Wanita Idaman Lain

Wanita Idaman Lain
Bab 119. Negosiasi


__ADS_3


"Kalian siapa?"


Beberapa pertanyaan muncul di benak Awan kala melihat dua orang lelaki asing yang bertandang di kediamannya pagi-pagi seperti ini. Lelaki dengan postur tubuh tinggi tegap dan banyak terdapat tato di badan juga wajahnya. Siapapun yang berhadapan dengan dua lelaki ini pastilah bergidik ngeri dan ciut nyali.


"Bu Mega ada?" tanya salah satu lelaki yang ternyata Joni.


Joni harus merelakan jam tidurnya untuk mendatangi kediaman Mega pagi-pagi seperti ini mengingat sejak semalam ponsel Mega tidak bisa dihubungi. Lelaki itu khawatir jika Mega mengingkari janji untuk memberikan sisa bayaran setelah berhasil membakar rumah Mentari.


"Mega? Ada urusan apa kamu mencari Mega?"


Belum terjawab rasa penasarannya akan siapa dua lelaki ini, tiba-tiba muncul pertanyaan lagi. Ada hubungan apa antara Mega dengan dua lelaki ini. Dan bagaimana bisa Mega mengenal dua lelaki dengan perawakan seperti preman ini.


"Sudah, jangan banyak bicara! Sekarang panggilkan bu Mega dan suruh temui kami!"


Joni dan Toni menerobos masuk ke dalam rumah bahkan sebelum dipersilahkan oleh pemilik rumah. Mereka langsung dudu di sofa ruang tamu sembari mengangkat sebelah kaki masing-masing. Tak lupa, batang bernikotin merk Marlboro mereka hisap kuat-kuat.


Tak ingin berlama-lama lagi dibunuh oleh rasa penasaran, Awan bergegas kembali naik ke lantai dua. Lelaki itu bergegas menemui Mega.


"Turunlah, ada yang mencarimu!" titah Awan yang nada suaranya terdengar dingin. Bahkan untuk memanggil nama Mega saja terasa begitu enggan.


Dahi Mega berkerut. "Siapa?"


Awan mengendikkan bahu. "Tidak tahu. Yang jelas, mereka dua orang laki-laki dengan perawakan seperti preman."


"Seperti preman? Siapa dan ada urusan apa mereka mencariku?"


"Mana aku tahu. Sekarang lebih baik kamu segera turun. Daripada mereka mengamuk karena kamu tidak turun-turun."


Awan kembali keluar dari dalam kamar diikuti oleh Mega dan juga Kardi. Dua orang itu juga seakan begitu penasaran akan siapa tamu yang datang. Tiga orang itu menuruni anak tangga dan ketika tiba di ruang tamu...


"J-Joni?!!!" pekik Mega setelah netranya bersiborok dengan orang suruhannya ini.


"Selamat pagi bu Mega. Maaf kalau kedatangan saya mengganggu Anda. Tapi saya terpaksa harus mendatangi rumah Anda karena dari semalam ponsel Anda tidak bisa dihubungi." Joni berujar dengan sangat sopan. "Anda tidak lupa kan?" sambung Joni yang seketika membuat Awan dan Kardi penasaran.


Terlalu banyak mengalami hal-hal tak terduga seperti ini, seakan membuat Mega lupa bahwa ia telah memberikan tugas khusus kepada Joni untuk membakar rumah Mentari. Ia sampai lupa jika masih ada sisa bayaran yang harus ia bayarkan kepada suruhannya itu.

__ADS_1


Mega tak memberikan respon apapun. Wanita itu nampak hening, terdiam, membisu dan tubuhnya membeku. Jika Joni bertandang ke rumahnya sudah bisa dipastikan jika Awan akan mengetahui semua rencananya membakar rumah Mentari. Wanita itu seakan menemukan jalan buntu. Seperti peribahasa Jawa Maju tatu, mundur ajur. Mau maju ataupun mundur sama-sama akan membuatnya hancur.


"Meg, mereka ini siapa dan ada hubungan apa denganmu? Mengapa kamu memiliki teman-teman seperti ini? Jawab Mega! Jangan diam saja!" perintah Kardi yang terlihat gemas sendiri karena Mega sama sekali tidak menanggapi.


"Ohhhh sepertinya bu Mega lupa akan janji yang sudah dibuat. Baiklah, kalau begitu akan saya ceritakan kronologinya mengapa sampai bisa membuat saya datang ke rumah ini," ujar Joni dengan santai sembari mengepulkan asap rokok dari mulutnya.


Ucapan Joni sukses membuat Mega semakin bergidik ngeri. Kali ini sudah tidak ada lagi yang bisa menyelamatkan posisinya.


Hancur sudah hidupmu Meg. Dengan seperti ini kamu bisa saja dilaporkan ke polisi karena memiliki rencana jahat dengan membakar rumah Mentari. Sungguh bodoh kamu, bisa-bisanya kamu lupa bahwa kamu masih punya sangkutan dengan Joni.


Hati kecil Mega seakan mengolok-olok akan kebodohan dan keteledoran yang dilakukan oleh Mega sendiri. Saat ini sudah tidak ada lagi celah untuk berlindung ataupun membela diri.


