
Jogjakarta...
"Akhirnya, mobil ini bisa kembali ke tanganku juga."
"Kamu senang Han?" tanya Awan mencoba untuk memastikan.
Mega menganggukkan kepala mantap. "Jelas aku senang Mas. Karena bagaimanapun juga mobil ini adalah mobil kesayanganku. Jadi sampai kapanpun mobil ini harus tetap menjadi milikku."
"Mulai sekarang kamu bisa bernapas lega Han, karena kita sudah tidak punya tanggungan lagi untuk menyicil kredit mobil, karena mobil ini sudah kita lunasi."
"Ya, memang harus seperti itu Mas. Daripada kita pusing dengan cicilan di mana-mana, lebih baik kita fokus ke utang bank saja. Jadi tidak ribet bukan?"
"Betul Han. Sekarang kita tinggal menjalankan planning selanjutnya. Dengan sisa uang yang ada, kita beli brand resto ternama. Dengan begitu kita bisa untuk lekas balik modal."
Senyum lebar tiada henti tersungging di bibir Mega kala mobil kesayangannya bisa kembali ke tangan. Setelah menebus kembali mobil itu dan melunasinya dari leasing, kini ia dan suami menuju ke salah satu restoran yang begitu terkenal di kota ini. Mereka ingin cepat-cepat untuk segera menjalankan planning kedua, yakni membuka usaha kuliner dengan membeli salah satu brand restoran ternama.
Setengah jam berada di perjalanan, akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Awan tiba di pelataran resto The Ceker's Ayam. Turun dari mobil, mereka menatap lekat baliho yang terpasang. Angan mereka sudah melambung tinggi akan keberhasilan usaha baru mereka di bidang ini.
Restoran yang selalu ramai di jam-jam makan siang dan makan malam. Yang kata orang sampai-sampai para karyawannya tidak sempat duduk ketika suasana ramai. Hal itulah yang membuat Mega dan Awan yakin jika dalam waktu singkat, modal yang mereka keluarkan bisa kembali.
"Selamat siang Bapak, Ibu. Apa ada yang bisa saya bantu?"
Kedatangan Awan dan Mega sudah disambut ramah oleh seorang lelaki dengan pakaian rapi. Bukan hanya pakaiannya saja, potongan rambut lelaki itu juga tak kalah rapi pula. Dari gestur lelaki itu sudah jelas jika ia merupakan salah satu orang penting di restoran ini.
"Selamat siang Mas. Saya ingin bertemu dengan manajer resto ini. Apa beliau ada di tempat?"
Lelaki itu tersenyum seraya menangguk. "Tentu saja bisa Pak, karena saya sendirilah manajer resto ini. Mari kita bicara di dalam."
Lelaki itu berjalan memandu Awan dan juga Mega. Ia mempersilahkan sepasang suami-istri itu untuk duduk di salah satu kursi yang ada di resto ini. Ruangan outdoor yang berhadapan langsung dengan view area sawah yang menghijau.
"Perkenalkan, nama saya Sigit. Manajer resto ini. Kalau Bapak dan Ibu ini siapa dan ada keperluan apa mencari saya?" ucap manajer resto yang bernama Sigit seraya mempertanyakan maksud dan tujuan keduanya bertandang di resto ini.
"Saya Awan, Pak dan ini istri saya Mega," ujar Awan memperkenalkan diri. "Sedangkan maksud dan tujuan kedatangan saya kemari, saya ingin mengajukan kerjasama dengan brand resto The Ceker's Ayam ini Pak."
"Kerjasama? Kerjasama bagaimana ya Pak maksudnya?"
"Jadi begini Pak, saya ingin memakai brand The Ceker's Ayam untuk membuka usaha baru. Ya, semacam franchise gitu lah."
__ADS_1
"Ohhhh franchise? Bisa Pak, bisa. Karena The Ceker's Ayam merupakan salah satu brand resto yang besar, maka kami memang membuka waralaba seperti itu."
Awan dan Mega saling berpandangan. Keduanya sama-sama tersenyum karena maksud dan tujuannya diterima baik oleh manajer resto ini.
"Lalu untuk biayanya, berapa yang harus kami keluarkan Pak?" tanya Awan begitu bersemangat.
"All in 500 juta, Pak. Jadi dengan harga ini, Bapak tinggal buka saja. Untuk sewa tempat satu tahun pertama akan kami tanggung, untuk selanjutnya menjadi tanggungjawab Bapak sendiri. Semua peralatan, perlengkapan dan juga karyawan juga sudah kami sediakan. Dan untuk satu bulan pertama, akan kami suplay bahan baku secara free setelah itu Bapak bisa membeli dari gudang kami. Bagaimana? Apakah Pak Awan tertarik?"
"Apakah tidak ada yang jauh lebih murah Pak?" tawar Awan.
"Ada yang lebih murah Pak, dengan biaya 200 juta. Namun fasilitas yang Bapak dapatkan hanya nama brand, SOP dan free bahan baku untuk bulan pertama. Sedangkan untuk tempat, peralatan, perlengkapan dan karyawan menjadi tanggung jawab Bapak sendiri."
Awan dan Mega saling berpandangan. Tak selang lama mereka sama-sama menganggukkan kepala.
"Baiklah Pak, saya ambil yang all in. Lalu, mulai kapan saya sudah bisa memulai membuka outlet Pak?"
