Wanita Idaman Lain

Wanita Idaman Lain
Happy New Year


__ADS_3

"Morning ..!!" sapa Kevin pagi ini ketika aku baru membuka mata. Ia berbaring disampingku dengan tangan yang memelukku, aku baru tersadar dari mabokku tadi malam. Baru jelas bener melihat wajah tanpa kaca matanya. Dia laki-laki yang lumayan tampan, hidungnya mancung dan giginya putih rapi berjejer. Rambutnya mohawk keatas coklat kemerahan, pupil matanya hijau kekuningan.


Ketika tersenyum semakin nambah tampan wajahnya. Dapat kurasakan panas kulit tubuhnya yang menempel disebelahku. Hem dia masih engga pake baju sama dengan aku.


Badannya bagus dengan perut yang sixpack dan lengan yang berotot.


Aku menenggelamkan wajahku dalam bantal malu melihatnya. Apa yang aku lakukan semalam sama dia ? hmm otakku baru saja bisa mencerna.


"Ada apa sayang ? mandi bareng yaa setelah itu kita sarapan". Katanya padaku sambil menggendong tubuhku ke kamar mandi. "Aku mandi sendiri aja mas," kataku padanya. Yang benar saja aku mandi dengannya bisa-bisa dia nyerang aku lagi.


Ah ternyata bener aja dugaanku, ia menurunkanku dikamar mandi dan tangannya menjelajahi setiap tubuhku.


Dia engga banyak bicara dan merayu. Bibirnya terus mencium dan melumatku dalam-dalam, tanpa menunggu lama ia mengangkat salah satu kakiku dengan tangannya. Dia kayak pria yang haus akan belaian, ia mendekatkan tubuhnya padaku dan memasukkan miliknya dalam liang bawahku. Kevin menghujamku berkali-kali.


Astaga ia melakukannya lagi... dan lagi.


"Ughhh..," gumamku menahan suara merasakan miliknya yang keluar masuk dibawahku. Kenapa dia terus saja melakukan ini padaku.


Pinggang Kevin naik turun bergerak menindihku dengan posisi berdiri. Tanganku mencengkeram erat lengannya. Aku sungguh engga menyukai ini.


Sementara ia melakukannya tapi pikiranku malah kemana-mana.


Enggak sampai disitu, bahkan setelah aku mandi ia melakukannya lagi. Aku engga tau kalo ternyata dia sebuas ini, padahal selama sebulan ia enggak pernah menyentuhku. Enggak aku sangka sekarang dia kayak orang yang maniak seks. Aku heran kenapa staminanya kuat banget bisa tahan lama, bahkan stelah ia mengeluarkan miliknya masih aja tetep berdiri.


"Udah mas aku enggak kuat," kataku padanya dengan nafas yang terengah-engah diranjang. Aku mendorongnya dan berusaha bangun dari ranjang. Tapi Kevin nggak dengerin omonganku, dia malah menarikku hingga terjerembab dalam pelukannya.


Dia membalikkan tubuhku hingga aku terlentang dibawahnya. Orang yang kesetanan ini sama sekali engga mendengarku, dia menghujamku lagi. Memasukkan miliknya lagi diliang bawahku bertubi-tubi. "Ah.. ah...," teriakanku keluar saat miliknya semakin dalam menghujamku. Aku merasa kejang dan menyemburkan cairan bening hingga membasahi ranjang. Tubuhku bergetar hebat, pinggulku lunglai. Aku masih membetulkan nafasku yang enggak teratur.


Kevin gila..., dia benar-benar gila terus menerus melakukan hal ini padaku.


***


HAPPY NEW YEAAR.... PREEETTTT PREEETTTT DUAAR DUAAAR....


Malam tahun baru disalah satu pantai bali ini meriah sekali, suara terompet dan kembang api menyebar dimana-mana.


Aku hanya duduk terdiam ditepi pantai sambil memperhatikan suasana sekitarku yang padat dan ramai sekali. Sekian banyak ratusan orang ini berteriak, berjoget dan bersuka ria. Diiringi musik Dj dipanggung terbuka dengan dentuman yang sangat keras.