"Jadi begini ya Bapak-Bapak. Beberapa hari yang lalu, bu Mega mmenyuruh saya vuntuk mengerjakan sebuah misi. Misi untuk membakar salah satu rumah yang berada di pinggiran kota."


Awan terhenyak. "Rumah? Dibakar? Di pinggiran kota? Apakah baru semalam kamu membakar rumah itu?"


"Nah itu Bapak tahu," ucap Joni seraya tersenyum simpul. "Jadi semalam saya dan teman saya ini sudah mengerjakan misi yang diberikan oleh bu Mega. Kami sudah berhasil membakar rumah itu hingga mungkin hanya tinggal puing-puingnya saja."


"Lalu, kamu datang kemari maksudnya apa?"


"Gila kamu Meg. Ternyata kamu yang merencanakan pembakaran di rumah Mentari. Bisa-bisanya kamu mempunyai cara licik seperti itu!" timpal Awan yang seakan kian dibuat emosi.


"Meg, apa benar yang dikatakan oleh orang ini? Apakah kamu yang mempunyai rencana licik seperti ini?" sambung Kardi yang juga turut menimpali pertanyaan Awan.


"Aku terpaksa Pak, aku terpaksa melakukan itu karena mas Awan begitu membela wanita gatal itu. Aku merasa tersaingi. Dengan membakar rumah wanita itu, setidaknya dia bisa mati terbakar," jawab Mega dengan suara lirih.


"Ya ampun Mega.... Mengapa kamu berbuat nekat seperti itu? Itu semua sudah merupakan kejahatan," ucap Kardi dengan mengelus dada. Ia sungguh tidak menyangka jika anaknya memiliki rencana jahat seperti ini.


"Aaahhhh, sudah, sudah. Saya tidak mau mendengar perdebatan kalian bertiga. Yang jelas saya datang kemari untuk meminta sisa bayaran. Jadi sekarang, cepat berikan dua puluh lima juta kepada saya. Cepat!!"


Joni seakan habis kesabaran. Ia tidak ingin bertele-tele lagi karena dengan bertandang ke kediaman Mega pagi-pagi seperti ini sungguh mengganggu jadwal tidurnya.


"Ayo Meg, silakan selesaikan urusanmu. Bayar preman-preman suruhanmu ini!" desak Awan yang semakin menyudutkan Mega.


Mega tak dapat berkutik sama sekali. Uang tabungannya sudah banyak terkuras dan hanya tinggal dua juta saja di rekening.


"A-aku tidak punya uang untuk membayar!"

__ADS_1


"Apa, tidak punya uang untuk membayar? Bagaimana Anda bisa menyuruh saya untuk mengerjakan pekerjaan itu jika Anda tidak punya uang, hah? Pokoknya saya tidak mau tahu. Anda harus segera membayar sisa bayaran itu. Kalau tidak, saya akan menyerahkan diri ke polisi dan akan mengakui bahwa saya bekerja atas perintah Anda!"


Mega kian dibuat kalut oleh keadaan ini. Bak senjata makan tuan, rencana jahatnya justru membuat posisinya semakin terjepit. Bukan hanya terjepit, bisa jadi semakin membuat hidupnya semakin hancur.


"Pak, sekarang aku harus bagaimana? Aku sudah tidak memiliki uang simpanan lagi. Aku tidak mau dipenjara Pak. Aku tidak mau!"


Kini, tidak ada lagi tempat mengadu bagi Mega selain sang bapak. Ia teramat kacau karena keadaan justru semakin menikamnya dengan ketidakberuntungan seperti ini. Rencana yang ia gadang-gadang akan sukses, ternyata berantakan semua.


Kardi menggelengkan kepala seraya memijit-mijit pelipis. Sungguh tidak ia sangka jika perbuatan sang anak sendirilah yang membuat wanita itu mengalami kehancuran bertubi-tubi tiada henti seperti ini.


"Bapak tidak tahu lagi harus berbuat apa Meg. Ini semua sudah menjadi konsekuensimu. Kamu harus siap jika dipenjara!"


"Pak, tolong aku. Aku tidak mau dipenjara!"


Melihat Mega yang terjepit dalam situasi seperti ini, membuat Awan tersenyum girang. Dalam benaknya sudah muncul satu rencana yang pastinya akan sangat menguntungkan baginya.


"Aku yang akan membayar orang-orang suruhanmu ini!"


Mega dan Kardi sama-sama dibuat terkejut akan apa yang diucapkan oleh Awan. Namun seketika itu pula wajah Mega terlihat berbinar terang.


"Apa Mas, kamu yang akan membayar orang-orang ini?"


"Ya, aku akan membayarnya. Tapi dengan catatan, mobil kamu serahkan kepadaku dan kamu segera angkat kaki dari rumah ini!"


.


.


.


Yuhuuuu ... ternyata yang datang adalah preman-preman yang disewa oleh Mega untuk membakar rumah Mentari.


Dan Siapakah pemenangnya???



Dari Screenshot-an di atas bisa dilihat siapa yang menjawab dengan jawaban BENAR dan LEBIH AWAL ya kak... 🥰🥰 Selamat untuk kak Sita. untuk selanjutnya silakan WA ke nomor 0838-4903-2209 untuk nantinya akan saya kirim pulsa senilai 20 ribu. Terima kasih 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2