
.
.
.
Azura masuk kedalam rumah kontrakannya, kontrakan murah tapi masih tetap layak dihuni. Azura memegang d*danya merasakan debaran disana. Sudah lama debaran itu hilang kini bersemi kembali.
"Ya Tuhan, aku tidak tahu kedepannya seperti apa? Tapi aku mohon jangan pisahkan lagi aku dengannya," gumam Azura.
Sedangkan didalam mobil, Devan yang sedang mengendarai mobil terlihat senyum senyum sendiri, membayangkan ci*man pertamanya dengan Azura.
"Ternyata seindah Inikah jatuh cinta? Kenapa tidak dari dulu aku jatuh cinta pada Azura? Malah aku mengejar ngejar Nadine yang jelas jelas tidak mencintaiku," gumam Revan.
Revan akan bertekad untuk mengikhlaskan Nadine. Dan ia akan menerima Azura apapun keadaannya.
...****************...
Malam Minggu adalah malam yang spesial buat para remaja yang sedang jatuh cinta. Sikembar sudah bersiap siap untuk pergi ngedate dengan pasangan masing-masing. Kali ini pasangan mereka bertambah yaitu Adam dengan Aruna. Malam ini mereka akan mempertemukan pasangan itu. Adam yang awalnya ragu, karena belum pernah pacaran, dan juga kurang percaya diri. Ray dikamarnya bersenandung riang, karena sebentar lagi akan menjemput kekasihnya. Begitu juga Ren, Rakha Raffa Rasya Roy dan Ram. Mereka akan menjemput pujaan hati mereka masing-masing. Secara kebetulan pakaian yang mereka gunakan sama, saat keluar dari kamar mereka saling pandang karena berpakaian sama.
"Kenapa sih kalian suka sekali meniru gayaku?" tanya Ram.
"Ye siapa juga yang meniru?" tanya Ren.
Akhirnya mereka masuk lagi kedalam kamar untuk berganti pakaian. Setelah berganti pakaian mereka pun keluar lagi. Mereka semua memakai sweater hoodie hanya berbeda warna.
Mereka kembali saling pandang, lalu tertawa terbahak bahak, karena pakaian mereka juga sama hanya beda warna.
"Ah udah deh, malas mau ganti pakaian lain." ucap Ram.
"Yuk jalan," ajak Roy. Mereka pun turun dengan menggunakan lift.
Setibanya dilantai bawah, mereka berpamitan kepada Mommy dan Daddy-nya serta Oma Opanya.
"Abang mau kemana?" tanya sikembar tiga.
"Mau ngedate, ini kan malam Minggu," jawab Ram.
"Ih mentang mentang sudah punya pacar," kata Lina.
"Ya iyalah, kalian masih kecil jangan dulu pacaran," kata Ram.
Tapi tidak dapat jawaban dari sikembar tiga. Sikembar pun pergi dengan mobil masing-masing, dulu mereka selalu bersama sama dalam satu mobil sekarang sudah punya mobil sendiri sendiri. Tapi mereka tetap akur dan selalu kompak. Ren menjemput Aisyah lebih dulu setelah itu baru mereka menjemput teman Aisyah yaitu Aruna. Karena mereka akan memperkenalkan Adam dengan Aruna. Sedangkan saudaranya menjemput pasangan masing-masing. Tidak butuh waktu lama Ren sudah tiba didepan rumah Aisyah, Ren turun dari mobil dan memberi salam kepada keluarga itu. Ren meminta izin untuk membawa Aisyah pergi, tentu saja kedua orang tua Aisyah setuju. Mereka tahu Ren pria baik baik.
"Bagaimana dengan rencana kita?" tanya Aisyah pada Ren. Ren tersenyum.
"Semoga berjalan lancar, aku yakin mereka nanti akan sama sama suka. Jadi teringat teman Mommy dan Daddy," ucap Ren.
"Kenapa memangnya?" tanya Aisyah.
__ADS_1
"Dulu Mommy dan Daddy juga menyatukan teman temannya dengan cara seperti ini. Mereka sama sama jomblo, tapi setelah dipertemukan ternyata mereka cocok dan tidak lama mereka pun menikah," kata Ren.
"Oh yang waktu itu ya? Yang aku pergi ke mansion?" tanya Aisyah, Ren mengangguk.
"Kami juga turut andil dalam hal itu," ucap Ren.
"Sudah terbiasa menjadi Mak comblang berarti ya?" tanya Aisyah.