Asal tau aja, aku sebetulnya merasakan kehampaan.

__ADS_1


Seharusnya malem tahun baru merayakan bersama anak-anakku, tapi aku malah seperti ini.


Aku menghela nafas pelan berusaha menerima keadaan ini.


"Sayang Happy New Year yaa ?!" ucap Kevin sambil memberiku seikat bunga mawar, ia tersenyum mesra.


"Sayang ngedance yuk, musik dj nya enak !" kata Kevin ngajak aku, alunan music marshmello menggema keras.


"Aku duduk aja disini mas," kataku pada Kevin lesu.


"Hai bro kamu disini ?" sapa seorang Pria menghampiri kami.


"Eh bro kenalin istriku Ayuzawa," Kevin menyambutnya dan malah ngenalin aku sebagai istrinya.


"Hai namaku Ivan," katanya mengulurkan tangan menyalamiku.


""Ayuzawa," sambutku singkat dengan senyum terpaksa,


"Hey ayo gabung sama yang lainnya, kamu ke bali nggak kabar-kabar bro," ucap Ivan akrab kepada Kevin.


"Ya udah mas kamu kesana aja kangen-kangenan sama temenmu, aku disini aja nggak papa kok," aku mengusirnya secara halus.


"Beneran nggak papa ?" tanya Kevin mengkhawatirkan aku.


"Beneran ya...! ya udah aku kesana dulu ya sayang," kemudian ia meninggalkan aku bersama temen-temennya yang asik ngedance didepan panggung Dj.


Banyak turis dari berbagai manca negara dipantai ini.


Aku mengambil ponselku dan mengambil gambar pemandangan pantai disitu.


Aku mengunggahnya di instagram, tapi belum lima menit mengunggah handphoneku berbunyi.


Panggilan masuk Ryan.


"Halo..," kataku


"Have fun kamu ya di bali ? pamer disosmed segala !"


Hmm jadi dia stalking instagramku ? sejak kapan dia main instagram, setahuku Ryan bukan laki-laki yang suka main sosmed. Saat menikah denganku satupun sosmed dia enggak punya.

__ADS_1


"Kamu telfon aku hanya untuk ngomong kayak gini ?" tanyaku padanya.


"Kalau cuma mau bahas kayak gini, keknya aku matiin aja deh telfonnya," kataku lagi.


"Ya udah hati-hati disana jaga kesehatan, ntar kalo uda balik kabarin," tiba-tiba nada suaranya melunak.


"Iya." Jawabku singkat.


"Selamat tahun baru ya ?" ucapnya diseberang.


"Iya kamu juga ya," balasku.


"Bagaimana keadaan anak-anakku disana ?" tanyaku padanya.


"Mereka diajak tahun baruan sama adek-adekku, kamu tenang aja." katanya lagi.


"Ya uda deh bye..," kataku sambil menutup telfon.


Kemudian aku menelfon mantan suamiku yang pertama Ricko menanyakan kabar anakku yang pertama Salsa.


"Halo," jawabnya di telfon.


"Salsa mana ?" tanyaku.


beberapa detik kemudian terdengar gerakan seorang anak mengambil handphone Ayahnya.


"Halo mama ini aku Salsa, mama kok nggak jemput aku sih ! mama selamat tahun baru ya, mama sekarang dimana ?" gawat air mataku terus berjatuhan mendengar suara bawel anakku yang pertama.


"Mama kangen Kakak Salsa," kataku ditelfon.


"Salsa juga kangen sama mama, mama kalo udah nggak sibuk jemput aku ya!" suara kecilnya melengking ditelfon.


"Iyah lusa mama jemput yah sayang, kita main sampe puas."


"Janji ya ma ?"


"Iya."


*** bersambung

__ADS_1


Jangan lupa komen dan like yaa, bintang limanya juga ya gaes.


makasih


__ADS_2