
.
.
.
Setelah selesai acara, mereka semua pun pulang. Pak Fredi terkejut saat metahui kalau selama ini yang mensponsori acara perpisahan sekolah adalah sikembar. Tujuan sikembar bukan untuk pamer kekayaan, tapi untuk mengeratkan hubungan antara keluarga. Dengan dibuatnya acara perpisahan sekolah yang tergolong meriah dan dengan mengundang kerabat atau keluarga para murid maka keharmonisan keluarga akan terjalin. Begitulah pemikiran sikembar yang ternyata disambut baik oleh semua orang yang hadir.
Triple A pulang dengan membawa hadiah kemenangan berupa tropi dan uang tunai serta skuter. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan. Oma Opa Mommy Daddy dan triple A dalam satu mobil.
"Dad boleh singgah kepasar tradisional gak?" tanya Lina.
"Untuk apa kesana? Kalau mau beli sesuatu kita ke mall aja," tanya Diva, Darmendra sebenarnya setuju saja tapi sebelum ia bersuara Diva sudah lebih dulu menyela.
"Tapi di mall semuanya mahal Mom, kami khawatir uangnya tidak cukup," jawab Lita.
"Memangnya kalian mau beli apa?" tanya Diva
"Beli baju untuk anak anak panti, kami akan menggunakan uang hadiah ini untuk membantu mereka." jawab Lica.
"Nanti Daddy akan tambahin kalau tidak cukup," jawab Darmendra.
"Tapi kami tidak mau menyusahkan orang tua," jawab triple A serentak.
"Diva dan Darmendra bukannya marah, keduanya malah tersenyum bangga dengan anak anak mereka, dari sikembar sampai triple A semua ingin hidup mandiri.
"Kita ke mall aja," ucap Diva penuh penekanan. Akhirnya mobil mereka mengarah ke mall.
Mana bisa Darmendra menolak kemauan sang istri? Bisa bisa jatah malam akan dipotong. Membayangkan saja Darmendra sudah tidak sanggup. Apalagi benar benar terjadi?
Mobil yang dikendarai Darmendra berhenti didepan mall terbesar dikota ini. Setelah memarkirkan mobilnya triple A segera keluar dari mobil dengan semangat. kemudian disusul oleh Oma Opa Mommy dan Daddy-nya.
Mereka langsung menuju toko pakaian, triple A masuk bertiga. Sedangkan yang lain menunggu diluar toko. Triple A masuk tapi pelayan toko acuh tak acuh saja.
"Ngapain juga anak kecil masuk ketoko ini?" Batin salah satu pelayan yang memang jutek orangnya. Kemudian ada satu pelayan yang ramah datang menghampiri triple A.
"Ada yang bisa saya bantu dek?" tanya pelayan itu.
__ADS_1
"Kami mau pakaian model seperti ini 100 pasang," ucap Lina sambil memegang model baju untuk anak anak.
"Hah, serius?" tanya pelayan itu merasa tidak percaya dengan apa yang diinginkan oleh triple A.
"Ehh, Ra kenapa sih kamu melayani anak gak jelas seperti itu?" tanya pelayan yang jutek itu saat ia menghampiri triple A.
"Gak apa-apa Ti, anak kecil juga pelanggan dan kita harus melayaninya dengan baik." jawab Era kepada Titi.
"Halah paling mereka cuma main-main doang, lihat lihat doang." ucap Titi. Tapi Era tidak begitu peduli.
"Sebentar ya dek, Oh ya pakaian sebanyak ini untuk adek atau...?" perkataan Era terhenti.
"Sudah tidak perlu buang buang waktu melayani anak kecil," ucap Titi. Tapi Era masih melayaninya.
"untuk anak anak panti kak," jawab Lica.
"Tuh dengar, mereka cuma dari panti. Mana ada uang untuk membeli pakaian mahal seperti itu," ucap Titi.
Diam diam Lina merekam perlakuan tidak baik pelayan toko tersebut. Lalu mengirimkan ke Daddy mereka. Darmendra langsung melaporkan pelayan itu ke pemilik toko tersebut.
Mendapat laporan dari Darmendra, pemilik toko tersebut langsung bergerak ketempat. Karena hari ini pemilik toko tidak masuk jadi hanya pelayan toko saja yang ada.