"Bulan depan, Pak Awan sudah bisa mulai menjalankan bisnis ini."
Senyum lebar kembali terbit di bibir Awan dan juga Mega. Rasa-rasanya hari ini merupakan hari yang begitu membahagiakan bagi keduanya karena apa yang pernah mereka genggam mulai kembali satu persatu. Mereka yakin bahwa kehidupan mereka selanjutnya akan jauh lebih bahagia dan kaya raya dari sebelumnya.
***
Dua Minggu kemudian...
"Sudah itu saja Mas."
"Oke. Tunggu ya. Ini aku baru saja selesai bertemu dengan pak Sigit untuk mempersiapkan dan mematangkan semuanya. Dua minggu lagi kan outlet kita sudah mulai buka."
"Oke Mas."
Awan mengakhiri pembicaraannya dengan sang istri melalui telepon. Sejak semalam, istri tercintanya itu merengek, ngidam ingin minum kelapa muda. Akhirnya, baru siang ini ia bisa menurutinya.
Awan kembali fokus dengan kemudinya dan juga fokus ke arah pinggir jalan yang biasanya banyak penjual kelapa muda. Selang setengah jam, akhirnya Awan menemukan penjual kelapa muda yang nampak begitu ramai dikerumuni oleh para pembeli.
Awan menepikan mobilnya di bahu jalan. Ia turun dari mobil dan mendekat ke arah si penjual.
"Pak kelapa murni utuh tiga ya. Di bungkus saja," ucap Awan memesan keinginannya.
"Oke Bos, tunggu ya. Ini masih antre banyak. Silakan duduk dulu."
__ADS_1
Awan menurut saja. Ia mengedarkan pandangannya ke arah sekeliling dan melihat ada sisa satu kursi yang masih kosong. Ketika ia akan mendaratkan bokongnya, tiba-tiba...
"Eh, eh, eh, jangan diduduki Mas. Itu tempat duduk saya!"
Awan mengurungkan niatnya untuk menduduki kursi kosong yang tinggal satu-satunya. Tubuhnya sedikit terhenyak setelah melihat ada seorang wanita yang tiba-tiba mendudukinya.
"Jangan coba-coba merebut kursiku ya Mas. Ini sudah aku duduki sejak tadi!" ucap wanita itu dengan sedikit nada ancaman.
"Kamu duduki bagaimana? Jelas-jelas sejak tadi kursi ini kosong. Jangan mengada-ada Anda!" timplal Awan yang seakan tidak rela jika kursi kosong incarannya direbut oleh wanita ini. Karena akan sangat melelahkan menunggu kelapa muda pesanannya jika sembari berdiri.
Wanita yang masih menundukkan wajahnya itu seketika mendongak. Ia tatap lekat netra Awan kala pandangan keduanya saling bertemu.
"Sebelum Mas datang kursi ini sudah lebih dulu aku duduki. Hanya saja tadi aku tinggal sebentar untuk ke kamar mandi," terang wanita itu.
Dahi Awan sedikit berkerut kala pandangannya bersiborok dengan pandangan wanita itu. Ia merasa begitu familiar dengan wajah wanita ini.
"Tunggu sebentar. Sepertinya aku tidak asing dengan wajah Anda. Apakah sebelumnya kita pernah berjumpa?" tanya Awan yang sedikit penasaran.
Wanita itu tersenyum miring seraya tergelak pelan. "Jangan SKSD deh Mas. Anda mengatakan hal seperti itu karena Anda ingin merebut kursi ini kan?"
Awan menggelengkan kepala. "Tidak sama sekali. Sungguh, aku merasa begitu familiar dengan wajah Anda ini. Kalau boleh tahu, siapa nama Anda?"
Wanita itu semakin tergelak. "Hahaha Anda ini ternyata tukang modus. Hanya untuk mengajak berkenalan saja alibinya seperti orang yang saling mengenal sebelumnya. Modus lelaki sepertimu ini sudah sangat pasaran Mas."
Awan memutar otak untuk mengingat-ingat siapa wanita ini. Hingga pikirannya tertuju pada masa-masa SMA yang mengingatkannya pada satu nama.
"Kamu Tari kan? Lebih tepatnya Mentari?"
Wanita itu terhenyak kala mendengar si lelaki yang menyebutkan namanya. Kini dahi wanita itu yang berkerut dalam untuk mengingat-ingat siapa lelaki yang ada di hadapannya ini.
"K-Kamu Awan? Awan yang dulu pernah menolakku karena aku dekil?"
.
.
.
Yuhuuuuu ... Ada ungkapan yang mengatakan selingkuh itu adalah penyakit yang bisa kambuh setiap saat. Sekali seorang laki-laki berselingkuh maka tidak menutup kemungkinan ia akan melakukan hal yang sama di masa yang akan datang.
__ADS_1
Kira-kira apakah Awan akan kembali berselingkuh untuk kedua kalinya yang benar-benar menjadi jalan kehancurannya?? 😝😝😝😝
Siapa yang mau double update atau tripel update? kalau mau author double update silakan mampir dulu di karya saya yang satunya lagi ya kak. jika banyak yang mampir, memberikan like, komentar, favorit, inshaAllah nanti akan ada double update. tidak menutup kemungkinan juga untuk triple update. hihi hihihi Terima kasih kakak-kakak semua 🤣🤣🤣