Tujuh CEO Muda

Tujuh CEO Muda
Sedikit kericuhan


__ADS_3

.


.


.


Pengantin sudah berada di altar pernikahan, satu persatu para tamu memberi ucapan selamat, ada juga yang memberikan kado pada pasangan pengantin tersebut. Sikembar memberikan paket bulan madu ke Dubai, selama satu Minggu.


"Selamat menempuh hidup baru, bro." ucap sikembar secara bergantian, dan berpelukan ala laki laki, sedangkan para gadis bersalaman dengan pengantin wanitanya dan mengucapkan selamat.


"Ini hadiah dari kami, dan aku mewakili saudaraku untuk hadiah ini," ucap Nadine pada pengantin wanitanya.


Pengantin wanita itu tersenyum dan menerima kotak kecil tersebut.


"Terimakasih, boleh dibuka sekarang?" tanya pengantin itu. Para gadis pun mengangguk.


Pengantin wanita itu membuka kotak tersebut dan matanya langsung melotot melihat satu set perhiasan dari kalung anting dan gelang. Perhiasan yang selama ini ia inginkan sekarang sudah ia dapatkan. Ternyata sewaktu Ram pamit ke toilet dan Rasya pamit untuk menjawab telepon. Ternyata mereka pergi ke toko perhiasan. Tanpa sepengetahuan dari kekasihnya.


"Ini...?" tanya pengantin itu. Mereka semua mengangguk. Sebagai ungkapan rasa senang pengantin wanita itu memeluk para gadis secara bergantian.


Kemudian mereka pun turun dari altar tersebut dan memberikan peluang kepada yang lain yang masih setia mengantri.


Vera dan Diva sedang ngobrol dengan istri rekan bisnisnya. Mereka terlihat akrab.


Sikembar mengobrol dengan rekan bisnis mereka, Ram yang kebetulan sendiri dihampiri oleh seorang model papan atas, cantik dan s*ksi tentunya. Tapi Ram tidak menggubris sama sekali malah ia merasa risih saja. Ram memegang minuman ditangannya dan senjata disenggol oleh model wanita tersebut hingga air itu tumpah mengenai jas milik Ram.


"Ah maaf tuan, saya tidak sengaja," ucap wanita itu hendak mengelap jas milik Ram yang terkena air, tapi Ram menepis tangan wanita itu.


"Tidak apa-apa, lain kali hati hati dan juga jas ini kalis air," ucap Ram dingin. Lalu ia berlalu dari hadapan wanita itu, wanita itu mengepalkan tangannya kuat merasa gagal menggoda salah satu tuan muda Henderson.


Ram menghampiri Cahaya yang sedang minum juga, tadi Cahaya melihat tingkah laku wanita itu yang ingin menggoda kekasihnya. Namun Cahaya bukan gadis bodoh yang harus bertindak bar bar. Ia ingin melihat sejauh mana wanita itu bisa menggoda Ram? Seketika Cahaya tersenyum karena usaha wanita itu gagal.


Wanita itu memperhatikan Ram yang berjalan menghampiri Cahaya, dan ia memikirkan rencana licik untuk mempermalukan Cahaya nantinya.


Saat sudah dekat dengan Cahaya, Ram langsung merangkul pinggang gadis itu, Cahaya nampak malu malu karena ditonton banyak orang.


Sedangkan saudaranya yang lain sudah bersama pasangan masing-masing setelah selesai ngobrol dengan rekan bisnisnya mereka menghampiri pasangan masing-masing.


"Kenapa?" tanya Cahaya pada Ram.


"Ada cewek gak jelas sengaja menyenggol lenganku hingga air tumpah ke jas ku," jawab Ram.

__ADS_1


"Hmmm, kirain apaan?" tanya Cahaya lagi.


"Kamu tidak cemburu?" tanya Ram.


"Cemburu? Siapa yang tidak cemburu bila kekasihnya digoda cewek lain? Tapi aku percaya padamu," tanya Cahaya, Ram pun tersenyum.


"Aku ke toilet dulu ya," Ram pun pamit ke toilet. Sepeninggalan Ram, cewek itu pun menghampiri Cahaya yang sedang minum.


PLAAK...


"Aww," wanita model itu menjerit setelah menampar pipinya sendiri, Cahaya hanya bengong melihat wanita itu yang tiba tiba saja menampar pipinya sendiri.


"Mengapa kau menamparku? Apa salahku padamu?" tanya wanita itu penuh dramatis. Sehingga orang orang yang ada disitu pun menoleh kearah Cahaya dan wanita itu.


