Tujuh CEO Muda

Tujuh CEO Muda
Tidak tergoda


__ADS_3

.


.


.


Ren dan Adam duduk di sofa ruangan itu, sebelumnya mereka bersalaman dengan Alex, tapi tidak dengan wanita itu. Ren tidak ingin menyentuh wanita itu begitu juga dengan Adam. Mereka hanya memilih menangkup tangga mereka kedada sebagai tanda hormat. Wanita itu merasa geram karena diabaikan oleh dua pria tampan tersebut.


"Tuan Ren kenalkan ini putri saya bernama Jenifer, dan dia baru lulus kuliah S2 dengan akademik terbaik." ucap Alex membanggakan putrinya.


Padahal Jenifer berkuliah hanya mengandalkan orang lain, ia sanggup membayar orang lain untuk mendapatkan nilai yang bagus. Jenifer benar benar memanfaatkan uang untuk kesenangan sendiri.


"Hai, saya Jenifer boleh kenalan tuan?" tanya Jenifer. Tapi tidak digubris oleh Ren.


Jenifer menggoda Ren dengan berbagai cara tapi Ren yang memang punya keteguhan hati yang kuat tidak mudah tergoda sama sekali. Jenifer pun mulai kesal.


"Tuan Ren, tujuan saya ingin bertemu dengan anda bukan untuk membahas bisnis. Tapi saya ingin anda menikah dengan anak saya," ucap Alex to the point.


Adam terkejut mendengarnya, sedangkan Ren santai santai saja. Dia sudah menduga semuanya. Alex mengajaknya bertemu pasti ada maksud.


"Maaf tuan Alex, saya tidak tertarik dengan putri anda," ucap Ren jujur.


Braak... Alex menggebrak meja sehingga Adam terlonjak kaget. Sedangkan Ren tidak sama sekali. Ren tetap tenang tenang saja.


Jenifer bangkit dari duduknya dan dengan tanpa malunya duduk dipangkuan Ren. Ren spontan mendorong Jenifer hingga membentur meja dekat situ.


"Aww, aduh sakit," teriak Jenifer.


"Bisakah anda bersikap sopan?" tanya Ren.


"Jangan munafik kamu, tidak mungkin kamu tidak tertarik dengan saya," ucap Jenifer.


"Tidak ada laki laki yang bisa menolak pesona saya," ucap Jenifer lagi.


"Akhirnya kamu mengakui kalau kamu seorang jal*ng," ucap Ren.


"Tuan Ren, kalau anda menolak untuk menikah dengan putri saya, saya akan pastikan Anda akan menyesal." ancam Alex.


Ren hanya menyeringai, senyum yang sangat tipis sehingga tidak ada yang melihatnya.


"Apa yang akan anda lakukan tuan Alex?" tanya Ren.


"Aku pastikan anda akan hancur tuan Ren, dan seluruh keluargamu juga akan hancur," kata Alex penuh ancaman. Tapi tidak membuat Ren takut sama sekali.


"Silahkan tuan Alex, kita lihat siapa sebenarnya yang akan hancur? Aku tau siapa anda tuan Alex, seorang bos mafia." ucap Ren.


"Hahaha, anda sudah tahu siapa saya, tuan Ren? Bagus, tidak perlu saya memperkenalkan diri," tanya Alex.

__ADS_1


"Tentu saja aku tau tuan Alex, tapi anda masih dibawah bloods mafia terkuat di kota London." ucap Ren.


"Tapi sayangnya, kelompok mafia terkuat itu sudah musnah oleh kami," ucap Ren lagi.


"Hahaha, jangan ngelawak tuan Ren, mana mungkin kalian yang menghancurkan markas besar kelompok mafia bloods." kata Alex.


"Tidak percaya tidak apa-apa, tapi kalau anda berani mengusik keluargaku, maka keluargamu juga akan aku musnahkan," ucap Ren balik mengancam.


"Dengan ini aku nyatakan, kerjasama kita selama ini batal," ucap Ren lagi. Kemudian Ren dan Adam keluar dari ruangan itu.


Alex menelepon bawahannya untuk menghancurkan Ren saat ini juga. Ren keluar dari restoran tersebut dan langsung masuk kedalam mobil, tanpa menunggu lama Adam terus melajukan mobilnya meninggalkan restoran itu. Saat ditengah perjalanan mobil mereka diikuti oleh banyak mobil dibelakangnya.


"Ren kita diikuti," ucap Adam.


