Wanita Idaman Lain

Wanita Idaman Lain
Bab 84. Di Ambang Kehancuran


__ADS_3


Lebih dari 30 orang yang merupakan staf karyawan dan kurir, menggelar aksi unjuk rasa di depan PT N3P pagi hari ini.


Mereka menuntut agar pimpinan perusahaan membayarkan gaji dua bulan yang sampai saat ini belum dibayarkan. Tidak ada kekerasan dalam aksi demonstrasi ini. Mereka hanya membawa spanduk yang bergambar pimpinan perusahaan, Awan Surya Atmaja dengan diberikan tanda silang sebagai ungkapan kekecewaan para karyawan.


"Astaga .... Berita apa ini?!!"


Kardi memekik penuh keterkejutan saat membaca salah satu portal berita yang berisikan tentang aksi unjuk rasa di depan kantor sang menantu. Berita itu juga dilengkapi dengan sebuah video di mana di sana terlihat dengan jelas wajah Awan yang nampak gusar.


Merasa bahwa berita yang ia baca ini begitu penting, Kardi beranjak dari posisinya dan bermaksud memberitahu Mega. Gegas, lelaki paruh baya itu menuju kamar Mega untuk menyampaikan berita penting ini.


"Meg .... Mega!!! Buka pintunya. Ada hal penting yang ingin Bapak sampaikan."


Mega yang sedang melakukan yoga di dalam kamar, sedikit terperanjat saat mendengar suara pintu kamar yang didobrak dengan kasar. Wanita itu kemudian beranjak dari posisinya dan segera membukakan pintu.


"Ada apa sih Pak, teriak-teriak seperti itu? Aku ini sedang yoga, dan kedatangan Bapak ini benar-benar mengganggu," ucap Mega dengan kesal.


"Gawat Meg, gawat!" Kardi memperlihatkan berita yang ia temukan di media sosial kepada anaknya ini "Kantor suamimu di demo para karyawan, Meg."


Dahi Mega sedikit mengernyit dengan mata menyipit karena belum begitu paham dengan apa yang dikatakan oleh Kardi. Tanpa berlama-lama lagi, ia merebut ponsel milik Kardi dan membaca berita yang ada di sana.


"Apa???? Kantor Mas Awan di demo??" pekik Mega dengan lantang. Mata yang sebelumnya menyipit kini terbelalak lebar yang menunjukkan ekspresi keterkejutannya.


"Iya Meg, mereka menuntut gaji dua bulan yang belum dibayarkan oleh perusahaan," ujar Kardi menjelaskan.


"Ya ampun, mengapa Mas Awan juga tidak pernah cerita kepadaku? Kenapa bisa sampai gaji karyawan tertahan selama dua bulan?"


"Di dalam video ini tidak dipaparkan apa penyebabnya Meg. Yang pasti mereka berunjuk rasa memperjuangkan hak mereka. Tapi yang Bapak heran, kenapa Awan sampai menunggak gaji? Memang tidak ada uang perusahaan untuk membayar gaji?"


"Aku juga tidak paham Pak karena mas Awan tidak pernah cerita apapun. Aku harus segera ke kantor mas Awan Pak. Aku harus menguatkan suamiku."

__ADS_1


Mega kembali masuk ke dalam kamar dengan membanting pintu lumayan keras hingga membuat Kardi terkaget-kaget. Lelaki paruh baya itu hanya bisa membuang napas kasar seraya menggeleng-gelengkan kepala.


"Apa iya saat ini menantuku jatuh miskin? Kalau benar-benar jatuh miskin lantas bagaimana nasibku dan anakku?"


***


Awan duduk di kursi kebesarannya sembari memijit-mijit pelipis yang terasa begitu pening. Setelah berdiskusi dengan seluruh karyawan, akhirnya ia memenuhi semua yang menjadi tuntutan para karyawan. Awan membayar penuh gaji dua bulan yang sempat tertahan.


Sejatinya bukan karena perkara gaji karyawan yang membuat Awan pusing tujuh keliling. Ia justru dibuat pusing dengan bagaimana caranya menjalankan perusahaannya setelah ini. Pasalnya semua staf karyawan dan para kurir memilih untuk resign berjamaah. Hal itu mereka ungkapkan karena ekspedisi miliknya ini sudah tidak ramai seperti sebelumnya. Bukan hanya itu saja, mereka bahkan meminta pesangon sebagai bentuk apresiasi karena selama ini mereka sudah bekerja keras untuk membangun perusahaan miliknya ini.


"Sekarang aku harus bagaimana? Uang perusahaan juga sudah tidak ada sisa sama sekali. Tadi, untuk membayar gaji karyawan, aku terpaksa menjaminkan sertifikat tanah dan bangunan ini kepada salah satu relasi."


Awan bermonolog lirih sembari menatap langit-langit ruangan. Menjaminkan sertifikat kepada salah satu rekan bisnis merupakan satu-satunya jalan yang bisa ia tempuh untuk mendapatkan uang secara kilat. Karena jika harus menagunkan sertifikat ke bank, pasti akan memerlukan proses yang begitu lama.