"Ternyata kau ingin main-main denganku?" Batin Cahaya.


Wanita itu menangis, orang orang mulai mengejek Cahaya karena mereka tidak tahu kejadian yang sebenarnya. Tapi Cahaya tetap diam, seolah tidak peduli dengan omongan orang.


"Ada apa ini?" tanya Ram yang baru tiba dari toilet.


"Tuan muda, gadis ini menamparku. Aku tidak tahu salahku apa?" tanya wanita sambil mengadu.


"Bagaimana dia menamparmu? Aku tidak melihatnya, coba diulangi?" tanya Ram, Cahaya tersenyum.


"Begini...!" jawab Cahaya yang langsung menampar pipi wanita itu dengan sangat kuat, hingga sudut bibirnya berdarah.


"Coba lagi sayang...!" perintah Ram.


PLAAK... kesempatan itu tentu tidak disia-siakan oleh Cahaya. wanita itu meringis wajahnya sudah sangat merah dan bibirnya pun berdarah. Tadi dari kejauhan Ram sempat melihat kalau wanita itu menampar pipinya sendiri, tapi Ram mau lihat dulu sejauh mana akting wanita itu.


"Coba lagi sayang," perintah Ram, sekali lagi wanita itu ditampar oleh Cahaya, wanita itu meringis menjerit tapi tidak ada siapapun yang mau menolong.


Kemudian datang seorang wanita sekitar umur 40an menghampiri wanita model itu dan juga turut menamparnya dan menjambak rambutnya. Wanita itu semakin menjerit.


"Sudah lama saya ingin menghajar wanita ini, sekarang baru kesampaian." ucap wanita paruh baya itu dengan geram.


"Gara gara kamu rumah tanggaku hancur, kau wanita m*r*han, j*l*ng." teriak wanita itu.


Cahaya dan Ram menjauh dari tempat itu, seketika suasana menjadi ricuh, para wartawan tidak akan melepaskan peluang bagus untuk mencari berita sensasi. Tadinya para wartawan yang meliput pengantin sekarang malah meliput model papan atas dilabrak istri sah.


"Kamu keren, sayang," kata Ram saat ini mereka ada di stand makanan dan hendak makan.

__ADS_1


"Dia mau main main sama aku, sayang." ucap Cahaya.


"Hmmm, aku tau kalau dia menampar pipinya sendiri," ucap Ram.


"Haha, awalnya aku kaget tiba-tiba saja ia datang dan menampar pipinya sendiri, tapi setelah itu aku mengerti dia menggunakan trik untuk mempermalukan aku," ucap Cahaya.


Sedangkan wanita tadi sudah acak acakan dan mukanya sudah memar gaunnya pun kusut. Dengan perasaan malu model itu pun pergi dari pesta tersebut. Niat hati ingin mempermalukan Cahaya tapi malah dia yang mendapat malu. Setelah kepergian model itu acara kembali berlanjut meski terjadi sedikit kericuhan.


"Ada apa tadi?" tanya Nadine yang memang tidak menyadari kericuhan tersebut, karena ia sedang asik berpacaran.


"Ada pengganggu, istri sah melabrak selingkuhan suaminya." jawab Cahaya, Ram hanya tertawa.


"Aku pastikan besok akan menjadi berita terhangat," ucap Ram.


"Bisa saja karirnya akan hancur," kata Cahaya.


Mereka melanjutkan makan sambil suap suapan, tidak peduli pandangan orang pada mereka.


"Hubby, lihatlah sikembar mereka benar benar sudah menemukan tambatan hatinya masing-masing," ucap Diva sambil memeluk Darmendra.


"Iya, kita hanya perlu mendukungnya saja, tanpa mencampuri urusan rumah tangga mereka kelak," ucap Darmendra.


"Hubby benar, mereka tahu apa yang terbaik untuk keluarga mereka nanti," kata Diva.


"Bagaimana kalau mereka nanti punya rumah masing-masing?" tanya Darmendra.


"Aku tidak masalah, hubby. Yang penting mereka bahagia dan tidak melupakan kita sebagai orang tuanya," jawab Diva.


"Lagi pula mereka harus mandiri, urusan rumah tangga mereka kita hanya mendukungnya saja jangan mencampurinya," jawab Diva lagi.


.


.


Mohon maaf baru bisa update, tadi sibuk banget akunya, lihat HP pun sebentar sebentar saja.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2