.


"Jalan jalan," teriak Lina.


Ren yang sedang ingin pergi ketempat lokasi pembangunan tidak sengaja melihat mereka, Ren pun segera menghampiri mereka.


"Kalian bolos?" tanya Ren saat mobilnya sudah berhenti didekat triple A.


"Tidak, kami sudah disuruh pulang oleh Bu Tessa, karena kami menjawab dengan cepat," jawab Lica.


"Memangnya pertanyaan apa?" tanya Ren.


"Kami ulangan harian," jawab Lita.


"Hmmm ya sudah, Abang mau meninju lokasi perumahan," ucap Ren. mereka bicara dipinggir jalan. kemudian Adam pun melajukan mobilnya menuju lokasi pembangunan rumah. Sedangkan triple A meneruskan perjalanan mereka untuk pulang ke mansion.


"Lihat itu," Lica menunjuk kesatu arah, karena saat ini mereka berada didepan sebuah minimarket.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2