"Sekarang aku sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Nama N3P yang berada di beberapa pelosok negeri juga sudah diakuisisi oleh pemilik modal setelah jangka waktu teken MOU telah habis dan mereka bisa mengubah nama sesuai kemauan mereka sendiri. Itu artinya nama N3P sebentar lagi hanya tinggal kenangan."


Awan mengusap wajahnya kasar dan mengacak rambutnya frustrasi kala teringat jika apa yang sudah ia rintis dari awal akan hancur tanpa disangka-sangka seperti ini.


Tubuh Awan semakin lemas saja jika mengingat masih ada hal yang harus ia selesaikan. Para karyawan hanya memberikan waktu sampai dua minggu ke depan untuk menyelesaikan permasalahan uang pesangon. Dan perkara itu yang semakin membuat Awan tertekan.


"Mas .... Ini sebenarnya ada apa? Mengapa para karyawan dan kurir di kantormu berunjuk rasa?"


Kedatangan Mega secara tiba-tiba, membuat Awan terkejut setengah mati. Ia yang sebelomnya hanyut dalam pikirannya sendiri, kini teralihkan kepada sosok sang istri yang sudah berada di hadapannya.


Awan membenahi posisi duduknya. Ia tegakkan sedikit punggungnya. "Kamu tentu sudah membaca beritanya kan Han? Ya, seperti inilah kondisi perusahaan. Mereka meminta hak yang masih tertahan."


"Tapi mengapa sampai bisa gaji tertahan Mas? Memang arus keuangan perusahaan setiap harinya bagaimana? Apa tidak ada sama sekali yang memakai jasa ekspedisimu?"


Lagi-lagi Awan hanya membuang napas kasar. Sesuatu yang dua bulan ini ia tutupi dari Mega, pada akhirnya akan terbongkar juga.


"Sebenarnya sudah tiga bulan terakhir, tepatnya setelah ketok palu perceraianku dengan Cahya, kondisi ekspedisi ini sedikit morat-marit Han. Para pelanggan setia sudah jarang menggunakan jasa ekspedisiku."

__ADS_1


"Memang kenapa bisa begitu Mas? Apakah kualitas pelayanan ekspedisimu semakin menurun?" tanya Mega yang begitu penasaran.


"Entahlah, itu semua mungkin imbas dari berita tentang pencurian di gudang. Maka dari itu mereka sudah tidak lagi percaya pada ekspedisi ini."


"Tapi bukankah saat itu sudah ada perjanjian hitam di atas putih bahwa kasus ini tidak boleh sampai naik ke media Mas? Lagipula media tidak pernah mengangkat berita tentang kasus pencurian itu kan?"


Awan menggelengkan kepala pelan. Jika seperti ini, ia hanya semakin dibuat pusing saja. "Entahlah, aku juga tidak paham. Mungkin ada ekspedisi-ekspedisi baru yang menawarkan harga yang jauh lebih murah, sehingga mereka beralih."


"Lalu, sekarang apa yang akan kamu lakukan Mas?" tanya Mega sedikit gusar, namun sesaat kemudian ia teringat akan satu hal. "Eh tapi, bukankah perusahaanmu ada di mana-mana Mas? Katapun perusahaan yang di sini kolaps, masih ada yang lainnya kan?"


Awan menggeleng kepala pelan. "Tidak Han. Perusahaan sesungguhnya yang aku miliki hanya yang ada di kota ini. Sedangkan yang ada di kota-kota lain, merupakan milik para investor yang memakai nama N3P dan membeli sistem kerja ekspedisi ini."


"Milik investor? Maksudnya bagaimana Mas? Tolong jelaskan lebih detail!"


"Sebelumnya ada perjanjian pemakaian nama N3P dan sistem kerja perusahaan ini. Dalam pemakaian nama N3P dan penggunaan sistem kerja, para investor membayarkan sejumlah uang kepada perusahaan yang nilainya mencapai dua ratus juta. Itu semua juga terikat kontrak. Maksimal dua tahun mereka bisa menggunakan nama N3P dan selebihnya bisa mereka ganti dengan nama yang lain."


Mega terhenyak mendengar penjelasan Awan. Sesuatu yang selama ini tidak ia pahami tentang kepemilikan perusahaan suaminya ini. Ia berpikir nama N3P yang tersebar di seluruh penjuru murni merupakan milik Awan ternyata milik orang lain yang menggunakan nama N3P dan membeli sistem kerjanya.


"Jadi itu artinya....?" tanya Mega menggantung tak sanggup melanjutkan kata-katanya. Dalam benak wanita itu sudah terlintas bayang suram perusahaan milik Awan ini.


"Itu artinya perusahaan yang sudah aku bangun selama lima tahun ini berada di ambang kehancuran, Han!!!!"


.


.


.


Gimana, gimana? Awan sudah berada di ambang kehancuran nih kak... sudah cukup atau belum karmanya??? 😂😂😂


Part Cahya dihadirkan setelah ini atau nanti-nanti dulu? Silakan tulis di kolom komentar ya Kak 😍😍

__ADS_1


__ADS_2