
.
.
.
Mereka semua sudah tiba di mansion, akhirnya mereka bisa bernafas lega karena sudah berhasil menumpaskan musuh.
"Semoga hari H nya tidak terjadi kekacauan lagi," ucap Jordan saat ini mereka sedang berkumpul diruang keluarga.
"Aamiin," jawab mereka serentak.
"Dad bagaimana dengan urusan dirumah sakit?" tanya Ram.
"Daddy sudah urus semuanya, sebelum pulang ke mansion Daddy singgah dulu kerumah untuk mengurus administrasi, setelah itu baru Daddy pulang," jawab Darmendra, Diva Vera dan Jordan mengangguk karena mereka juga ikut kesana.
"Aku punya rencana ingin membantu perkampungan tersebut, bagaimana menurut kalian?" tanya Rasya.
"Ide bagus, nanti aku bisa bangun rumah untuk mereka, bagaimana?" tanya Ren.
"Boleh, kita bekerjasama saja agar lebih ringan," kata Ram.
"Oke setuju," kata Roy.
"Tapi masalah ini biar asisten kita saja yang urus, soalnya waktunya juga mepet, sebentar lagi kita menikah. Dan setelah itu aku dan Prita ingin bulan madu ke Dubai," kata Raffa.
"Gak adil," protes Ray, Ren, Rasya, Rakha, Roy dan Ram.
"Kenapa? Masalah?" tanya Raffa.
"Kita semua akan ke Dubai, titik." kata Ren.
Diva dan Vera hanya geleng-geleng kepala dengan kelakuan sikembar. Sedangkan triple A sudah berbaring dipangkuan kakak ipar mereka.
"Tidak bisakah kalian bulan madunya pisah pisah?" tanya Diva.
"Gimana sayang?" tanya Ram pada Cahaya.
"Aku ikut saja, gak ada bulan madu juga gak apa-apa," jawab Cahaya.
"Kita ke Dubai saja, sayang." kata Ram. Cahaya bisa apa? Menolak juga percuma.
__ADS_1
"Terserah deh, sebenarnya aku juga pengen sekali melihat negara itu," kata Cahaya malu-malu.
"Kalian ini, nikahnya barengan, sampai honeymoon juga barengan. Gak bisa apa pisah satu atau dua hari?" tanya Jordan.
"Sudah terbiasa hidup bersama sama Opa," jawab Ren.
"Haah terserah kalian sajalah," kata Darmendra sambil menghela nafas.
"Gimana nanti kalau sudah menikah? kalian sudah berencana untuk tinggal dirumah masing-masing," tanya Diva.
"Kalau soal itu gak apa-apa Mom, karena kita sudah punya keluarga masing-masing," jawab Ram.
"Ya sudah, lebih baik kalian mandi dulu, Mommy sama Daddy juga mau mandi," ucap Diva.
Mendengar Diva mengatakan bahwa ingin mandi, Darmendra dengan cepat mengajak Diva untuk kekamar. Akhirnya semuanya pun membubarkan diri dan masuk kedalam kamar masing-masing.
Diva ingin masuk kedalam kamar mandi tapi dengan cepat Darmendra masuk duluan, takut Diva keburu mengunci pintu kamar mandi.
"Hubby..!" panggil Diva, Darmendra pura pura tidak mendengar.
"Kalau hubby mau mandi dulu, biar aku keluar," kata Diva.
Darmendra berlari kearah Diva dan dengan cepat mengangkat tubuh Diva dan memasukkan nya kedalam bathtub.
Akhirnya keduanya bukan hanya mandi, tapi melakukan pendakian lebih dulu, air dalam bathtub yang tadinya hangat kini berubah dingin karena terlalu lama mereka berendam. Sampai pendakian keduanya mencapai puncak. Diva mendengus kesal karena suaminya masih saja sesuka hati dan tidak kenal tempat.
"Kenapa sayang?" tanya Darmendra merasa tidak bersalah sama sekali.
"Entah," jawab Diva ketus, selesai mandi keduanya berpakaian lengkap lalu keluar kamar.
Karena sudah malam mereka pun ingin makan malam. Pelayan sudah masak sejak tadi, karena semua sangat keletihan jadi tidak ada yang masak. Dan hanya mengandalkan pelayan saja. kemudian mereka pun makan dengan khidmat.
Mereka tidak ada pingit pingitan. Meskipun itu sudah menjadi tradisi sejak dulu. Tapi bagi keluarga ini tidak melakukannya.