"Gak ada salahnya kan? Selama untuk kebaikan," tanya Ren.
Keduanya sudah tiba didepan gerbang rumah Aruna, Aruna sudah menunggu kedatangan mereka. Aruna termasuk orang berada kedua orang tuanya orang sibuk karena punya usaha sendiri sendiri. Sang Papa mempunyai perusahaan besar, walau masih dibawah sikembar. Dan mamanya punya butik terkenal, kadang juga dibantu oleh Aruna mengurus butik tersebut. Meskipun kedua orang tuanya sibuk, tapi Aruna tidak diabaikan.
"masuk dulu?" tanya Aruna.
"Gak usah deh, nanti terlalu malam," jawab Aisyah.
Mereka langsung berangkat menuju tempat janjian, Aruna sebenarnya merasa tidak enak pada kedua sejoli tersebut. Walaupun mereka tidak mesra mesraan tapi Aruna merasa menjadi obat nyamuk.
"Kemana kita?" tanya Aruna.
"Ric cafe," jawab Ren singkat.
"Cafe terkenal itu? Wah malam Minggu ini ada penyanyinya?" tanya Aruna.
"Ada" jawab Ren singkat tapi jelas.
"Kok bisa barengan nyampai nya?" tanya Aisyah.
"Mungkin karena pacar kita kembar kali ya?" tanya Adira.
"Mungkin kebetulan saja," jawab Cahaya.
Mereka semua masuk dan disambut ramah oleh pemilik cafe.
"Wah, ternyata sikembar sudah besar ya, sudah bawa gebetan semua." canda Ricardo.
"Abang bisa aja bercandanya." kata Ram.
"Mari silahkan duduk, saya sudah menyiapkan tempat dan meja khusus untuk kalian. Aku tau kalian pasti akan datang kesini," kata Ricardo.
"Abang baik banget," ucap Ren.
"Biasa aja kali," Ricardo.
"Prita, apakah kamu mau nyanyi malam ini?" tanya Ricardo.
"Kami yang akan tampil bang, Abang siapkan saja alat musiknya," sahut Ram.
"Wow, suatu kehormatan group band SEVEN R akan tampil," ucap Ricardo.
__ADS_1
"Kami akan menggemparkan cafe ini," ucap Raffa.
"Hahaha.... saya jamin 10 ribu persen cafe ini akan padat pengunjung, saya akan siarkan secara live." ucap Ricardo senang.
"Abang sudah siap?" tanya Ram.
"Saya selalu siap," jawab Ricardo berbangga diri.
"Mana ponakan kecilku bang?" tanya Ram.
"Ada dikamar dengan Mama nya." jawab Ricardo.
"Abang tinggal di cafe ini juga?" tanya Cahaya.
"Iya, dibelakang cafe ini saya bangun rumah kecil untuk keluarga kecil kami," jawab Ricardo.
"Orang tua Abang?" tanya Aisyah, Ren menyikut tangan Aisyah karena raut wajah Ricardo berubah.
"Apa?" tanya Aisyah lewat gerakan bibir.
"Jangan tanyakan orang tuanya, karena itu akan membuatnya sedih," bisik Ren.
"Maaf aku tidak tau kalau orang tuanya sudah meninggal," jawab Aisyah.
"Ssst, orang tuanya belum meninggal, tapi orang tuanya tidak peduli sama anaknya." jawab Ren sambil berbisik.
"Maaf ya Bang, aku tidak tahu," ucap Aisyah merasa bersalah.
"Gak apa-apa, sekarang saya sudah punya keluarga kecil, jadi tidak sedih lagi," kata Ricardo.
"Ah iya, keasikan ngobrol sampai lupa nawarin minum atau makan," ucap Ricardo kembali tertawa.
"Kalian mau makan apa?" tanya Ram.
"Seafood ada kan?" tanya Cahaya balik.
"Ada," jawab Ricardo.
"Ya seafood aja deh," kata Cahaya.
Akhirnya mereka memesan seafood, beruntung tidak ada yang alergi. Adam dan Aruna duduk berdekatan, keduanya saling curi curi pandang. Adam memberanikan diri menggenggam tangan Aruna dibawah meja, Aruna awalnya tersentak tapi beberapa menit kemudian ia mulai terbiasa. Sikembar yang melihat reaksi Adam dengan Aruna pun tersenyum.
"Kayanya ada pasangan baru nih...!" goda Ren.
.
.
.
__ADS_1