"Bukan begitu nyonya, ini anak kecil cuma ingin lihat lihat saja, hanya buang buang waktu saja." jawab Titi.
"Era, apa yang dibeli oleh mereka?" tanya pemilik toko.
"Baju seperti ini 100 pasang nyonya." jawab Era.
"Hmmm layani mereka dengan baik, dan kamu Titi, sekarang angkat kaki dari toko ini. Aku tidak mau punya pekerja yang merendahkan orang lain." ucap pemilik toko.
Titi tergamam seketika karena dipecat. Lalu dengan berat hati pergi dari toko itu setelah mendapat gaji terakhirnya.
Era dengan semangat membungkus pakaian tersebut dan betapa terkejutnya Era saat triple A membayar pakaian tersebut dengan uang tunai yang banyak. kemudian Era pun merasa senang karena ia akan mendapatkan bonus dari bosnya.
Setelah membeli pakaian, triple A membeli keperluan yang lain, sudah pasti menggunakan uang mereka sendiri. Darmendra hendak memberikan blackcard tapi triple A menolak.
"Tidak usah Dad, kami juga banyak uang," begitulah ucapan triple A.
__ADS_1
Darmendra belum tau kalau triple A juga seorang hacker. Karena triple A masih merahasiakan semuanya, hanya Abang Abangnya yang tau dengan kehebatan adik adiknya itu.
Sementara di tempat lain, Titi sedang mengumpulkan teman temannya yang preman pasar, ia tidak terima hanya gara gara anak kecil dia harus di pecat.
"Pokoknya aku mau kalian beri pelajaran pada anak itu, bila perlu lenyapkan saja." ucap Titi.
"Tapi bos, meskipun kami preman kami belum pernah membunuh," jawab salah satu dari mereka.
"Kalau begitu buat mereka cacat," perintah Titi.
Preman pasar itu segera pergi ke mall yang dimaksud. Preman itu menunggu ditempat parkir, Titi menyeringai senang karena akan membalaskan dendamnya.
Tidak berapa lama triple A keluar bersama keluarganya, karena apa yang ingin mereka beli sudah didapatkan. Mereka berencana untuk pergi kepanti asuhan. Preman tersebut menghampiri triple A dan hendak menangkap salah satu dari mereka, Titi mengintip dari tempat yang sekiranya aman baginya. Preman itu menarik tangan Lina dan....
Bruuk... preman itu jatuh kelantai lobby mall terbesar. Sedangkan Vera Jordan Diva dan Darmendra yang sedang menuju mobil pun menoleh kearah suara.
"Aakh," preman itu menjerit karena dibanting oleh Lina. Preman yang lain mendekat, Diva ingin membantu tapi dicegah oleh Darmendra.
"Biarkan mereka yang menyelesaikan semuanya, paling juga preman pasar," ucap Darmendra enteng.
"Mau apa kalian? Mau cari gara gara dengan kami?" tanya Lina.
Preman yang tadi jatuh segera bangkit, dan memerintahkan yang lain untuk menyerang triple A. Dengan sikap siaga mereka mengambil posisi masing-masing. meskipun mereka hanya tiga orang dan preman berjumlah 6 orang, tapi tidak membuat gentar triple A.
"Tunggu apalagi, hajar anak itu bikin dia lumpuh," perintah salah satu preman yang tadi dijatuhkan oleh Lina. Dia yang memerintah tapi dia sendiri mundur kebelakang.
"Majulah, kita buktikan siapa yang bakal lumpuh," tanya Lina sinis.
"Hiiiaah.." preman itu menendang kearah Lica, dengan santai Lica menangkap kaki preman itu dan memutarnya, hingga preman itu terjatuh. Tanpa membuang waktu lagi triple A yang menyerang mereka satu persatu. Meskipun badan mereka besar dan tatoan tapi masih kalah dengan kemampuan anak kecil.
preman itu pun terkapar dengan luka pukulan yang cukup serius. Buktinya mereka tidak bisa bangun.
"Satu lagi," ucap Lina. Preman yang satunya hendak lari tapi keduluan diserang oleh Diva. Diva dengan gesit menendang kepala preman itu hingga terpental keaspal. Seketika itu juga preman itu pingsan. Sedangkan Titi yang mengintip bergidik ngeri.
"Ternyata mereka bukan orang sembarangan," gumam Titi.
.
__ADS_1
.
.