"Hmmm aku tau, berhati-hatilah. Aku akan minta bantuan saudaraku untuk masalah ini, kita tidak mungkin menghadapinya berdua saja," kata Ren.


Ren kemudian mengirimkan sinyal darurat pada saudaranya, ponsel Ray, Rakha Raffa Rasya Roy dan Ram berbunyi pertanda bahwa bahaya. Begitu juga dengan ponsel triple A, ketiganya masih berada ditaman.


"Abang Ren dalam bahaya," ucap Lina pada kedua saudaranya.


"Mari kita bantu, lokasinya tidak terlalu jauh dari sini," ucap Lita sambil melihat GPS tanda keberadaan Ren.


"Ada apa?" tanya Randy.


"Salah satu dari Abang kami dalam bahaya," jawab Lica.


"Kamu mau kemana?" tanya Lina pada Randy.


"Aku juga ingin membantu," jawab Randy.


"Ini bukan untuk main main, ini adalah peperangan serius," ucap Lina.


"Sudah cepat jangan berdebat lagi," kata Lita menengahi.


Akhirnya mereka pun berangkat menuju tempat Ren berada sekarang, Randy dan Zaidan juga ikut.


"Aku tidak mau tau, kalau sesuatu terjadi pada kalian," ucap Lina saat mereka diperjalanan. Triple A melajukan skuter nya, Randy dan Zaidan juga melajukan sepeda nya, mereka saling kebut kebutan dijalan.


Sedangkan Ray Rakha Raffa Rasya Roy dan Ram yang sedang dikamarnya masing-masing segera berlari menuju lift, mereka tergesa-gesa untuk keluar.


"Ada apa?" tanya Darmendra.


"Ren dalam bahaya," ucap Ram, diva yang mendengarnya pun panik.


"Hubby, kita ikuti mereka," ucap Diva.


"Iya, mari." ajak Darmendra. Kemudian Diva dan Darmendra pun ikut bersama. Mereka membawa beberapa pengawal untuk membantu dan disebagian menjaga mansion.

__ADS_1


Vera dan Jordan ingin ikut tapi dilarang oleh Darmendra, karena mereka sudah tua takut terjadi apa-apa nanti.


"Hubby cepat sedikit ikuti mereka," ucap Diva saat mereka sudah berada didalam mobil. Darmendra pun menyetir mobil dengan kecepatan tinggi. karena sikembar juga sedang ngebut.


Ditempat Ren...


Ren sudah menghentikan mobilnya dipinggir jalan, ia masih menunggu didalam mobil, menunggu saudara saudaranya datang.


"Berapa ramai mereka?" tanya Ren pada Adam.


"Ada sekitar 20 mobil, dapat diperkirakan lebih dari 50 orang." jawab Adam.


"Hmmm, sepertinya Alex memang ingin menghancurkanku, baiklah jangan salahkan aku, Alex." seringai Ren.


Ren mengeluarkan iPad miliknya, dan mengutak-atik iPad tersebut. hanya butuh waktu berapa menit data perusahaan milik Alex sudah berhasil ia bobol. Setelah itu Ren tersenyum.


Alex datang bersama putrinya dan berhenti didepan mobil anak buahnya. Alex segera keluar dari mobil dan menembakkan pistolnya keatas sebagai peringatan. Untuk menyuruh Ren keluar dari mobil.


"Ren mereka bersenjata api," ucap Adam.


"Makanya kita tunggu bantuan, mobil ini anti peluru jadi mereka tidak bisa menembaknya," kata Ren.


Triple A datang bersama Randy dan Zaidan, tapi mereka bersembunyi karena musuh membawa senjata api. mereka akan menyerang secara sembunyi-sembunyi.


"Mereka bersenjata api," ucap Randy.


"Hmmm," kata Lina sambil mengangguk.


"Bagaimana ini?" tanya Zaidan.


"Kalian bisa menembak?" tanya Lita, Randy dan Zaidan menggeleng.


"Ambil ini," ucap Lita mengeluarkan pistol mainan dari tas ransel miliknya.


"Hah pistol mainan?" tanya Zaidan.


"Untuk berjaga-jaga, kalau sudah terdesak baru kalian tembakkan," ucap Lita lagi.


"Kalian pakai apa?" tanya Randy.


"Kami ada ini," Lica menunjukkan alat seperti eyeliner, tapi sebenarnya bukan. Itu adalah senjata yang bisa membuat musuh pingsan, pungsinya sama seperti pistol mainan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2