Setelah selesai makan, seperti biasa mereka berkumpul diruang keluarga. Sedangkan triple A sedang mempersiapkan diri untuk masuk sekolah sebentar lagi. Mereka belajar dengan tekun agar bisa masuk kelas 12. Meskipun orang tua mereka paling berkuasa, tapi mereka tidak ingin mengandalkan kekuasaan orang tuanya.
"Semua undangan sudah disebarkan lewat online," kata Diva.
"Baguslah, nanti siapa yang akan masuk bisa melalui scan. Dan penjagaan harus diperketat untuk menjaga kemungkinan yang terjadi. Meskipun musuh sudah kita tumpas, kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya." ucap Ram.
Mereka semua manggut-manggut. Karena perkataan Ram ada benarnya. Mereka mengobrol hingga waktu menunjukkan pukul 10 malam. Mereka semua pun masuk kedalam kamar masing-masing, karena mereka juga sangat kecapean.
__ADS_1
...****************...
Hari yang dinantikan pun telah tiba, dan akad nikah akan diadakan jam 9 pagi. Sekarang masih jam 7 pagi jadi mereka masih punya banyak waktu. Pakaian untuk akad nikah pun sudah tiba, dan segera dimasukkan kedalam kamar. Sedangkan gaun pengantin langsung dikirim ke hotel tempat mereka menginap. Para pengantin wanita sudah berkumpul di satu ruangan. Dan MUA juga sudah datang untuk mendandani mereka. Akad nikah akan diadakan di mansion, semua keluarga pengantin wanita sudah berada di mansion. karena sejak kemarin sudah dijemput. Para MUA sedang sibuk memoles wajah pengantin. Mereka sudah cantik dipoles sedikit dengan make-up semakin berlipat lipat cantiknya.
"Gak nyangka ternyata anak ibu sudah dewasa, dan bakal jadi istri orang," kata Wardina saat melihat Cahaya yang sedang dirias oleh MUA. Cahaya menoleh kearah ibunya.
"Ibu akan tinggal sendiri bila kamu sudah menikah nanti," kata Wardina lagi.
Cahaya langsung bangkit dari duduknya, tak peduli dengan MUA yang sedang memoles wajahnya. Cahaya menangis memeluk ibunya, beruntung make-up tersebut waterproof, jadi tidak luntur walau terkena banjir bandang sekalipun.
"Ibu jangan ngomong begitu, nanti ibu juga ikut dengan kami. Aku dengan Ram sudah sepakat untuk membawa ibu tinggal bersama kami," kata Cahaya.
"Ram orang yang baik Bu, tidak mungkin ia membiarkan ibu tinggal sendiri. Malah dia yang meminta untuk ibu tinggal bersama kami," ucap Cahaya lagi.
"Sudah, sudah jangan nangis lagi, anak ibu sudah cantik nanti jadi jelek." kata Wardina.
Semua yang ada disitu pun meneteskan airmata, karena merasa haru melihat ibu dan anak itu sedang menangis. Tidak berapa lama triple A pun masuk.
"Wah cantiknya kakak ipar," kata Lina. Lalu ketiganya duduk di sofa ruangan itu, triple A juga minta dipoles make-up sedikit, biar cantik katanya. Mereka semua tertawa mendengarnya. Padahal tanpa di make-up pun ketiganya sudah cantik.
Sedangkan dibawah, semua sudah berkumpul, pengantin pria sudah berbaris duduk sambil menunggu Pak penghulu datang. Ray, Ren, Rasya, Raffa, dan Roy akan dinikahkan oleh orang tua wanita. Hanya Rakha dan Ram yang dinikahkan oleh Pak penghulu.
Tidak berapa lama Pak penghulu datang, bersamaan dengan para tamu undangan juga ada yang baru datang. Sedangkan kerbat yang lain sudah datang sejak tadi, terutama sahabat sahabat Diva dah sahabat Darmendra.
"Bagaimana sudah siap semuanya?" tanya Pak penghulu.
"Siap," jawab sikembar serentak.
Satu persatu mereka mengucapkan ijab kabul, dan kemudian terdengar kata sah dari para saksi. Pengantin perempuan pun segera dibawa turun. mereka berjalan beriringan. Menuju tempat ijab kabul dimana suami mereka berada.
.
.
Akhirnya sikembar sudah melepas masa lajangnya. Tunggu episode selanjutnya.
Alhamdulillah novel ini masuk rangking karya pria, walaupun rangking paling belakang yaitu 50 besar.
.
.
__ADS_1
.